Dari Reruntuhan ke Harapan: Kisah Jayadi, Penyintas Gempa Lombok yang Menginspirasi

M. Reza Sulaiman

Kamis, 24 April 2025 | 20:56 WIB
Dari Reruntuhan ke Harapan: Kisah Jayadi, Penyintas Gempa Lombok yang Menginspirasi
Docuseries Jayadi Merawat Harapan. (dok. Ist)

Suara.com - Di balik setiap tragedi, selalu ada cerita tentang keberanian dan keteguhan hati. Salah satunya adalah kisah Jayadi, seorang warga Singaraja, Bali, yang namanya kini menjadi simbol harapan setelah selamat dari gempa dahsyat yang mengguncang Lombok pada tahun 2018.

Gempa berkekuatan 7 Skala Richter itu tidak hanya meruntuhkan bangunan, tetapi juga menyisakan luka mendalam bagi ratusan ribu warga. Lebih dari setengah juta orang terdampak, ratusan jiwa melayang, dan ribuan rumah hancur. Namun dari reruntuhan itulah, kisah luar biasa tentang ketabahan Jayadi muncul ke permukaan.

Saat gempa terjadi, Jayadi sedang berada di rumah bersama keluarganya. Getaran yang sangat kuat mengguncang bumi dan mengguncang jiwanya. Dalam kepanikan, istrinya pingsan, anak-anak mereka ketakutan, dan suasana di sekelilingnya kacau balau. Namun Jayadi memilih untuk tetap tegar. “Saya tidak mau terlihat lemah di depan anak-anak. Kalau saya menangis, mereka akan makin takut,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Trauma dari peristiwa itu tidak mudah hilang. Bahkan bertahun-tahun setelahnya, suara keras masih bisa membangkitkan kenangan pahit dan membuat istrinya gemetar. Tapi Jayadi memilih untuk terus bergerak. Ia mencoba mengalihkan perasaan traumanya lewat pekerjaan dan kegiatan sosial.

Tumbuh dari Keterbatasan

Jayadi tumbuh dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang sopir yang kemudian menjadi petani. Meski memiliki prestasi akademik yang membanggakan dan diterima di perguruan tinggi melalui jalur PMDK, Jayadi mengurungkan niat melanjutkan pendidikan karena tak ingin membebani orang tuanya.

Setelah lulus SMA, ia bekerja keras, hingga akhirnya diterima di McDonald’s Indonesia setelah tiga kali melamar. Perlahan tapi pasti, kariernya menanjak. Pada 2016, ia dipercaya menjadi Regional General Manager di Mataram. Tanggung jawab besar ini ia emban meski hanya berbekal ijazah SMA.

Namun justru dari titik inilah, ujian besar datang. Gempa bumi mengguncang Lombok dan mengubah cara pandangnya terhadap hidup. “Saya merasa hidup ini harus memberi manfaat, tidak hanya untuk keluarga, tapi juga untuk sesama,” tuturnya.

Membangun Kembali dengan Empati

baca juga

Setelah bencana, Jayadi aktif membantu komunitasnya pulih. Ia terlibat dalam Sekaa, organisasi adat yang mendorong solidaritas dan gotong royong di masyarakat. Dari situ, ia belajar tentang pentingnya meredam ego demi kepentingan bersama, dan bagaimana empati bisa menjadi kekuatan utama dalam menghadapi kehidupan.

Budaya Bali yang sarat nilai kekeluargaan juga menginspirasi Jayadi. Ia menanamkan kecintaan terhadap seni kepada anak-anaknya, terutama tari, yang pernah menjadi impiannya di masa kecil namun terhenti karena keterbatasan biaya. Kini, anak ketiganya aktif menari, meneruskan impian sang ayah yang sempat tertunda.

Hidup yang Bermakna dan Menginspirasi Lewat Layar

Kisah Jayadi yang menyentuh hati ini diangkat ke layar dalam episode penutup serial dokumenter Sosok Baik Indonesia, sebuah docuseries yang disutradarai oleh Wisnu Surya Pratama. Serial ini bisa disaksikan melalui kanal YouTube @niatbaikhasilbaik_id, dan bertujuan memperlihatkan sisi kemanusiaan dari peristiwa-peristiwa besar yang kerap hanya dilihat dari angka statistik.

