Al Gore dan Climate Reality Latih 200 Pemimpin Iklim Muda di Jakarta

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 April 2025 | 13:10 WIB
Al Gore dan Climate Reality Latih 200 Pemimpin Iklim Muda di Jakarta
Sebanyak 200 orang terpilih dari 18 kota di Indonesia datang mengikuti Climate Reality Leadership Corps Training yang diadakan oleh The Climate Reality Project Indonesia.

Suara.com - Suasana di Studio Produksi Film Negara (PFN), Jakarta, terasa berbeda pada awal April 2025. Ratusan anak muda dari berbagai kota berkumpul untuk satu tujuan memperkuat aksi menghadapi krisis iklim.

Mereka bukan peserta biasa. Sebanyak 200 orang terpilih dari 18 kota di Indonesia datang mengikuti Climate Reality Leadership Corps Training yang diadakan oleh The Climate Reality Project Indonesia.

Pelatihan ini istimewa. Selain karena skala dan tujuannya, pelatihan ini juga dihadiri langsung oleh Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat sekaligus pendiri organisasi tersebut.

Kegiatan ini merupakan bagian dari The REALITY Tour 2025, sebuah rangkaian kampanye global selama satu tahun. Fokusnya adalah membangun kemauan politik, memperluas dukungan publik, dan memperkuat komitmen dalam menghadapi krisis iklim.

Seluruh upaya ini mengarah pada persiapan menjelang Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) di Brasil, yang akan digelar pada November mendatang.

Al Gore menyampaikan pesannya secara langsung melalui video yang diputar dalam sesi utama. Meski tidak hadir fisik, kehadirannya tetap terasa kuat. Untuk pertama kalinya, presentasi utamanya disampaikan dalam 12 bahasa menggunakan kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini memungkinkan penyampaian pesan yang lebih luas, menjangkau peserta dengan latar belakang bahasa yang berbeda-beda.

“Pelatihan ini merupakan yang kedua kali digelar secara langsung di Jakarta. Pertama kali kami adakan pada 2011. Tahun ini, kami ingin memberikan ruang belajar sekaligus membangun jaringan aksi iklim lintas generasi,” ujar Direktur The Climate Reality Project Indonesia, Amanda Katili Niode, Ph.D.

Amanda menjelaskan bahwa peserta tidak hanya belajar dari Al Gore. Mereka juga mengikuti sesi refleksi 10 tahun Paris Agreement bersama dua tokoh penting dalam sejarah perjanjian tersebut: Christiana Figueres dan Laurence Tubiana.

Para peserta juga dibekali perspektif lokal. Narasumber yang dihadirkan berasal dari berbagai latar belakang—dari kebijakan publik, media sosial, hingga seni visual. Di antaranya adalah Andhyta Firselly Utami (CEO Think Policy), Jerhemy Owen Wijaya (content creator), dan Marrysa Tunjung Sari (fotografer dan penulis). Semua narasumber ini memiliki pengalaman dalam mengkomunikasikan isu lingkungan dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda.

baca juga

Pelatihan ini juga menghadirkan Jamiah Adams, Senior Vice President Diversity & Justice dari The Climate Reality Project (AS), dan Dr. Kartini Sjahrir, patron Climate Reality Indonesia. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa keberagaman dan keadilan adalah bagian penting dari solusi iklim.

“Ini saatnya menghidupkan kembali kepemimpinan global. Kita tidak bisa menunggu. Harus ada aksi nyata sekarang. The REALITY® Tour 2025 adalah langkah membangun kekuatan kolektif masyarakat agar berani menyuarakan kebenaran,” tegas Al Gore dalam pesannya.

Studio PFN menjadi tempat pelatihan ini berlangsung seharian penuh. Bukan tanpa alasan. PFN kini aktif membuka ruangnya bagi berbagai kegiatan edukasi dan advokasi sosial.

Sebanyak 200 orang terpilih dari 18 kota di Indonesia datang mengikuti Climate Reality Leadership Corps Training yang diadakan oleh The Climate Reality Project Indonesia.
Sebanyak 200 orang terpilih dari 18 kota di Indonesia datang mengikuti Climate Reality Leadership Corps Training yang diadakan oleh The Climate Reality Project Indonesia.

