Lebih dari Cokelat dan Bunga: Ini 3 Versi Sejarah Hari Valentine

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Selasa, 04 Februari 2025 | 20:58 WIB
Lebih dari Cokelat dan Bunga: Ini 3 Versi Sejarah Hari Valentine
Ilustrasi mengapa hari valentine dirayakan 14 februari (Gambar oleh FETHI BOUHAOUCHINE dari Pixabay)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Lambang malaikat cinta yang erat kaitannya dengan perayaan ini memiliki arti anak panah yang menusuk hati dan merapal mantra cinta agar setiap pasangan terus memiliki kasih yang tulus. Tidak heran jika festival ini merayakan perasaan jatuh cinta untuk orang-orang yang turut di dalamnya.

Perayaan Unik di Berbagai Negara

Umumnya perayaan hari Valentine dilakukan dengan memberikan ucapan manis pada pasangan, memberikan kartu ucapan, bunga, cokelat, dan  lain sebagainya sebagai lambang kasih. Namun di beberapa negara ternyata hari tersebut dirayakan dengan cara yang berbeda.

Di Italia misalnya, remaja yang tengah jatuh cinta sering berkumpul di area taman untuk menikmati pembacaan puisi dan pertunjukan musik sebelum berjalan-jalan bersama kekasih mereka.

Sedangkan di Denmark, hari Valentine menjadi hari libur sejak tahun 1990 lalu. Setiap orang saling bertukar bunga berwarna putih atau dikenal dengan istilah ‘tetas salju’ kepada orang yang mereka kasihi.

Sementara itu di Bulgaria, hari Valentine dimaknai sebagai hari Anggur atau hari Wine. Perayaannya bersamaan dengan peringatan Santo pelindung pembuat anggur, yakni Santo Trifon Zarezan.

Itu tadi sedikit penjelasan tentang mengapa hari Valentine dirayakan 14 Februari setiap tahunnya, semoga bermanfaat.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Baca Juga: Hukum Merayakan Valentine Haram, Kenapa?

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI