Warnai Pemakaman Titiek Puspa, Sejarah Baju Putih Pelayat dan Maknanya

Husna Rahmayunita

Sabtu, 12 April 2025 | 19:01 WIB
Warnai Pemakaman Titiek Puspa, Sejarah Baju Putih Pelayat dan Maknanya
Keluarga dan sanak saudara berdoa diatas pusara Penyanyi Titiek Puspa usai dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Ada satu hal yang menyita perhatian kala keluarga mengantar jenazah Titiek Puspa ke peristirahatan terakhirnya di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (11/4/2025).
 
Mendiang pelantun lagu "Kupu-Kupu Malam" tersebut sempat berwasiat agar para keluarga memakai baju putih sepanjang prosesi pemakamannya tersebut.

Hari mengantarkan Titiek Puspa ke pemakaman akhirnya tiba, dan keluarga sontak menghormati wasiat Titiek Puspa itu dan kompak mengenakan pakaian serba putih.

Putri Titiek, Petty Tunjungsari kala ditemui usai pemakaman, Jumat (11/4/2025) mengungkap bahwa sang ibunda berpesan langsung kepada keluarga agar menghindari memakai baju hitam.

Titiek sempat mengungkap ke keluarganya bahwa ia tak suka dengan baju hitam dan meminta sanak saudaranya untuk mengenakan baju putih ketika suatu saat ia berpulang.

Prosesi pemakaman Penyanyi Titiek Puspa di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Prosesi pemakaman Penyanyi Titiek Puspa di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (11/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pilihan Titiek tentu terbilang berbeda ketimbang baju pemakaman pada umumnya yakni yang bernuansa hitam dan gelap sebagai perlambangan duka.

Petty menilai bahwa pilihan sang ibunda merupakan salah satu wujud jiwa seniman yang punya pemikiran unik tersendiri.

Lantas, apakah pemakaman dengan pakaian putih wajar dipakai dalam pemakaman?

Mari simak sejarah pemakaian baju putih di pemakaman.

Baju putih vs baju hitam untuk pemakaman: Mana yang lebih historis?

baca juga

Mengutip Britannica warna hitam menjadi salah satu warna yang menyimbolkan kedukaan. Warna hitam yang gelap dan legam mewarnai suasana hati keluarga serta sahabat yang berduka ditinggalkan oleh sosok yang hendak dimakamkan.

Penggunaan warna hitam sebagai simbol kedukaan ada di berbagai kebudayaan dari Eropa hingga Asia.

Berdasarkan penjelasan yang sama oleh Britannica, hitam telah dipakai oleh bangsa Romawi yang menilai warna ini membangkitan emosi kedukaan dan melambangkan kematian.

Titiek Puspa meninggal dunia. [Dok. Istimewa]
Titiek Puspa meninggal dunia. [Dok. Istimewa]

Sontak, kebudayaan Eropa akhirnya mengadopsi warna hitam sebagai warna baju di pemakaman dari zaman Pertengahan hingga zaman modern.

Warna hitam juga akhirnya turut diserap oleh berbagai kebudayaan yang berkontak dengan bangsa Eropa, seperti masyarakat di Jepang dan Korea yang kini memakai baju modern berwarna hitam di tengah prosesi pemakaman yang sifatnya tradisional.

Usut punya usut, kebudayaan di luar Eropa telah memakai baju warna putih untuk kedukaan sebelum terekspos dengan budaya Eropa, sebagaimana yang dicatat oleh Steve Hullfish dalam penelitiannya yang berjudul Psychology of Color.

Kebudayaan Tiongkok dan Jepang di abad pertengahan mengasosiasikan warna putih dengan kedukaan. Hal ini juga tak terlepas dari ajaran Konfusianisme yang berkembang di Tiongkok.

Warna putih sebagai warna kedukaan juga lekat dalam budaya di Thailand hingga India dengan ajaran Hindu dan Budhis yang kuat.

Setelah ditelusuri, masyarakat yang dominan beragama Islam dan punya corak kebudayaan bernuansa ajaran Islam juga menggunakan pakaian putih saat prosesi kedukaan.

Hal tersebut juga terkait dengan hukum fiqh soal baju yang dikenakan saat berduka.

Hukum Islam soal baju pemakaman
 
Ajaran Islam justru lebih menekankan pemakaian warna putih dibandingkan dengan warna hitam saat prosesi mengantarkan jenazah.

Adapun dalam fiqh takziyah atau mengantar jenazah, para pelayat dan keluarga dianjurkan untuk memakai warna putih.

Warna hitam untuk melayat ternyata hukumnya adalah makruh dalam hukum fiqh, yang artinya perbuatan tersebut sebaiknya tidak dilakukan, namun tidak berdosa jika dilakukan.

Para ulama sepakat bahwa warna hitam dikhawatirkan akan menimbulkan perasaan tidak ikhlas terhadap kematian seseorang, sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Al-Mausu’ah Alfiqhiyyah.

Selain itu, Rasulullah dalam Hadist Riwayat At-Thabrani juga menganjurkan untuk memakai pakaian warna putih yang menyerupai warna kafan sebagai perlambangan kematian.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makna Lagu Kupu-Kupu Malam Ciptaan Titiek Puspa, Deep Banget!

Makna Lagu Kupu-Kupu Malam Ciptaan Titiek Puspa, Deep Banget!

Lifestyle | Sabtu, 12 April 2025 | 18:37 WIB

Ivan Gunawan Masih Berduka Ditinggal Titiek Puspa: Gak Ada yang Telepon Aku Lagi

Ivan Gunawan Masih Berduka Ditinggal Titiek Puspa: Gak Ada yang Telepon Aku Lagi

Entertainment | Sabtu, 12 April 2025 | 17:50 WIB

Silsilah Keluarga Titiek Puspa: Anak Mantri Jadi Penyanyi Legendaris

Silsilah Keluarga Titiek Puspa: Anak Mantri Jadi Penyanyi Legendaris

Lifestyle | Sabtu, 12 April 2025 | 14:46 WIB

Terkini

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:40 WIB

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

Mantan Pekerja Asbes Laporkan Dugaan Penyakit Akibat Kerja ke Pengawas Ketenagakerjaan Karawang

News | Senin, 28 September 2026 | 14:36 WIB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

GOTO Jadi Korban Batas Harga Saham Rp1, Langsung ARB

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 14:29 WIB

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Ini Kandang Timnas Indonesia! Atmosfer GBK 7 Tahun Lalu Bikin Bulu Kuduk Pemain Malaysia Berdiri

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:28 WIB

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Al-Washliyah-GJI Jajaki Kolaborasi Energi Terbarukan dengan BAZNAS Sumut

Sumut | Senin, 28 September 2026 | 14:23 WIB

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Buka Diler ke-50, Geely Goda Warga Konsumen Lewat Fasilitas Fast Charging dan Garansi 5 Tahun

Otomotif | Senin, 28 September 2026 | 14:21 WIB

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Rekor Timnas Indonesia vs Malaysia: Garuda Berjaya atas Harimau Malaya di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Review Forgotten Island: Emosinya Kuat, tapi Konfliknya Terlalu Main Aman

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Apa Weton Paling Sakral? Ini Daftarnya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 14:20 WIB

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 14:18 WIB

×