Kenali Perbedaan Ijazah Asli dan Palsu

Andi Ahmad S

Senin, 21 April 2025 | 18:33 WIB
Kenali Perbedaan Ijazah Asli dan Palsu
Ilustrasi Ijazah Palsu. [Antara]

Tinta dan tanda tangan tidak mudah luntur.

Ijazah Palsu:

Kertas biasa, mudah rusak atau luntur.

Cetakan bisa buram, warna tidak tajam, watermark tidak jelas, atau tidak ada sama sekali.

3. Tanda Tangan dan Cap Resmi

Ijazah Asli:

Ada tanda tangan pejabat resmi (rektor/kepala sekolah), lengkap dengan cap basah institusi.

Format penulisan nama dan gelar konsisten.

Ijazah Palsu:

baca juga

Cap kadang dicetak (bukan asli), tanda tangan bisa terlihat tidak natural (copy-paste atau scan).

Nama atau gelar bisa typo atau tidak sesuai aturan.

4. Asal Institusi

Ijazah Asli:

Dikeluarkan oleh institusi pendidikan resmi dan terakreditasi.

Nama kampus/sekolah dikenal dan tercantum di data Kemendikbud.

Ijazah Palsu:

Bisa berasal dari institusi fiktif, tidak terdaftar, atau “kampus abal-abal”.

Alamat institusi tidak jelas atau tidak ditemukan.

Informasi Tambahan Soal Isu Ijazah Palsu Jokowi

Isu ijazah palsu mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, hingga kini belum menemukan ujungnya. Bahkan, sejumlah perwakilan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) mendatangi kediaman Jokowi untuk melihat ijazah yang dikeluarkan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Polemik ini rupanya membuat salah satu alumni UGM angkat bicara. Dalam video yang tayang di kanal YouTube Mosato Doc pada 18 April 2025, pemilik akun mendatangkan Dr. Ing. Ignatius Iryanto Djou sebagai narasumber.

Pernyataan Dr. Ing. Iryanto tersebut menarik atensi publik karena rupanya pihak UGM sebenarnya mampu membuktikan keaslian ijazah Jokowi dengan mudah. Dalam cuplikan video yang dibagikan ulang oleh akun X @RomitsuT, Dr. Ing. Iryanto meminta agar pihak kampus terlibat dalam masalah ini.

"Publik sekarang sudah terlanjur mencurigai bahwa Jokowi itu bukan alumnus dan bahwa ijazahnya itu palsu. Nah ini UGM sebaiknya tampil, tegas, menunjukkan mana fakta yang benar," kata Dr. Ing. Iryanto.

Ia mengaku sebagai alumni UGM pada tahun 1980-an, tahun yang sama dengan Jokowi masuk kuliah jika sesuai dengan keterangannya. Hanya saja, tahun lulus keduanya berbeda.

"Saya alumni UGM tahun 1980 saya masuk, iya (sama seperti Jokowi). Kelihatannya memang (satu angkatan) kalau dilihat dari keterangannya beliau mau tahun 80, berarti kami memang satu angkatan. Jadi karena waktu itu masa kuliahnya tidak mungkin cepat 4 tahun atau 3,5 tahun, jadi kemungkinan yang paling cepat wisudanya setelah 5 tahun, ya tahun 85 mestinya wisudanya. Saya dengar Pak Jokowi wisuda tahun 85, saya sendiri wisuda tahun 86," aku Dr. Ing. Iryanto.

Meski wisuda pada tahun yang berbeda, tetapi ia yakin format ijazah yang dikeluarkan pada tahun 1980-an memiliki format yang sama. Dalam podcast tersebut, Dr. Ing. Iryanto juga membawa ijazah miliknya yang dikeluarkan UGM.

"Jadi (tahun) 85 dan 86 itu mestinya format ijazahnya sama.Ini ijazah saya, ini nomor seri. Nomor seri ini ada kode fakultas, ada nomor induk di fakultas, ada singkatan dari fakultas, dan ada tahun lulus. Soal font, saya yakin mestinya sama. Nama ini memang ditulis tangan. Jadi kalau ijazah asli yang keluar di tahun-tahun ini, pasti namanya ditulis tangan. Nomor induk di fakultas juga ditulis tangan. Lalu ada tanda tangan dekan, ada tanda tangan rektor. Rektornya pasti sama (dengan Jokowi)," jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Ing. Iryanto mengatakan bahwa setiap mahasiswa UGM yang ingin mengikuti wisuda pada tahun itu diwajibkan mendapatkan surat khusus, yaitu surat keterangan bebas pinjaman dari perpustakaan.

"Sebenarnya ada beberapa dokumen pendukung sehingga kita bisa diwisuda dan dapat ijazah. Misalnya, ada surat keterangan bebas pinjaman dari perpustakaan pusat," sambungnya.

Jika memang Jokowi benar lulus dari Universitas Gadjah Mada, maka seharusnya Jokowi memiliki surat keterangan tersebut. Jika surat khusus itu sudah tak ada, Dr. Ing. Iryanto menyebut seharusnya pihak fakultas masih menyimpan dokumennya.

"Mestinya (Jokowi) ada, itu harusnya dekannya atau jurusannya, itu pasti punya dokumennya. Jadi kalau memang UGM mau nunjukkan keasliannya, ya tinggal tunjukkan surat itu," imbuhnya.

