Jangan Salahkan Diri! Ini 8 Cara Mengatasi Trauma akibat Kekerasan Seksual

Yasinta Rahmawati

Rabu, 09 April 2025 | 14:21 WIB
Jangan Salahkan Diri! Ini 8 Cara Mengatasi Trauma akibat Kekerasan Seksual
Ilustrasi kekerasan seksual [freepik.com]

Suara.com - Cara mengatasi trauma akibat kekerasan seksual penting untuk diketahui seiring viralnya kasus dokter residen perkosa pendamping pasien. Dalam sebuah thread viral di X, seorang dokter residen anestesi melancarkan aksinya dengan modus meminta korban melakukan transfusi darah untuk sang ayah yang sedang dirawat di ICU.

Korban kemudian dibawa ke ruangan sepi di gedung baru rumah sakit lalu diberi obat bius oleh pelaku. Pada saat itulah sang dokter residen mulai melancarkan tindakan kekerasan seksual. Lantas bagaimana cara mengatasi trauma akibat kekerasan seksual? Simak penjelasan berikut ini.

Cara Mengatasi Trauma akibat Kekerasan Seksual

Ilustrasi kekerasan seksual [freepik.com]
Ilustrasi kekerasan seksual [freepik.com]

1. Terapi dengan Profesional
Kekerasan seksual dapat menyebabkan trauma mendalam yang sulit diatasi sendiri. Terapi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater dapat membantu korban memproses pengalaman traumatis, mengelola gejala seperti kecemasan dan depresi, serta membangun strategi pemulihan yang sehat.

2. Terbuka dengan Orang Terdekat
Berbicara tentang pengalaman traumatis dengan orang-orang yang dipercaya, seperti keluarga atau teman dekat, dapat membantu mengurangi beban emosional. Dukungan dari orang-orang terdekat dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan tidak sendirian.

3. Mulai Menerima Keadaan
Menerima bahwa kekerasan seksual telah terjadi adalah langkah penting dalam proses pemulihan. Ini bukan berarti menyetujui atau membenarkan tindakan pelaku, tetapi mengakui realitas bahwa peristiwa tersebut adalah bagian dari masa lalu.

4. Mencintai Diri Sendiri
Kekerasan seksual dapat merusak harga diri dan membuat korban merasa tidak berharga. Oleh karena itu, penting untuk kembali mencintai dan menghargai diri sendiri. Fokus pada kekuatan dan kualitas positif yang dimiliki, serta lakukan aktivitas yang membuat merasa bahagia dan rileks.

5. Berhenti Salahkan Diri Sendiri
Korban kekerasan seksual seringkali merasa bersalah atau malu atas apa yang terjadi. Mereka mungkin berpikir bahwa mereka seharusnya bisa mencegahnya atau bahwa mereka 'pantas' mendapatkannya. Penting untuk diingat bahwa kekerasan seksual adalah sepenuhnya salah pelaku. Korban tidak bertanggung jawab atas tindakan orang lain dan tidak ada yang pantas mengalami kekerasan.

6. Selalu Berpikir Positif
Trauma dapat membuat seseorang terjebak dalam pikiran negatif dan pesimisme. Cobalah untuk melatih diri berpikir positif dengan fokus pada hal-hal baik dalam hidup, mencari hikmah dari pengalaman buruk, dan menetapkan tujuan-tujuan kecil yang realistis. Pikiran positif dapat membantu meningkatkan suasana hati, motivasi, dan harapan untuk masa depan.

7. Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Kekerasan seksual dapat meruntuhkan rasa percaya diri dan membuat korban merasa tidak berdaya. Untuk memulihkan rasa percaya diri, mulailah dengan menetapkan tujuan-tujuan kecil yang dapat dicapai, seperti mempelajari keterampilan baru atau mengikuti kegiatan yang disukai.

baca juga

8. Latihan untuk Menenangkan Diri
Trauma dapat memicu reaksi fisik dan emosional yang intens, seperti kecemasan, panik, atau kemarahan. Latihan untuk menenangkan diri dapat membantu mengelola reaksi-reaksi ini dan menciptakan rasa damai dan kontrol. Beberapa teknik yang dapat dicoba antara lain pernapasan dalam, meditasi, yoga, atau mendengarkan musik yang menenangkan.

Viral Dokter Residen Perkosa Pendamping Pasien

Ilustrasi dokter [freepik.com]
Ilustrasi dokter [freepik.com]

Kasus dugaan pemerkosaan yang melibatkan dua dokter residen anestesi terhadap anak perempuan pasien di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa Barat, tengah viral di media sosial. Menurut informasi yang beredar, pelaku diduga adalah mahasiswa yang sedang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi di sebuah universitas terkemuka di Bandung.

Kejadian ini diduga menimpa seorang penunggu pasien. Akun Instagram @ppdsgramm menuliskan, "Assalamualaikum dok, izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anestesi PPDS FK ***** melakukan pemerkosaan kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius. Keluarga korban menuntut secara hukum kepada kedua residen."

Kronologi kejadian bermula ketika korban, seorang perempuan, sedang menjaga ayahnya yang dirawat di ruang ICU dan membutuhkan transfusi darah. Pelaku kemudian datang menawarkan bantuan untuk mempercepat proses crossmatch darah, sebuah prosedur penting sebelum transfusi.

Korban lalu dibawa ke lantai 7 sebuah gedung baru dan diminta mengganti pakaian dengan pakaian pasien. Korban yang tidak mengetahui detail prosedur tersebut mengikuti arahan pelaku.

Setelah itu korban diberi obat penenang (bius) jenis midazolam. Dalam keadaan tidak sadar, korban diduga mengalami tindakan asusila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual, Belajar dari Kasus Dokter Residen Perkosa Keluarga Pasien

Tips Lindungi Diri dari Pelecehan Seksual, Belajar dari Kasus Dokter Residen Perkosa Keluarga Pasien

Lifestyle | Rabu, 09 April 2025 | 13:42 WIB

Apa Itu Tes Crossmatch? Diduga Modus Kekerasan Seksual Residen Anestesi Unpad ke Penunggu Pasien

Apa Itu Tes Crossmatch? Diduga Modus Kekerasan Seksual Residen Anestesi Unpad ke Penunggu Pasien

Lifestyle | Rabu, 09 April 2025 | 12:52 WIB

Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM

Membongkar Kekerasan Seksual di Kampus oleh Oknum Guru Besar Farmasi UGM

Your Say | Rabu, 09 April 2025 | 09:50 WIB

Terkini

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:46 WIB

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 19:05 WIB

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:30 WIB

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:27 WIB

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:15 WIB

3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi

3 Micellar Water Khusus Anak untuk Angkat Kotoran di Wajah Tanpa Iritasi

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:14 WIB

4 Face Wash Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Review

4 Face Wash Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas Menurut Review

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:35 WIB

5 Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry Skala Kiloan yang Awet

5 Mesin Cuci untuk Bisnis Laundry Skala Kiloan yang Awet

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:19 WIB

Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli

Alasan Kulit Babi Banyak Digunakan di Industri Fesyen, Umat Muslim Harus Teliti sebelum Beli

Lifestyle | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:51 WIB