STEM Indonesia Cerdas Gaungkan Pendidikan Berkelanjutan Demi Masa Depan Anak Indonesia

M. Reza Sulaiman

Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:28 WIB
STEM Indonesia Cerdas Gaungkan Pendidikan Berkelanjutan Demi Masa Depan Anak Indonesia
Ilustrasi pendidikan berkelanjutan. (Photo by Artem Podrez/Pexels)

Suara.com - Dunia kerja yang terus berubah menuntut keterampilan baru secara berkala. Teknologi yang berkembang pesat membuat pengetahuan cepat usang. Pendidikan berkelanjutan membantu individu tetap relevan dan kompetitif.

Pendidikan berkelanjutan adalah konsep pembelajaran yang tidak terbatas waktu dan terus berlangsung sepanjang hidup seseorang. Berbeda dengan pendidikan formal yang memiliki jenjang dan waktu tertentu, pendidikan berkelanjutan mengakui bahwa belajar adalah proses yang tidak pernah berhenti.

Karakteristik Pendidikan Berkelanjutan

  • Pembelajaran Seumur Hidup: Dimulai dari lahir hingga akhir hayat, mencakup pembelajaran formal, non-formal, dan informal.
  • Fleksibel dan Adaptif: Menyesuaikan dengan kebutuhan, perkembangan teknologi, dan perubahan zaman.
  • Holistik: Tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pengembangan karakter, nilai-nilai, dan kemampuan beradaptasi.
  • Berkelanjutan: Mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap individu, masyarakat, dan lingkungan.

Selain itu, tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketimpangan sosial memerlukan pemahaman yang terus diperbarui dan solusi inovatif.

Inisiatif STEM Indonesia Cerdas

Pentingnya hal ini menjadi alasan Riady Foundation secara resmi meluncurkan inisiatif nasional bertajuk STEM Indonesia Cerdas, dengan semangat memperkuat fondasi pendidikan berkelanjutan di Tanah Air.

Berangkat dari kebutuhan mendesak akan akses yang merata dan berkualitas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), inisiatif ini ditujukan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Didukung oleh alokasi dana sebesar Rp500 miliar dan mulai diimplementasikan pada kuartal ketiga 2025, program ini melibatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Lebih dari 500 satuan pendidikan, termasuk sekolah negeri, swasta, madrasah, dan pesantren, turut dilibatkan sebagai pelaksana tahap awal.

Fokus utama inisiatif ini adalah penguatan kapasitas siswa dan pengajar dalam bidang AI dan STEM melalui pendekatan berkelanjutan. Modul pembelajaran yang inklusif, pelatihan guru, platform digital terbuka, hingga sistem pemantauan dan evaluasi berbasis data disiapkan sebagai pilar utama transformasi. Target ambisiusnya adalah menjangkau 10 juta siswa di seluruh Indonesia.

Inisiatif STEM Indonesia Cerdas untuk Pendidikan Berkelanjutan. (Dok. Riady Foundation)
Inisiatif STEM Indonesia Cerdas untuk Pendidikan Berkelanjutan. (Dok. Riady Foundation)

Menurut Dr. Stephanie Riady, Direktur Eksekutif Riady Foundation dan inisiator gerakan ini, pendekatan pendidikan yang diusung bukan sekadar soal teknologi atau kurikulum canggih, tetapi perubahan cara pandang terhadap STEM itu sendiri.

“STEM Indonesia Cerdas adalah gerakan kolaboratif yang hadir untuk menjawab tantangan nyata: kesenjangan akses, kualitas, dan sumber daya dalam pendidikan STEM di Indonesia—terutama di daerah tertinggal dan pada madrasah yang selama ini belum banyak tersentuh. Kami ingin mengubah cara pandang terhadap sainstek dan matematika,” jelas Dr. Stephanie, dalam keterangan yang diterima Suara.com, Jumat (30/5/2025).

Inisiatif ini menjadi cerminan nyata prinsip education for sustainable development (ESD), di mana pendidikan tidak hanya dilihat sebagai sarana transfer ilmu, tapi juga sebagai kendaraan perubahan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dr. Mochtar Riady, pendiri Riady Foundation, turut hadir dalam peluncuran ini dan menegaskan pentingnya investasi jangka panjang dalam pendidikan.

“Ini adalah panggilan bagi bangsa. Sepanjang hidup saya, saya telah terus berusaha bekerja dan mengabdi untuk Indonesia. Inisiatif ini mungkin menjadi dedikasi terakhir saya bagi bangsa yang saya cintai,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Jam Malam Pelajar di Bogor Masih Buram, Disdik Ungkap Kendalanya

Aturan Jam Malam Pelajar di Bogor Masih Buram, Disdik Ungkap Kendalanya

News | Kamis, 29 Mei 2025 | 23:15 WIB

Biaya Sekolah Gratis SD-SMP Terancam? Pemerintah Daerah Bisa Jadi Penentu!

Biaya Sekolah Gratis SD-SMP Terancam? Pemerintah Daerah Bisa Jadi Penentu!

Video | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:42 WIB

Perjuangan Siswa di Bandung Barat ke Sekolah Menggunakan Rakit

Perjuangan Siswa di Bandung Barat ke Sekolah Menggunakan Rakit

Foto | Rabu, 28 Mei 2025 | 08:40 WIB

Terkini

5 Tone Up Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah, Anti White Cast Menurut Review Pengguna

5 Tone Up Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah, Anti White Cast Menurut Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:05 WIB

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:16 WIB

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Jakarta Baru Punya 5,31 Persen Ruang Terbuka Hijau: Mengapa Warga Turun Tangan Kawal Taman Kota?

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:00 WIB

4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain

4 Parfum Evangeline Best Seller di Shopee, Wanginya Bikin Susah Pindah ke Parfum Lain

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:44 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau

5 Rekomendasi Sunscreen SPF 30 untuk Dipakai Indoor, Ringan dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:26 WIB

3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya

3 Lipstik Viva Cosmetics Paling Laris di Shopee Menurut Ulasan dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:25 WIB

4 Sepatu Lari Super Trainer Pesaing Adidas Adizero Evo SL, Terbaik Buat Jarak Jauh

4 Sepatu Lari Super Trainer Pesaing Adidas Adizero Evo SL, Terbaik Buat Jarak Jauh

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:34 WIB

Saat Pakaian Lama Punya Hidup Baru: Inspirasi Fashion Berkelanjutan dari Uniqlo

Saat Pakaian Lama Punya Hidup Baru: Inspirasi Fashion Berkelanjutan dari Uniqlo

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:22 WIB

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Banyak Ibu Mengalaminya, Ini Kisah Bangkit dari Kerontokan Rambut Pascapersalinan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB