Asal-usul Wisuda, ABG Nekat Debat Dedi Mulyadi yang Hapus Tradisi Tersebut di Sekolah

Yasinta Rahmawati

Senin, 28 April 2025 | 15:14 WIB
Asal-usul Wisuda, ABG Nekat Debat Dedi Mulyadi yang Hapus Tradisi Tersebut di Sekolah
Menurut informasi yang beredar, universitas pertama yang mewajibkan wisudawannya mengenakan toga adalah Universitas Oxford dan Universitas Cambridge.

Suara.com - Seorang remaja perempuan asal Kabupaten Bekasi menjadi sorotan setelah videonya yang berisi kritik terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, viral di media sosial. Adapun kritik yang disampaikan oleh remaja tersebut menyoroti dua kebijakan pemerintah, yaitu penghapusan kegiatan wisuda di sekolah serta penggusuran rumah warga di bantaran sungai.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung mengundang remaja tersebut untuk berdiskusi secara langsung.

Setelah bertemu, remaja tersebut mengutarakan jika kebijakan penghapusan acara wisuda kurang tepat karena menurutnya wisuda adalah momen spesial untuk menyimpan kenangan bersama teman-teman sekolah.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi memberikan penjelasan jika kebijakan tersebut diambil karena beberapa alasan, seperti tradisi yang tidak umum serta pertimbangan biaya.

“Di negara mana yang TK ada wisuda, SMP ada wisuda, SMA ada wisuda di negara mana tuh? Hanya di Indonesia,” ujar Dedi.

“Wisuda untuk siapa coba? Yang kuliah, di kita anak TK wisuda biaya gak? (Ada) biaya. Punya rumah enggak yang ikut wisuda TK itu? Enggak. Pake bantaran sungai ya, kan?” imbuhnya.

Sebagai solusi, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan wisuda boleh saja asal dilakukan secara mandiri oleh siswa tanpa melibatkan pihak sekolah.

“Ya sudah, perpisahan sendiri saja. Enggak bawa sekolah. Kumpul-kumpul bersama teman-teman, bikin perpisahan sendiri sok saja, tapi jangan melibatkan sekolah,” tandasnya.

baca juga

Viralnya kritik tersebut di media sosial tidak hanya memicu perbincangan soal kebijakan penghapusan wisuda, tetapi juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai asal usul tradisi wisuda itu sendiri.

Bagaimana sejarah dan asal usul acara wisuda?

Asal-usul Wisuda

Mengutip dari laman Columbia Daily Herald, tradisi wisuda dimulai di kampus-kampus Eropa pada abad ke-12. Saat itu, setiap wisudawan diwajibkan untuk menyampaikan pidato yang berkaitan dengan akademik.

Namun, seiring waktu, ketentuan tersebut dihapus dan kini hanya wisudawan terpilih yang diminta untuk memberikan pidatonya.

Kemudian pemilihan pakaian toga di gelaran wisuda juga dimaksudkan untuk membedakan para pelajar dari para pengajar.

Berdasarkan sejarah, pada masa pemerintahan Henry VIII di abad ke-16, jubah wisuda berwarna hitam.

Namun, pada abad ke-19, sistem warna jubah wisuda mulai berkembang untuk mencerminkan gelar yang diterima, misalnya gelar kedokteran yang ditandai dengan pinggiran beludru berwarna hijau.

Sementara mengutip dari Bayt Al Fann, baju wisuda merupakan adaptasi dari pakaian tradisional Arab yang dikenal sebagai thawb.

Pakaian ini memiliki desain yang longgar dan nyaman yang awalnya tidak hanya digunakan untuk wisuda, tetapi juga saat mengikuti debat akademik.

Ilustrasi wisuda (pexels/IPGGutenberg)
Ilustrasi wisuda (pexels/IPGGutenberg)

Hal tersebut lantaran prosesi wisuda di masa lalu biasanya diselenggarakan di tempat-tempat dengan kapasitas besar, seperti lapangan atau stadion.

Kemudian untuk topi wisuda yang dikenal dengan sebutan mortarboard, berasal dari topi tegak dengan tiga atau empat puncak yang dipakai oleh pendeta Katolik Roma.

Pada abad ke-14, seniman dan mahasiswa mulai mengenakan topi ini sebagai simbol kecerdasan dan keunggulan.

Seiring berjalannya waktu, setiap kampus memiliki ciri khas pakaian toga dan topi wisuda masing-masing.

Menurut informasi yang beredar, universitas pertama yang mewajibkan wisudawannya mengenakan toga adalah Universitas Oxford dan Universitas Cambridge.

Selain semua perlengkapan wisuda yang dijelaskan, ada satu hal penting yang tidak kalah simbolis, yaitu ijazah.

Pada zaman dahulu, ijazah universitas dikenal dengan sebutan “kulit domba” yang mengingatkan pada masa ketika ijazah ditulis di atas kulit domba, digulung dengan hati-hati, dan diikat dengan pita.

Kemudian sekitar satu abad yang lalu, ijazah mulai dicetak di atas perkamen dengan ukuran serta bentuk yang distandarisasi.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penghasilan Dedi Mulyadi dari Ngonten di Youtube, Kini Dicurigai Diprotes Aura Cinta Cuma Setingan

Penghasilan Dedi Mulyadi dari Ngonten di Youtube, Kini Dicurigai Diprotes Aura Cinta Cuma Setingan

Entertainment | Senin, 28 April 2025 | 15:08 WIB

Ketimbang Kirim Siswa ke Barak TNI, Mestinya Dedi Mulyadi Dibenahi Kualitas Guru dan Sistem Sekolah

Ketimbang Kirim Siswa ke Barak TNI, Mestinya Dedi Mulyadi Dibenahi Kualitas Guru dan Sistem Sekolah

News | Senin, 28 April 2025 | 15:04 WIB

'Kejanggalan' Sosok Aura Cinta, Remaja Viral Debat soal Larangan Wisuda dengan Dedi Mulyadi

'Kejanggalan' Sosok Aura Cinta, Remaja Viral Debat soal Larangan Wisuda dengan Dedi Mulyadi

Lifestyle | Senin, 28 April 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

Detik-Detik Mencekam di Sydney! Airbus A320 Nyaris Tabrakan dengan Boeing 777

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Dukung Green Movement, PMII dan Nusa Jaya Perluas Ruang Hijau di Tengah Kota Jakarta

Jakarta | Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:51 WIB

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Novel Kisah Pi: Perjuangan Bertahan Hidup Bersama Harimau di Tengah Laut

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Anti-Geser! 4 Chemical Sunscreen Lokal yang Nyaman Dipakai di Bawah Makeup

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:34 WIB

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Filosofi STY Bertemu Transformasi Bank Jakarta, Persija Bidik Juara Liga 1

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

Jalur Kematian Orang Indo! Belanda Didesak Sejarah Gelap Kolonial Masuk Kurikulum

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Detik-detik Kebakaran Mobil Merambat ke Tempat Pengisian BBM di Bogor

Bogor | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:26 WIB

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

Riau Sumbang 198 Hotspot, Karhutla di 3 Wilayah Capai 124 Hektare

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 18:24 WIB

×