Mengenal Fenomena Panic Buying, Warga Berebut Beli Emas saat Harga Naik Drastis

Yasinta Rahmawati

Senin, 14 April 2025 | 16:33 WIB
Mengenal Fenomena Panic Buying, Warga Berebut Beli Emas saat Harga Naik Drastis
Kondisi ekonomi dunia yang kini kurang stabil membuat banyak orang berbondong-bondong membeli emas.

Suara.com - Kondisi ekonomi dunia yang kini tak stabil membuat banyak orang mengalami PHK massal, krisis pendapatan, hingga menambah jumlah pengangguran di Indonesia. Di tengah-tengah kondisi yang cukup memprihatinkan ini, justru muncul fenomena panic buying terhadap logam mulia atau emas yang kini harganya melambung tinggi.

Sebut saja emas LM keluaran Antam dalam gramasi 1 gr, di tahun 2020 lalu harganya masih sebesar Rp900 ribuan. Namun, kini emas LM 1 gr mencapai harga Rp1,8 juta atau naik sampai 2 kali lipat.

Kenaikan harga hingga dua kali lipat di tahun 2025 ini ternyata tak membuat masyarakat lesu dalam daya beli emas. 

Baru-baru ini, muncul sebuah video ketika ratusan orang di Cibinong, Bogor berlarian dan berebut untuk membeli emas Antam di salah satu mal di Bogor, Jawa Barat. Bahkan, tak sedikit dari para calon pembeli emas mengantri sejak subuh.

"Rame banget yang beli emas, udah kaya antri bansos aja," tulis salah satu warganet di X.

Fenomena ini pun dikaitkan dengan istilah panic buying. Pihak Antam sendiri diketahui sempat kehabisan stok beberapa jenis gramasi LM dan baru memperbaharui stok pasca Lebaran lalu.

Namun, kebutuhan masyarakat yang akan membeli emas semakin meningkat pun membuat banyak dari mereka harus sampai berebut demi mendapatkan emas yang mereka inginkan.

Lalu, apa sebenarnya definisi dari panic buying dan apa penyebabnya? Simak inilah selengkapnya.

Panic Buying dan Penyebabnya

Panic buying adalah fenomena di mana masyarakat membeli barang dalam jumlah besar secara mendadak karena rasa takut akan kelangkaan barang atau kenaikan harga di masa depan.

baca juga

Fenomena panic buying sering terjadi dalam situasi krisis, seperti pandemi, bencana alam, ketegangan politik, atau lonjakan harga komoditas tertentu.

Beberapa faktor yang memicu panic buying antara lain:

1. Ketidakpastian dan Ketakutan

Saat masyarakat merasa tidak yakin dengan kondisi ekonomi di masa depan, mereka cenderung mengamankan barang-barang yang dianggap penting atau bernilai.

2. Penyebaran informasi yang berlebihan

Penyebaran informasi dari media sosial atau media massa yang tidak akurat bisa memicu reaksi berlebihan di masyarakat. Orang-orang cenderung mengikuti arus tanpa memverifikasi kebenaran informasi tersebut.

3. Efek domino ke masyarakat

Ketika seseorang melihat banyak orang lain membeli suatu barang dalam jumlah besar, ia pun terdorong untuk melakukan hal yang sama karena takut ketinggalan atau tidak kebagian.

Tak heran jika banyak orang yang merasa takut dan memilih untuk mengantre lama membeli emas karena takut tak kebagian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Terus Naik, BSI Raup Cuan Rp 772 Miliar

Harga Emas Terus Naik, BSI Raup Cuan Rp 772 Miliar

Bisnis | Senin, 14 April 2025 | 13:59 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Buatan UBS Naik, Antam-Galeri24 Stabil

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Buatan UBS Naik, Antam-Galeri24 Stabil

News | Senin, 14 April 2025 | 10:27 WIB

Harga Emas Antam Semakin Mendekati Rp2 Juta per Gram, Bakal Naik Lagi?

Harga Emas Antam Semakin Mendekati Rp2 Juta per Gram, Bakal Naik Lagi?

Bisnis | Sabtu, 12 April 2025 | 13:32 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

×