Viral Tren Strava Kulkas Bikin Minimarket Merugi, Pelari Minum Doang tapi Nggak Bayar?

Dinda Rachmawati

Senin, 16 Juni 2025 | 15:47 WIB
Viral Tren Strava Kulkas Bikin Minimarket Merugi, Pelari Minum Doang tapi Nggak Bayar?
Viral Tren Strava Kulkas Bikin Minimarket Merugi, Pelari Minum Doang tapi Nggak Bayar! (TikTok)

Suara.com - Belakangan ini, dunia maya diramaikan oleh tren baru yang absurd tapi menghibur, Strava Kulkas. Tren ini awalnya sekadar lucu-lucuan, namun kini malah menimbulkan keresahan. 

Pasalnya, aksi yang semula diniatkan untuk konten hiburan justru berujung merugikan pihak lain, khususnya para pemilik minimarket. Bagaimana bisa tren ini berubah arah? Mari kita kupas lebih dalam.

Apa Itu Strava Kulkas?

Strava adalah aplikasi populer yang digunakan pelari, pesepeda, dan pecinta olahraga lainnya untuk melacak aktivitas mereka lewat GPS. 

Layaknya media sosial, pengguna bisa membagikan hasil olahraga mereka, jarak tempuh, waktu, kecepatan, dan tentu saja peta rute yang dihasilkan. Biasanya, peta ini menampilkan rute estetik yang membanggakan.

Namun, muncul fenomena baru bernama Strava Kulkas. Alih-alih merekam rute panjang, para “atlet” Strava ini malah merekam aktivitas mereka saat diam di satu titik, sering kali di depan kulkas, baik di rumah maupun di minimarket. 

Hasil peta GPS? Hanya sebuah titik tanpa jejak gerakan, seolah-olah mereka berlari di tempat tanpa bergerak ke mana-mana.

Tren ini berawal dari guyonan di Reddit dan Twitter luar negeri, lalu menyebar ke TikTok dan Instagram Reels. Banyak yang memparodikan momen ini dengan berdiri di depan kulkas sambil pura-pura memilih minuman atau makanan. Lucu? Jelas. Tapi sayangnya, tren ini mulai kebablasan.

Dampak Negatif: Minimarket Merugi

baca juga

Masalah muncul ketika aksi ini dilakukan di minimarket. Video-video “Strava Fridge” menampilkan seseorang yang seolah sedang berolahraga, mengambil minuman dari kulkas minimarket, meminumnya, lalu, alih-alih membayar meletakkannya kembali. 

Aksi ini tentu saja merugikan pemilik toko karena produk sudah dibuka dan tak bisa dijual lagi. Salah satu video viral di TikTok diunggah oleh akun @_srirezeki23. 

Dalam video tersebut, seorang petugas minimarket menunjukkan botol minuman yang sudah dibuka dan diminum pelanggan, lalu dikembalikan begitu saja ke kulkas tanpa dibayar. 

Petugas itu menuliskan, “Buat tren sanggup . Bayar ga sanggup ,” menyinggung betapa mudahnya orang ikut tren tapi lupa tanggung jawabnya.

Komentar Netizen: Dari Lucu Jadi Miris

Tren yang semula menghibur kini malah bikin banyak netizen geram. Berikut beberapa komentar yang ramai di media sosial.

"Habis lihat ini jadi ilfil kalo lihat trend strava kulkas, maaf ga bermaksud bisanya berbondong² bikin trend, tapi merugikan orang sekitar," kata @ffy****.

"Sisi gelap di Balik trend strava kulkas," tambah @sya****.

"Kok orang pada berani ya? aku masuk bawa totebag aja was was bgt takut di kira mau maling," ucap @mam****.

"Eh buset trnyata yg ngikut trend strava ada yg gak modal wkwkwk," tulis @raf****.

Komentar-komentar ini menunjukkan bahwa publik mulai jengah dengan tren yang kelewat batas. Mereka mengkritik perilaku tidak bertanggung jawab yang menyertai keinginan untuk viral.

Tren Strava Kulkas sebenarnya lahir dari kreativitas dan selera humor. Namun, ketika diikuti tanpa berpikir panjang, tren ini menjelma jadi aksi yang merugikan. Apalagi jika dilakukan di tempat umum seperti minimarket, jelas ada hak orang lain yang dilanggar.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tren media sosial seharusnya diikuti dengan akal sehat dan etika. Tidak semua yang viral layak ditiru, apalagi jika konsekuensinya merugikan orang lain. Kreativitas boleh, tapi tanggung jawab tetap harus dipegang.

Sebagai pengguna media sosial, penting untuk bertanya pada diri sendiri sebelum ikut-ikutan tren: “Apakah ini aman? Apakah ini tidak merugikan orang lain? Apakah ini pantas?” Jika jawabannya ragu, mungkin sudah saatnya kita menahan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wahana MEIZU x Shadow Corridor Hadir di Jakarta, Rasakan Sensasi Dikejar Hantu Jepang

Wahana MEIZU x Shadow Corridor Hadir di Jakarta, Rasakan Sensasi Dikejar Hantu Jepang

Entertainment | Senin, 16 Juni 2025 | 08:10 WIB

Viral Pejalan Kaki Protes Trotoar di Belakang GI Makin Sempit, Pramono: Akan Kami Tertibkan!

Viral Pejalan Kaki Protes Trotoar di Belakang GI Makin Sempit, Pramono: Akan Kami Tertibkan!

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 20:25 WIB

Tol Brandan-Binjai Heboh: Gundukan Mirip Polisi Tidur Bikin Pengendara Waswas!

Tol Brandan-Binjai Heboh: Gundukan Mirip Polisi Tidur Bikin Pengendara Waswas!

News | Minggu, 15 Juni 2025 | 16:16 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×