“PFN Heritage adalah ruang yang terbuka untuk agenda penting seperti ini. Kami bangga mendukung peningkatan kesadaran iklim melalui pelatihan ini,” kata Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah (Ifan),  yang turut hadir dalam pembukaan acara.

Sejak 2006, The Climate Reality Project telah melatih lebih dari 50.000 pemimpin iklim di 190 negara. Di Indonesia, jumlahnya telah melampaui 1.050 orang. Mereka aktif dalam berbagai gerakan, mulai dari edukasi hingga advokasi kebijakan publik.

Kini, 200 peserta baru dari Jakarta telah bergabung dalam jaringan itu. Setelah pelatihan, mereka resmi menjadi bagian dari Climate Reality Leadership Corps. Mereka diharapkan dapat membawa pulang ilmu dan semangat, serta memperluas dampak gerakan iklim ke komunitas masing-masing.

Bagi banyak peserta, pelatihan ini lebih dari sekadar kegiatan satu hari. Ini adalah awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Merawat Lingkungan dengan Cara Kekinian, Begini Cara Ajak Anak Muda Menjaga Kearifan Lokal

Merawat Lingkungan dengan Cara Kekinian, Begini Cara Ajak Anak Muda Menjaga Kearifan Lokal

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 10:35 WIB

Deforestasi dan Krisis Iklim: Mengapa Hutan Adalah Harapan Terakhir Kita?

Deforestasi dan Krisis Iklim: Mengapa Hutan Adalah Harapan Terakhir Kita?

Your Say | Selasa, 18 Maret 2025 | 09:56 WIB

Iklim Kian Krisis, Apakah Kita Sudah Terlambat untuk Bertindak?

Iklim Kian Krisis, Apakah Kita Sudah Terlambat untuk Bertindak?

Your Say | Senin, 17 Maret 2025 | 17:07 WIB

Terkini

MacBook Neo Ubah Standar Laptop Ringan, ADVAN AIR NEO Jawab dengan Intel Wildcat Lake

MacBook Neo Ubah Standar Laptop Ringan, ADVAN AIR NEO Jawab dengan Intel Wildcat Lake

Tekno | Kamis, 10 September 2026 | 07:50 WIB

Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an

Jeruji Jadi 'Pesantren', Puluhan Napi di Kendari Berhasil Khatam Al-Qur'an

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:47 WIB

Kenapa Setrika Tiba-Tiba Keluar Asap? Jangan Panik, Kenali 5 Penyebabnya!

Kenapa Setrika Tiba-Tiba Keluar Asap? Jangan Panik, Kenali 5 Penyebabnya!

Lifestyle | Kamis, 10 September 2026 | 07:44 WIB

Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!

Saksi Kasus Pungli Gowa Ngaku Diperiksa di Bawah Pohon dan Diancam, Polisi: Tidak Benar!

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:39 WIB

Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo

Luruskan Pidato Politik, AHY Tegaskan Demokrat Tak Berpaling dari Prabowo

News | Kamis, 10 September 2026 | 07:34 WIB

Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering

Dapur Gizi RSSA Malang Hangus Terbakar, Pasien Mengungsi dan Pasokan Makanan Beralih Katering

Malang | Kamis, 10 September 2026 | 07:31 WIB

BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!

BBM dan Elpiji Sulsel Langka 2 Bulan, DPRD Semprot Pertamina: Jangan Cuma Beri Penjelasan!

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:30 WIB

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset

Tecno Pova 8 Pro 5G Resmi di Indonesia, Bawa Layar 144Hz dan Dual Chipset

Your Say | Kamis, 10 September 2026 | 07:25 WIB

HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa

HBD 2026 Menembus 4 Pulau, Sensasi Touring Lintas Generasi yang Tak Biasa

Otomotif | Kamis, 10 September 2026 | 07:22 WIB

Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar

Antrean Panjang BBM di SPBU Pulau Sulawesi Tak Wajar

Sulsel | Kamis, 10 September 2026 | 07:21 WIB

×