Kerajinan Miniatur dari Limbah Kayu: Cerita Suherman Menjaga Lingkungan Lewat Karya

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 10 Juni 2025 | 09:29 WIB
Kerajinan Miniatur dari Limbah Kayu: Cerita Suherman Menjaga Lingkungan Lewat Karya
Dua orang perajin sedang menyelesaikan produksi di Serang, Banten, Senin (9/6/2025). (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Suara.com - Di sudut Desa Kadikaran, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, limbah kayu tak lagi hanya jadi sisa. Bagi Suherman (40), potongan kayu sisa pabrik adalah awal dari karya yang tak hanya estetis, tapi juga bernilai ekonomis dan sosial.

"Inspirasi pembuatan kerajinan ini dari apa yang saya lihat di lingkungan sekitar. Awalnya saya buat produk furnitur tapi ternyata peluangnya tidak begitu besar dan akhirnya saya coba membuat kerajinan tangan dari limbah kayu ini," ujar Suherman di Serang, Senin.

Langkah kecil itu ia mulai sejak 2016. Dari tahun ke tahun, Suherman terus menyempurnakan keterampilan dan bentuk kerajinan. Kini, ia dikenal sebagai pengrajin miniatur yang produknya tak hanya mencerminkan keindahan, tapi juga nilai budaya.

Karya-karyanya bervariasi dari miniatur Masjid Taj Mahal di India, Menara Pagoda dari China, sampai Leuit—lumbung padi khas masyarakat adat Badui. Semua dibuat dari limbah kayu jati Belanda, sisa olahan pabrik di wilayah Kragilan hingga Cikande.

Bentuknya boleh kecil, tapi nilai karyanya besar. Suherman menggarap detail setiap ukiran dengan penuh ketelitian dan kesabaran. Tak heran, produknya kini menjangkau pasar internasional.

Ilustrasi kayu, limbah kayu. (Photo by Steve Tingley/Pexels)
Ilustrasi kayu, limbah kayu. (Photo by Steve Tingley/Pexels)

"Kita dapat pesanan dari beberapa negara, seperti India, Arab Saudi, kita dapat pembeli itu kemudian barangnya dipasarkan di sana. Dan saat ini kita juga masih proses pembuatan Masjid Nabawi Madinah," ucapnya.

Tak hanya berkarya, Suherman juga membuka peluang. Sebanyak 15 warga sekitar kini bekerja di rumah produksinya, Cipta Handycraft Innovation Product (CHIP). Mereka membantu memenuhi pesanan miniatur yang kini dijual dengan harga mulai dari Rp200 ribu hingga Rp2 juta, tergantung tingkat kerumitan desain.

Pemasaran dilakukan lewat dua jalur: offline dan online. Di pasar digital, Suherman memanfaatkan berbagai marketplace dan media sosial. Strategi ini membantunya bertahan bahkan saat pandemi.

"Untuk pemasaran sudah melalui offline dan online, yang online di beberapa market place, dan media sosial," katanya.

Hasilnya cukup menggembirakan. Setiap bulan, sekitar 200 unit kerajinan dihasilkan dari limbah kayu. Pendapatannya berkisar antara Rp20 juta hingga Rp50 juta.

"Untuk pasar termasuk bagus, saat pandemi kemarin kita masih bisa berjalan, karena jual online, dan beberapa dari Kementerian juga ada pesan ke kita untuk suvenir," katanya.

Sebagai informasi, beberapa mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) membuat suatu penerapan IPTEK tentang Optimasi pemanfaatan limbah serbuk kayu yang dihasilkan oleh industri mebel. Menggunakan metode pirolisis yang dilengkapi dengan IoT.

"Industri mebel di Indonesia, yang mencakup berbagai UMKM dan memproduksi beragam jenis mebel, memiliki potensi besar namun juga menghadapi tantangan limbah serbuk kayu yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan pekerja. Pada penelitian ini kami membuat sebuah alat pirolisis sederhana yang akan dilengkapi dengan Internet of Things untuk memudahkan pengoperasian alat, sehingga dihasilkan energi yang ramah lingkungan” ucap Ratu salah satu peneliti. 

Menurut Ratu, industri mebel masih menghasilkan limbah serbuk kayu yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan. Bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki potensi bahaya bagi pekerja. Partikel serbuk kayu dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja dan menyebabkan penyakit akibat kerja (PAK).

Penggunaan teknologi dan praktik yang ramah lingkungan dapat membantu mengurangi limbah serbuk kayu dan juga memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Notpla: Kemasan Ramah Lingkungan dari Rumput Laut yang Siap Gantikan Plastik di Sekitar

Notpla: Kemasan Ramah Lingkungan dari Rumput Laut yang Siap Gantikan Plastik di Sekitar

Lifestyle | Senin, 09 Juni 2025 | 14:12 WIB

Saat Kristo Immanuel Parodikan Cara Pemerintah Rusak Lingkungan

Saat Kristo Immanuel Parodikan Cara Pemerintah Rusak Lingkungan

Entertainment | Minggu, 08 Juni 2025 | 21:25 WIB

Kutukan Tambang Nikel? Keuntungan Ekonomi Melambung, Kerusakan Lingkungan Menggunung

Kutukan Tambang Nikel? Keuntungan Ekonomi Melambung, Kerusakan Lingkungan Menggunung

Your Say | Minggu, 08 Juni 2025 | 19:19 WIB

Terkini

Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Kenapa Pohon Tidak Bergerak Saat Lebaran Menurut Islam? Ini Penjelasannya

Lifestyle | Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:30 WIB

Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Jadi Foster Family untuk Bayi Muhammad, Apa Bedanya dengan Adopsi?

Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Jadi Foster Family untuk Bayi Muhammad, Apa Bedanya dengan Adopsi?

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:05 WIB

Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah

Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:05 WIB

Teks Khutbah Idulfitri 2026 Singkat, Penuh Makna, dan Mudah Dipahami

Teks Khutbah Idulfitri 2026 Singkat, Penuh Makna, dan Mudah Dipahami

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:45 WIB

Sering Disalahartikan, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya

Sering Disalahartikan, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:33 WIB

Ketinggalan 1 Rakaat Salat Idulfitri? Ini yang Harus Dilakukan agar Ibadah Tetap Sah

Ketinggalan 1 Rakaat Salat Idulfitri? Ini yang Harus Dilakukan agar Ibadah Tetap Sah

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

Mengaku News Junkie, Ini Cara Prabowo Pantau Isu Global hingga Dini Hari

Mengaku News Junkie, Ini Cara Prabowo Pantau Isu Global hingga Dini Hari

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:50 WIB

Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya

Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:35 WIB

Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Qadha Ramadan

Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Qadha Ramadan

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:50 WIB

Bacaan Takbiran Idulfitri Versi Panjang: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Takbiran Idulfitri Versi Panjang: Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Lifestyle | Jum'at, 20 Maret 2026 | 17:25 WIB