Melihat Burung Terbang Bebas di Tengah Kota: Jelajahi Destinasi Hijau yang Menyegarkan

Dinda Rachmawati

Minggu, 25 Mei 2025 | 08:04 WIB
Melihat Burung Terbang Bebas di Tengah Kota: Jelajahi Destinasi Hijau yang Menyegarkan
Greenbelt PIK2: Wisata Alam Baru di Jakarta, Rumah Bagi Burung-Burung Bebas dan Hutan Mangrove (Dok. Istimewa)

Suara.com - Jakarta kini punya wajah baru dalam hal wisata alam. Di tengah dominasi beton dan aspal, kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) menghadirkan sebuah ruang hijau hidup yang tidak hanya ramah untuk manusia, tetapi juga menjadi surga bagi burung-burung pesisir dan laut. 

Konsep ini terwujud melalui pengembangan Bird Sanctuary yang terintegrasi dengan perluasan kawasan mangrove, menjadikan tempat ini sebagai salah satu destinasi ekowisata paling menarik di ibu kota.

Bird Sanctuary di PIK2 hadir sebagai respons terhadap menyusutnya habitat alami burung di wilayah pesisir Jakarta. Konsep ini merupakan bagian dari e-sanctuary, pendekatan pembangunan yang mengintegrasikan kelestarian ekosistem dalam rancangan lanskap perkotaan.

“Tempat ini kita jadikan sebagai rumah alternatif burung hutan kota Jakarta. Di sini sudah ada nativenya, namanya burung-burung pesisir,” jelas Ade Yusuf, Landscape Management Director Agung Sedayu Group. 

Kawasan ini dirancang sebagai opsi hunian bagi burung-burung yang biasanya berasal dari Jakarta Pusat hingga wilayah Banten.

“Burung laut, burung pesisir biasanya di mangrove, tapi itu domain yang berbeda. Kita coba hadirkan habitat yang memungkinkan mereka tetap hidup berdampingan dengan perkembangan kota,” jelas dia.

Salah satu kunci keberhasilan dari sanctuary ini adalah perluasan kawasan hutan mangrove di sekitar pesisir Jakarta. Tidak hanya menjadi pelindung alami dari abrasi dan intrusi air laut, mangrove juga memiliki peran vital sebagai tempat berkembang biak berbagai jenis burung, ikan, hingga kepiting. 

Dengan memperluas kawasan mangrove, secara otomatis rantai makanan alami bagi burung-burung pesisir juga akan ikut tumbuh.

“Setiap lanskap punya karakter berbeda. Mangrove penting sekali untuk mendukung kehidupan burung laut. Mereka makan ikan kecil, serangga, dan itu semua ada di sana. Jadi perluasan mangrove ini bukan cuma soal tanam pohon, tapi soal menghidupkan ekosistem,” tambah Ade Yusuf.

baca juga

Menariknya, kawasan konservasi ini tidak eksklusif. Publik bisa mengakses dan menikmati suasana alami ini melalui Greenbelt PIK2, ruang terbuka hijau hasil revitalisasi Sungai Tahang. 

Jalur jogging, area duduk di pinggir sungai, dan pemandangan burung-burung yang beterbangan di langit menjadikan Greenbelt sebagai magnet baru wisata urban.

Bagi pengunjung, ini adalah pengalaman baru, berjalan santai sambil melihat burung-burung cerek, trinil, atau kuntul yang melintas rendah di atas air, atau bertengger di pepohonan mangrove. 

Tempat ini juga menjadi favorit baru bagi para pegiat fotografi alam, pelajar, hingga keluarga yang ingin mengajak anak-anak mengenal keanekaragaman hayati dari dekat.

Selain wisata harian, kawasan ini juga potensial dikembangkan menjadi lokasi kegiatan komunitas pecinta lingkungan, edukasi konservasi untuk sekolah, hingga pelatihan eco-volunteering.

Apalagi, seperti yang kita tahu akses dari pusat kota ke tempat ini sangat mudah, serta fasilitasnya pun memadai. Sehingga Bird Sanctuary dan kawasan mangrove di kawasan ini bisa menjadi destinasi ekowisata yang terjangkau, edukatif, dan menghibur.

“Kalau nanti mampir ke PIK2, coba sempatkan jalan-jalan ke Greenbelt. Siapa tahu kamu bisa melihat burung-burung beterbangan dengan bebas di langit, tanda bahwa keseimbangan ekosistem di sini benar-benar dijaga,” ujar pengelola yayasan.

Lebih dari sekadar taman, inisiatif ini menunjukkan bagaimana pembangunan bisa selaras dengan pelestarian. Kawasan inj bukan hanya menawarkan hunian modern, tetapi juga ruang hidup yang inklusif bagi alam dan manusia. 

Dan bagi para pencari wisata yang menenangkan, menyegarkan, dan penuh makna, Bird Sanctuary di Greenbelt ini adalah tempat yang wajib dikunjungi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kai Tak, Destinasi Gaya Hidup Baru di Hong Kong yang Wajib Masuk Bucket List Liburan

Kai Tak, Destinasi Gaya Hidup Baru di Hong Kong yang Wajib Masuk Bucket List Liburan

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:44 WIB

Taman Wisata Pasir Putih, Objek Wisata Keluarga dengan HTM Murah di Depok

Taman Wisata Pasir Putih, Objek Wisata Keluarga dengan HTM Murah di Depok

Your Say | Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:33 WIB

Ladang Bunga Matahari: Rekomendasi Tempat Hunting Foto Estetik di Batu!

Ladang Bunga Matahari: Rekomendasi Tempat Hunting Foto Estetik di Batu!

Your Say | Sabtu, 24 Mei 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

Seret Korporasi Besar di kasus ATR/BPN, Independensi KPK Kini Diuji

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:54 WIB

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Kapan Harus Ganti Helm? Ternyata Ada Masa Pakainya, Cek Sekarang!

Otomotif | Rabu, 16 September 2026 | 14:53 WIB

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

×