Tak hanya itu, Dr. Ing. Iryanto juga meminta kepada teman-teman satu angkatan Jokowi yang secara personal mengenalnya langsung untuk angkat bicara dan memberikan kesaksian. Karena menurutnya, perdebatan tentang ijazah palsu mantan presiden merupakan pembodohan bagi rakyat.

"Seharusnya Pak Jokowi tidak perlu menolak untuk menunjukkan ijazah aslinya. Dan teman-temannya yang seangkatan ya, tolong bicara langsung lah. Ceritakan, saya dengar Pak Jokowi dulu juga aktif di Mapala. Terbukalah, supaya selesai ini. Capek rakyat dengan wacana-wacana seperti ini. Ini pembodohan buat masyarakat kita," tambahnya lagi.

Unggahan itu pun sontak menuai beragam respons dari publik. Tak sedikit warganet yang setuju dengan Dr. Ing. Iryanto selaku alumni UGM.

"Sebenarnya Pak Jokowi juga dirugikan dalam hal ini. Kalau memang benar Pak Jokowi alumni Fakultas Kehutanan UGM, kemudian ijazahnya ada yang mengatakan palsu, Pak Jokowi juga punya hak untuk somasi UGM karena UGM yang mencetak dan mengeluarkan ijazah tersebut. UGM harus tegas dalam hal ini, jadi nggak bertele-tele," komentar @shea****_***

"Ayo bapak-bapak alumni UGM khususnya Fakultas Kehutanan angkatan tahun 1980, bersuara lah," tambah @taha*******

"Kalau ada teman seangkatan nggak kenal, artinya Jokowi itu 'wujuduhu kaadamihi'. Padahal kuliahnya 5 tahun, mestinya terkenal karena pasti pinter dengan IPK >3. IPK tinggi mestinya dapat kerja bagus. Sementara pengakuannya IPK <2.5. Harusnya kuliah 7 tahun atau D.0. Benar-benar misterius," timpal @aidu***

"Jangankan cuma ijazah, foto wisuda, kalau ada pasti akan ditunjukkan. Jadi imam, masuk got, siram air kembang ke mobil Esemka aja dipublikasikan kok, ya to?" sambung @dhen*****

"Lagian kenapa sih Jokowi nggak mau memperlihatkan ijazahnya ke publik? Bapak ini aja bisa kok memperlihatkan ijazahnya itu," tulis @anug*********

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Jawab Isu Matahari Kembar Usai Digeruduk Menteri di Solo: Silaturahmi Biasa?

Jokowi Jawab Isu Matahari Kembar Usai Digeruduk Menteri di Solo: Silaturahmi Biasa?

Video | Senin, 21 April 2025 | 16:42 WIB

Tegaskan Tak Ada Matahari Kembar, Istana Sebut Prabowo Tak Terganggu Menterinya Sowan ke Jokowi

Tegaskan Tak Ada Matahari Kembar, Istana Sebut Prabowo Tak Terganggu Menterinya Sowan ke Jokowi

News | Senin, 21 April 2025 | 15:48 WIB

Rumah Jokowi Didatangi Peserta Sespimmen Polri, Eks Kompolas: Tidak Perlu Sensitif

Rumah Jokowi Didatangi Peserta Sespimmen Polri, Eks Kompolas: Tidak Perlu Sensitif

News | Senin, 21 April 2025 | 15:19 WIB

Istana Tak Masalah Usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional: Jangan Selalu Melihat yang Kurangnya

Istana Tak Masalah Usulan Soeharto jadi Pahlawan Nasional: Jangan Selalu Melihat yang Kurangnya

News | Senin, 21 April 2025 | 15:00 WIB

Forum Purnawirawan TNI Minta Menteri Pro-Jokowi Direshuffle, Deddy Sitorus: Berarti Ada Masalah

Forum Purnawirawan TNI Minta Menteri Pro-Jokowi Direshuffle, Deddy Sitorus: Berarti Ada Masalah

News | Senin, 21 April 2025 | 13:42 WIB

Terkini

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Chery Indonesia Catat Lonjakan Pemesanan di GIIAS 2026

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Makin Pedas, Rawit Merah Tembus Rp61.700/Kg

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:03 WIB

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Waspada WhatsApp Kena 'Account in Review', Segera Atur Privasi Grup Biar Orang Asing Tak Bisa Add

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

Kejagung Tahan 2 Tersangka Korupsi Pajak Pulp PT TPL, Kerugian Capai Rp2 Triliun

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:01 WIB

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Huawei Pura 90s Series Siap Masuk Indonesia Pamer AI dan Kamera Telephoto 200MP

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Etika Pakai Smart Glasses di Ruang Publik, Ini Kata Komdigi

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Sering Diabaikan, Masalah Sepele pada Gigi Ternyata Bisa Merusak Sistem Pencernaan

Health | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

Kasus Sutrimo Naik Penyidikan! Polisi Temukan Unsur Pidana di Balik Kejanggalan Kematian

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Daftar Perombakan MSCI untuk Saham Indonesia, IHSG Bersiap Tertekan?

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Hearts2Hearts Debut Jepang Lewat Iconic Heart: Semangat Tuk Ikuti Kata Hati

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:35 WIB

×