7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari

Ruth Meliana

Kamis, 03 April 2025 | 09:32 WIB
7 Manfaat Kesehatan Mengejutkan dari Membaca Buku Setiap Hari
ilustrasi membaca buku (freepik/benzoix)

Suara.com - Siapa sangka, membaca buku memiliki banyak manfaat kesehatan yang sangat mengejutkan. Membaca buku setiap hari ternyata bisa memperpanjang umur, memperlambat penurunan kognitif, meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan masih banyak lagi.

Apa yang kamu baca tidak menjadi masalah. Bisa buku self improvement, misteri, atau serial fiksi ilmiah favorit. Membaca buku juga cukup mudah, karena bisa dilakukan di mana saja.

Menyadur Very Well Health, berikut ini manfaat kesehatan positif dari membaca buku setiap hari.

1. Pembaca berumur panjang

ilustrasi membaca novel [pexels/George Milton]
ilustrasi membaca novel [pexels/George Milton]

Membaca buku mungkin menjadi kunci untuk hidup lebih lama. Menurut sebuah studi tahun 2016 dari para peneliti di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Yale, membaca buku dapat mengurangi angka kematian hingga 20%.

Meskipun membaca secara umum dapat memperpanjang umur, keuntungan bertahan hidup jauh lebih tinggi bagi pembaca buku daripada mereka yang membaca majalah dan koran.

Membaca fiksi, khususnya, ditemukan paling bermanfaat. Studi ini menemukan bahwa membaca buku fiksi setidaknya 30 menit sehari dapat menambah rata-rata dua tahun dalam hidup pembaca.

Efek tersebut tetap ada, bahkan dengan faktor-faktor yang mengendalikan seperti jenis kelamin, kekayaan, pendidikan, dan masalah kesehatan.

Para peneliti dalam studi tersebut menyarankan pembaca untuk menggunakan imajinasi saat membaca fiksi. Kebiasaan ini dapat membantu menjaga pikiran tetap aktif, sehingga pembaca bisa meraih manfaat kesehatan yang mendukung umur lebih panjang.

baca juga

2. Memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia

Ilustrasi membaca buku (pexels)
Ilustrasi membaca buku (pexels)

Membaca buku dapat melindungi dari penurunan kognitif. Di antaranya berkurangnya kemampuan untuk mengingat, bernalar, belajar, dan memperhatikan.

Pembaca dapat mempertahankan kemampuan kognitif mereka lebih baik seiring bertambahnya usia ketimbang mereka yang tidak membaca. Pembaca mungkin memiliki tingkat kehilangan ingatan yang lebih lambat dan lebih sedikit penurunan dalam keterampilan berpikir.

Membaca bisa membuat pembaca proaktif, di mana hal ini membentuk cadangan kognitif yang bermanfaat akan ketahanan terhadap penurunan kognitif atau kerusakan otak.

Semakin banyak seseorang membaca atau terlibat dalam aktivitas yang merangsang otak, maka semakin banyak cadangan kognitif yang dimiliki. Cadangan tersebut dapat membantu mengimbangi perubahan degeneratif terkait usia atau kerusakan pada otak.

Sebuah penelitian pada tahun 2021 meneliti efek membaca setiap hari terhadap penurunan kognitif, termasuk apakah tingkat pendidikan berperan. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa membaca merupakan faktor perlindungan di kemudian hari.

Membaca secara rutin dikaitkan dengan penurunan risiko penurunan kognitif pada orang dewasa yang lebih tua dari semua tingkat pendidikan, serta dalam jangka panjang.

3. Mengurangi stres

Ilustrasi membaca buku di alam terbuka (unsplash.com/atlasalexa)
Ilustrasi membaca buku di alam terbuka (unsplash.com/atlasalexa)

Membaca buku dapat menjadi cara yang sehat untuk melepaskan diri dari stres kehidupan sehari-hari. Membaca fiksi, khususnya, dapat meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan pembaca secara keseluruhan.

Satu tinjauan PLoS One tahun 2022 terhadap lima studi mengevaluasi dampak paparan bacaan fiksi. Hasilnya, bacaan fiksi memiliki dampak positif dan langsung pada suasana hati dan emosi.

Bacaan fiksi juga memiliki efek positif pada memori dan konsolidasi kognitif, yang merupakan proses di mana otak mengubah memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang.

Membaca memiliki dampak lebih dari sekadar peningkatan suasana hati dan kesejahteraan. Bacaan fiksi juga dapat meningkatkan kesadaran, optimisme, kebahagiaan, dan emosi positif lainnya.

Satu studi yang dilaporkan pada tahun 2022 membahas pentingnya membaca bagi kesehatan mental di lingkungan sekolah menengah atas.

Studi ini meneliti efek membaca cerita pada indikator kesehatan mental positif dan negatif dari waktu ke waktu pada siswa kelas 10. Dalam penelitian ini, 33 siswa berada dalam kelompok pembaca cerita, dan 20 siswa berada dalam kelompok kontrol.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok pembaca cerita mengalami peningkatan kesadaran, optimisme, dan kebahagiaan. Mereka juga mengalami penurunan depresi, kecemasan, dan emosi negatif selama lima minggu.

4. Membantu bersantai sebelum tidur

Ilustrasi membacakan dongeng untuk anak (Pexels)
Ilustrasi membacakan dongeng untuk anak (Pexels)

Membaca sebelum tidur dapat memberikan manfaat tidur yang luar biasa. Kegiatan ini merupakan kegiatan berenergi rendah yang dapat membantu orang bersantai sebelum tidur. Kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas tidur, memperpanjang durasi tidur, dan bahkan meredakan insomnia.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang membaca sebelum tidur akan lebih jarang terbangun dan tidur lebih lama daripada orang yang tidur tanpa membaca. Hal ini karena membaca, sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur, dapat memberi sinyal kepada otak bahwa sudah waktunya untuk tidur.

