Apa Arti Jam Koma yang Hits di Kalangan Gen Z? Ternyata Ini Penyebabnya

Nur Khotimah

Jum'at, 14 Maret 2025 | 10:26 WIB
Apa Arti Jam Koma yang Hits di Kalangan Gen Z? Ternyata Ini Penyebabnya
Ilustrasi jam koma. (Unsplash/Elisa Ventur)

Suara.com - Apakah Anda pernah mendengar istilah Jam Koma? Istilah yang satu ini cukup hits di kalangan Generasi Z alias Gen Z, nih. Lalu, apa sih arti jam koma?

Istilah jam koma kekinian dipakai oleh musisi Gusti Irwan Wibowo atau lebih dikenal sebagai Gustiwiw di unggahan TikTok terbarunya. Ia memakai istilah tersebut untuk menggambarkan kondisinya saat puasa.

"Jam dua siang, aduh. Ya Allah, udah mah laper, udah ngomongnya was wes wos, mata lolo, jalan plegag-plegeg dari tadi. Di-briefing buat syuting kagak konek-konek. Ini mah kalau kata Gen Z kena Jam Koma," kata Gusti dilansir dari TikTok pada Jumat (14/3/2025).

Lantas, Apa Itu Jam Koma?

Ilustrasi Lelah Emosional. (Pexels/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi Jam Koma. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Usut punya usut, istilah Jam Koma ternyata sudah banyak digunakan oleh Gen Z, yakni mereka yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Istilah ini berkaitan dengan fenomena kondisi tubuh tertentu.

Melansir artikel di laman Klikdokter yang sudah ditinjau oleh dr. Dyah Novita Anggraini, Jam Koma merujuk pada jam-jam tertentu di mana Gen Z biasanya mengalami kondisi kelelahan ekstrem.

Kondisi tersebut ditandai dengan rasa lelah yang luar biasa, penurunan energi secara drastis, serta kesulitan berkonsentrasi. Biasanya Jam Koma terjadi di sore hingga malam hari.

Namun perlu diingat bahwa setiap individu bisa mengalami Jam Koma yang berbeda tergantung aktivitas yang dijalani dan kondisi tubuh mereka. Bisa saja ada yang mengalami Jam Koma di pagi hari, alih-alih sore atau malam.

Merangkum sumber lain, psikiater bernama dr Dharmawan Ardi Purnama mengaitkan istilah Jam Koma dengan cognitive fatigue atau kelelahan otak. Biasanya kondisi ini muncul setelah seseorang menjalani berbagai aktivitas.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Jam Koma seseorang, di antaranya adalah:

baca juga
  • Kualitas tidur yang buruk
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Konsumsi kafein yang berlebihan
  • Gaya hidup yang begitu sibuk

Oleh sebab itu, cara menghindari diri dari fenomena Jam Koma adalah dengan memperbaiki kualitas tidur, memperbanyak aktivitas fisik, menerapkan gaya hidup seimbang, menjaga pola makan yang sehat, serta berusaha mengelola stres dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Ide Bisnis Makanan untuk Takjil saat Bulan Ramadan, Cocok Bagi Gen Z

3 Ide Bisnis Makanan untuk Takjil saat Bulan Ramadan, Cocok Bagi Gen Z

Your Say | Senin, 10 Maret 2025 | 18:15 WIB

Empati Jadi Aksi, Ini 5 Ide Startup Mini untuk Kesehatan Mental Generasi Z!

Empati Jadi Aksi, Ini 5 Ide Startup Mini untuk Kesehatan Mental Generasi Z!

Your Say | Sabtu, 08 Maret 2025 | 13:17 WIB

5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!

5 Tips Ramadan Produktif ala Gen Z : Tetap Aktif Ibadah Maksimal!

Your Say | Sabtu, 08 Maret 2025 | 12:24 WIB

Terkini

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Sasar Hotel Hingga Kosan, Pemkab Bogor Wajibkan Pemilik Laporkan Indikasi Penyimpangan Seksual

Bogor | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:36 WIB

BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif

BBRI Jadi Pilihan JPMorgan, Valuasi Murah dan Dividen Atraktif

Malang | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:35 WIB

JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik

JPMorgan: BBRI Layak Overweight, Kualitas Aset Terus Membaik

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:31 WIB

Didukung 42 PCNU Jatim, Kiai Kikin Tebuireng Resmi Ditugaskan Maju Calon Ketum PBNU

Didukung 42 PCNU Jatim, Kiai Kikin Tebuireng Resmi Ditugaskan Maju Calon Ketum PBNU

Jatim | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:31 WIB

Rahasia Agar Usaha Perempuan Tak Berhenti di Tengah Jalan

Rahasia Agar Usaha Perempuan Tak Berhenti di Tengah Jalan

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:26 WIB

Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia Diprotes Warga Italia

Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia Diprotes Warga Italia

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:25 WIB

Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight

Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight

Jawa Tengah | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:13 WIB

Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi

Kasus Pindah ke Kejagung, Status Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Dicekal Imigrasi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:10 WIB

Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026

Bukan Cuma Nonton Konser Musik, Ini 3 Destinasi Wajib Mampir Saat Kamu ke Jazz Gunung Bromo 2026

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:08 WIB

JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik

JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik

Batam | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:08 WIB

×