Menurut sang sutradara, masyarakat sering kali lupa bahwa di balik angka-angka korban bencana, ada manusia dengan kehidupan dan perjuangan yang tak ternilai. Melalui docuseries ini, Jayadi tidak hanya menjadi tokoh, tetapi juga pengingat bahwa trauma bisa disembuhkan, dan bahwa harapan bisa dibagikan.

“Bencana bukan akhir dari segalanya. Justru dari sana, saya belajar pentingnya kepedulian, kerja sama, dan rasa syukur,” ungkap Jayadi. Ia menjadi bukti nyata bahwa seseorang bisa bangkit dari keterpurukan, dan mengubah luka menjadi cahaya bagi orang lain.

Namanya, yang berarti “harapan”, seolah menjadi takdir. Dari seorang penyintas, Jayadi menjelma menjadi simbol ketahanan dan semangat untuk terus melangkah maju—menginspirasi banyak orang bahwa di tengah gelapnya musibah, harapan tetap menyala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deretan Film Produksi Dee Company yang Diangkat dari Kisah Nyata, Terbaru Tumbal Proyek

Deretan Film Produksi Dee Company yang Diangkat dari Kisah Nyata, Terbaru Tumbal Proyek

Entertainment | Kamis, 24 April 2025 | 20:12 WIB

5 Fakta Film Gundik, Diperankan Luna Maya dan Maxime Bouttier

5 Fakta Film Gundik, Diperankan Luna Maya dan Maxime Bouttier

Entertainment | Kamis, 24 April 2025 | 20:06 WIB

Paus Fransiskus Wafat, Jumlah Penonton Film 'Conclave' Meningkat 283 Persen

Paus Fransiskus Wafat, Jumlah Penonton Film 'Conclave' Meningkat 283 Persen

Your Say | Kamis, 24 April 2025 | 17:18 WIB

Terkini

Review Last Seen: Misi Menegangkan Ayah Mencari Putrinya yang Hilang!

Review Last Seen: Misi Menegangkan Ayah Mencari Putrinya yang Hilang!

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:30 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Mata Panda secara Alami? Ini 8 Tipsnya

Bagaimana Cara Menghilangkan Mata Panda secara Alami? Ini 8 Tipsnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:27 WIB

Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai

Sempat Unggah Status Medsos Saat Mancing, Kakek di Pringsewu Ditemukan Mengapung di Sungai

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 12:23 WIB

Justin Hubner Yakin Timnas Indonesia Bisa Juara, Bangladesh Jadi Sasaran Berikutnya

Justin Hubner Yakin Timnas Indonesia Bisa Juara, Bangladesh Jadi Sasaran Berikutnya

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 12:23 WIB

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Blusukan Pasar Minggu Bareng TRIPTIS, Melihat Wajah Asli Jakarta yang Sering Terlupakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:22 WIB

Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026

Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan, CC PLN 123 Raih Penghargaan di TBCCI 2026

News | Rabu, 30 September 2026 | 12:18 WIB

Peta Kekuatan Bangladesh Terbaru Jelang vs Timnas Indonesia, Ada Eks Leicester City

Peta Kekuatan Bangladesh Terbaru Jelang vs Timnas Indonesia, Ada Eks Leicester City

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 12:15 WIB

Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez

Jadwal MotoGP Jepang 2026: Sengitnya Rivalitas Jorge Martin dan Marc Marquez

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:15 WIB

Cara Cek Garansi HP Android Resmi di Indonesia untuk Berbagai Merek

Cara Cek Garansi HP Android Resmi di Indonesia untuk Berbagai Merek

Tekno | Rabu, 30 September 2026 | 12:14 WIB

Tazza: The Song of Beelzebub: Intrik Yakuza, Pengkhianatan, dan Plot Twist Bikin Nahan Napas

Tazza: The Song of Beelzebub: Intrik Yakuza, Pengkhianatan, dan Plot Twist Bikin Nahan Napas

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 12:13 WIB

×