Membaca meningkatkan relaksasi fisik, yang membuat jantung melambat dan otot menjadi kurang tegang, sehingga tubuh dapat rileks. Membaca juga menenangkan pikiran dan mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur dan berpotensi memperpanjang durasi tidur.

Penelitian juga menunjukkan bahwa membaca sebelum tidur, bersama dengan pengobatan insomnia, dapat menenangkan pikiran dan membantu seseorang untuk tidur lebih baik.

Pembaca disarankan untuk membaca buku secara tradisional ketimbang menggunakan layar demi mendapatkan manfaat terbaik. Pasalnya, menghabiskan waktu di depan layar sebelum tidur bisa berdampak negatif pada kualitas tidur.

Artinya, membaca pada tablet atau telepon pintar mungkin memiliki efek yang berlawanan dengan membaca. Hal itu dapat berdampak negatif pada kualitas tidur dan durasi tidur. Batasi membaca pada ponsel atau tablet pada jam-jam siang hari, kecuali kamu memiliki e-reader yang tidak memancarkan cahaya biru.

5. Membantu memahami informasi kesehatan dengan lebih baik

Ilustrasi membaca buku (pexels)
Ilustrasi membaca buku (pexels)

Orang yang sering membaca merasa lebih nyaman membaca dan memahami informasi kesehatan. Ini disebut literasi kesehatan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), literasi kesehatan dapat membantu mencegah masalah kesehatan, melindungi informasi kesehatan, dan mengelola kesehatan dengan lebih baik saat masalah muncul.

Ketika orang memiliki literasi kesehatan yang kuat, mereka dapat membaca dan memahami informasi tentang kesehatan dan membuat keputusan tentangnya. Kamu bisa meningkatkan literasi kesehatan dengan membaca tentang kesehatan dan faktor risiko diri sendiri.

Jangan takut atau malu untuk bertanya kepada penyedia layanan kesehatan tentang hal-hal yang tidak dipahami. Kamu juga dapat meminta materi, seperti selebaran, foto, dan diagram, yang dapat meningkatkan pemahaman.

6. Meningkatkan kecerdasan

ilustrasi membaca novel (pexels.com/minan1398
ilustrasi membaca novel (pexels.com/minan1398

Membaca dapat meningkatkan kecerdasan manusia. Semakin banyak kamumembaca, semakin banyak informasi yang terserap. Membaca seperti latihan untuk otak, dan semakin banyak Anda menggunakan otak, semakin baik fungsinya.

Penelitian menunjukkan bahwa membaca dapat meningkatkan kosakata seseorang, yang terkait dengan kecerdasan.

Satu studi yang dilaporkan pada tahun 2015 menilai keterampilan membaca kata tertulis pada siswa kelas empat. Hal ini berdasarkan kosakata lisan yang dikumpulkan dari taman kanak-kanak dan ke kelas empat, delapan, dan sepuluh dari kelompok sampel yang besar.

Pengujian mengamati keterampilan membaca kata awal dan tingkat pertumbuhan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca di atas rata-rata memiliki tingkat pertumbuhan kosakata yang lebih tinggi daripada pembaca rata-rata.

Penelitian juga menemukan bahwa semakin kuat keterampilan membaca kamu di masa kanak-kanak, semakin besar kemungkinan kamu untuk meningkatkan kecerdasan.

Sebuah studi tahun 2015 menemukan bahwa anak-anak dengan keterampilan membaca yang lebih baik pada usia 7 tahun mendapat skor lebih tinggi pada tes IQ dibandingkan dengan anak-anak dengan keterampilan membaca yang lebih lemah.

7. Meningkatkan keterampilan sosial

Ilustrasi membaca (Pexels/RDNE Stock project)
Ilustrasi membaca (Pexels/RDNE Stock project)

Membaca dapat meningkatkan keterampilan sosial kamu karena memberikan contoh interaksi sosial yang dapat dipelajari.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering membaca memiliki keterampilan sosial dan perilaku yang lebih kuat dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca.

Membaca fiksi, khususnya, juga dapat membantu remaja menjadi empati dengan memberi mereka kesempatan untuk memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain.

Membaca juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan ketegasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat

5 Teknik Psikoterapi untuk Menangani Gangguan Mental, Ciptakan Coping Mechanism Sehat

Lifestyle | Rabu, 02 April 2025 | 13:00 WIB

Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi

Hindari Makanan Ini Saat Lebaran Jika Punya Kolesterol Tinggi

Lifestyle | Minggu, 30 Maret 2025 | 21:05 WIB

Bacaan Latin Takbiran Idul Fitri beserta Artinya

Bacaan Latin Takbiran Idul Fitri beserta Artinya

Lifestyle | Minggu, 30 Maret 2025 | 14:53 WIB

Persiapan Mudik Bareng Anak: Dokter Sarankan Ini Agar Perjalanan Lancar Tanpa Drama!

Persiapan Mudik Bareng Anak: Dokter Sarankan Ini Agar Perjalanan Lancar Tanpa Drama!

Health | Sabtu, 29 Maret 2025 | 21:29 WIB

10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami

10 Obat Herbal Terbaik untuk Menjaga Kesehatan Jantung secara Alami

Health | Minggu, 30 Maret 2025 | 08:08 WIB

7 Ramuan Herbal untuk Meningkatkan Fungsi Hati Secara Alami

7 Ramuan Herbal untuk Meningkatkan Fungsi Hati Secara Alami

Health | Minggu, 30 Maret 2025 | 08:10 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×