Solusi Ramah Lingkungan di Balik Sepatu Tahan Lama: Langkah Kecil dengan Dampak Besar

M. Reza Sulaiman

Selasa, 03 Juni 2025 | 13:27 WIB
Solusi Ramah Lingkungan di Balik Sepatu Tahan Lama: Langkah Kecil dengan Dampak Besar
Ilustrasi sepatu outdoor untuk di alam. (Photo by Leah Newhouse/Pexels)

Suara.com - Di tengah keprihatinan global akan menumpuknya limbah fashion, tren positif mulai muncul dari kesadaran akan pentingnya produk yang tahan lama dan berkualitas.

Alih-alih terjebak dalam siklus konsumsi cepat, masyarakat kini semakin melirik sepatu yang dirancang untuk awet, menjadikannya salah satu solusi nyata dalam mengurangi jejak ekologis kita.

Setiap tahun, lebih dari 24 miliar pasang sepatu diproduksi di seluruh dunia, dan mayoritas berakhir di TPA hanya dalam hitungan bulan. Ini menciptakan beban limbah yang signifikan, diperparah oleh fakta bahwa sebagian besar sepatu modern terbuat dari material sintetis yang butuh puluhan hingga ribuan tahun untuk terurai.

Dampaknya terasa jelas, dari pencemaran tanah dan air oleh bahan kimia berbahaya, emisi gas rumah kaca seperti metana dari penguraian di TPA, hingga sulitnya proses daur ulang karena kompleksitas material.

Namun, ada kabar baik. Filosofi keberalanjutan dengan membeli barang yang awet dan tahan lama kini menjadi mantra baru bagi banyak konsumen dan produsen. Merek-merek yang berinvestasi pada kualitas tinggi dan teknologi inovatif, tidak hanya menawarkan kenyamanan optimal, tetapi juga secara fundamental berkontribusi pada keberlanjutan.

Sepatu yang dirancang untuk awet dan tahan lama secara signifikan mengurangi frekuensi pembelian oleh konsumen. Ini berarti lebih sedikit sampah yang berakhir di TPA, lebih sedikit sumber daya yang terpakai untuk produksi baru, dan tentu saja, mengurangi jejak karbon yang terkait dengan manufaktur dan transportasi.

Mengapa Sepatu Tahan Lama Adalah Solusi Lingkungan?

Mengurangi Volume Limbah

Semakin awet sebuah sepatu, semakin jarang konsumen perlu membuangnya. Ini secara langsung memangkas volume limbah alas kaki yang menumpuk di TPA, memperpanjang usia pakai produk, dan memperlambat laju penggunaan lahan untuk pembuangan sampah.

baca juga

Menurunkan Jejak Karbon

Proses manufaktur sepatu menyumbang sekitar 58 persen dari total emisi karbon industri alas kaki. Dengan membeli sepatu yang tahan lama, kita ikut mengurangi permintaan akan produksi massal yang terus-menerus, sehingga mengurangi emisi gas rumah kaca dari pabrik-pabrik dan rantai pasok global.

Meminimalisir Penggunaan Sumber Daya

Produksi sepatu membutuhkan banyak sumber daya alam, mulai dari air, energi, hingga bahan baku. Ketika sepatu awet, kita mengurangi kebutuhan eksploitasi sumber daya baru secara berulang, mendukung ekonomi sirkular di mana nilai produk dipertahankan selama mungkin.

Inovasi Material yang Berkelanjutan

Dorongan untuk menciptakan sepatu yang tahan lama juga memicu inovasi dalam penggunaan material yang lebih baik dan proses produksi yang lebih efisien. Meskipun tantangan daur ulang material sepatu masih besar, fokus pada durabilitas adalah langkah awal penting menuju pengembangan solusi yang lebih ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Rekomendasi Sepatu New Balance Wanita di Sports Station: Sepatu Running hingga Training

4 Rekomendasi Sepatu New Balance Wanita di Sports Station: Sepatu Running hingga Training

Lifestyle | Selasa, 03 Juni 2025 | 12:36 WIB

7 Rekomendasi Sepatu Piero untuk Pria: Stylish dan Nyaman Mulai Rp300 Ribuan

7 Rekomendasi Sepatu Piero untuk Pria: Stylish dan Nyaman Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 03 Juni 2025 | 12:08 WIB

Dorong Solusi Krisis Mikroplastik: Greenpeace Ajak KLH Perkuat Regulasi Berbasis Sains dan Keadilan

Dorong Solusi Krisis Mikroplastik: Greenpeace Ajak KLH Perkuat Regulasi Berbasis Sains dan Keadilan

News | Selasa, 03 Juni 2025 | 10:51 WIB

Terkini

Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta

Buka Kaca Mobil di Istana, PM Thailand Balas Sambutan Pelajar dengan Gestur Jari Cinta

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur MBG, Penyebabnya Keracunan hingga Ngentit Uang

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:11 WIB

Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi

Seni Jathilan 'Gemparkan' Pasar Ngijon, Ketika Budaya Gerakkan Roda Ekonomi

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi

Kabar Bagus! Harga Minyak Dunia Turun Usai AS - Iran Mau Berunding Lagi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan

15 Ide Lomba 17 Agustus yang Cocok untuk Semua Usia, Seru dan Tidak Membosankan

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan

Berburu Kursi Empuk, Trik Pragmatis Golkar 'Anti-Oposisi' Demi Amankan Kekuasaan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Harda Tak Soal Isu Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Jamin Tak Ada PHK PPPK

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:09 WIB

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Apakah Implora Jelly Tint Tahan Lama? Ini Klaim dan Review Jujur Pengguna

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:05 WIB

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Buntut Sidak Jalan Suryakencana, Wawali Jenal Mutaqin Evaluasi Bagi Hasil Juru Parkir

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 18:04 WIB

×