Viral Gadis 18 Tahun Kena Autoimun & Gagal Ginjal, Riwayat Sering Jajan Seblak dan Minuman Kemasan

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Senin, 26 Mei 2025 | 17:46 WIB
Viral Gadis 18 Tahun Kena Autoimun & Gagal Ginjal, Riwayat Sering Jajan Seblak dan Minuman Kemasan
Penyakit autoimun. (Shutterstock)

Suara.com - Viral kisah seorang gadis usia 18 tahun menderita autoimun dan gagal ginjal karena sering mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, gadis tersebut juga kerap meminum minuman manis kemasan.

Sayangnya, kebiasaan buruk tersebut tidak diimbangi dengan pola asupan yang sehat, seperti meminum air putih dan memakan sayuran yang mengandung gizi.

Akibatnya, perut serta seluruh tubuh gadis itu menjadi bengkak akibat penyakitnya itu.

"Bengkak seluruh tubuh gara-gara jajan tidak sehat. Gadis 18 tahun, sakit autoimun dan gagal ginjal," bunyi keterangan pada video yang diunggah akun TikTok @titatitas2 pada Sabtu, 24 Mei 2025 kemarin.

"Tubuhnya bengkak, nyeri semua, sesak dan lemah. Tidak kuat bangun. Beliau mengaku setiap hari jajan karena kerja pagi sampai malam, tidak sempat makan di rumah," sambung keterangan itu.

Di dalam video tersebut, tampak seorang perempuan tengah berbaring di ranjang rumah sakit. Di tangannya terpasang infus.

Gadis tersebut merupakan salah satu pasien dari pemilik akun, yakni dokter Tita. Sayangnya, tidak diketahui secara lengkap identitas dari sang dokter.

Pada bagian punggung dan pinggangnya terlihat bercak-bercak merah layaknya ruam pada kulit.

"Menyadari kalau suka seblak ya, dulu ya. Terus apa lagi? Jajan ya, yang pedas-pedas gitu, mie (instan), minuman-minuman manis. Terus kosmetik-kosmetik gitu?" tanya sang dokter memastikan.

baca juga

"Iya, sampe kena autoimun. Terus air putihnya kurang, nggak pernah makan sayur. Ini (kaki) juga bengkak loh mba kamu. Nih, bengkak. Tensinya tinggi," lanjut dokter Tita.

Pada akhir video, dokter Tita pun mengimbau kepada para penonton video untuk menghindari makanan-makanan yang bisa memicu penyakit, seperti seblak atau tidak bergizi.

Gadis tersebut merupakan satu dari banyaknya kasus akibat memakan-makanan sembarangan.

"Teman-teman dari cerita tadi, saya ingin ngingetin kepada semuanya ya, jangan jajan sembarangan. Perhatikan ya apakah jajan itu ada pengawetnya, perasanya terlalu banyak, pemanisnya," tutur dokter Tita.

"Nah, ini sebaiknya kembali ke makanan tradisional Indonesia, sebenarnya lebih sehat. Jangan lupa juga untuk makan buah, sayur setiap hari, air putihnya harus cukup. Kemudian olahraga, istirahat cukup dan kelola stres," pungkasnya.

Konten dari dokter Tita itu sudah mendapat atensi dari hampir 30 libur orang, dengan dua ribu warganet lainnya memberi tanggapan atas kasus yang dialami si pasien.

"Hindarilah minuman-minuman berkemasan, entah itu sachet, atau cup, kecuali air putih," tegur seorang warganet.

"Normalisasi beli jajan atau cemilan kayak ubi cilembu, jagung rebus, singkong, dan lain-lain. Itu enam banget, apalagi makan sambil nonton TV," kata warganet yang lain.

"Autoimun rata-rata banyak dipicu karena mie instan, gula pemanis buatan pemicu gagal ginjal. Realfood yang dimasak dengan direbus lebih baik dairpada yang digoreng, apalagi ditepungi," ujar warganet yang lain.

Apa itu autoimun?

Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh sendiri, bukan menyerang benda asing seperti bakteri atau virus.

Sistem kekebalan tubuh, yang biasanya berfungsi untuk melindungi tubuh, secara salah menganggap sel-sel sehat sebagai ancaman dan menyerangnya, menyebabkan kerusakan pada jaringan dan organ tubuh.

Beberapa penyakit autoimun yang umum termasuk lupus, rheumatoid arthritis, multiple sclerosis, dan penyakit diabetes tipe 1.

Pengobatan penyakit autoimun bertujuan untuk mengontrol gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut, bukan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Apa itu gagal ginjal?

Gagal ginjal, juga dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir (ESRD), adalah suatu kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah secara memadai, yang menyebabkan penumpukan zat-zat berbahaya dalam tubuh.

Ketika gagal ginjal terjadi, ginjal tidak mampu menjalankan fungsi pentingnya dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, menyaring limbah, dan menghasilkan hormon yang mengatur tekanan darah dan produksi sel darah merah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harus Pilih-Pilih, Penderita Sakit Ginjal Disarankan Hindari 6 Olahraga Ini agar Tidak Cedera

Harus Pilih-Pilih, Penderita Sakit Ginjal Disarankan Hindari 6 Olahraga Ini agar Tidak Cedera

Lifestyle | Sabtu, 24 Mei 2025 | 12:42 WIB

Angka Gagal Ginjal Meningkat, Terapi Hemodiafiltrasi jadi Harapan Baru

Angka Gagal Ginjal Meningkat, Terapi Hemodiafiltrasi jadi Harapan Baru

Health | Rabu, 21 Mei 2025 | 09:39 WIB

Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Ginjal Secara Perlahan

Makanan dan Minuman yang Bisa Merusak Ginjal Secara Perlahan

News | Selasa, 20 Mei 2025 | 14:53 WIB

Terkini

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi

Jabar | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:39 WIB

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:37 WIB

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:35 WIB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:29 WIB

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:28 WIB

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:24 WIB

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu

Entertainment | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:20 WIB

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL

Surakarta | Rabu, 22 Juli 2026 | 22:13 WIB

×