Elegi Kopi Organik di Hulu DAS Balantieng, Harmoni Lingkungan dan Ekonomi

Rendy Adrikni Sadikin

Kamis, 19 Juni 2025 | 09:39 WIB
Elegi Kopi Organik di Hulu DAS Balantieng, Harmoni Lingkungan dan Ekonomi
Tanaman kopi organik di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Balantieng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.(Dokumentasi pribadi)

Suara.com - Kopi bukan hanya sekadar minuman. Ya, bagi warga yang berada di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, kopi organik menjadi sebuah simbol harapan baru. Bukan hanya sebagai komoditas unggulan setempat, kopi organik juga menjadi penjaga kelestarian lingkungan dari bahaya ekosistem.

Sebuah inisiatif penting dibumikan masyarakat di hulu DAS Balantieng. Mereka melakoni inovasi dengan menanam kopi yang dibudidayakan menggunakan pupuk organik. Tentunya, konservasi ini tanpa melibatkan pestisida maupun cairan kimia. Melalui budidaya ini, mereka mempersamuhkan konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi setempat.

Didampingi oleh Balang Institute, program konservasi kopi tersebut berangkat dari potensi lokal dan kebutuhan ekologis masyarakat setempat. Direktur Balang Institute Junaedi Hambali, mengatakan pemilihan kopi pun bukan tanpa alasan. Ya, ternyata kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di wilayah hulu DAS Balantieng. 

"Ya. Satu, kopi adalah komoditas unggulan di wilayah hulu Balantieng. Yang kedua, kopi ini dianggap sebagai tanaman konservasi. Pengetahuan tersebut kemudian yang didorong dalam program ini selain basis ekonomi,” ujar Junaedi saat dihubungi.

Selain menopang ekonomi, kopi ternyata baik untuk konservasi dan pemulihan ekosistem di hulu DAS Balantieng yang termasuk wilayah tangkapan air. Sebagaimana dipaparkan Junaedi, kopi dianggap sebagai tanaman konservasi karena hanya  memerlukan intensitas cahaya matahari yang rendah, sekitar 35 hingga 40 persen.

Junaedi mengatakan, “Hal ini berarti jika masyarakat setempat menanam kopi, praktis mereka juga akan menanam pohon sebagai naungan tanaman kopi. Pohon ini tentunya berfungsi melindungi tanaman kopi dari paparan langsung dari sinar matahari.”

Nah, dengan sendirinya, imbuh Junaedi Hambali, penanaman kopi tersebut praktis juga mendorong upaya reboisasi, memperkuat fungsi hutan dan menjaga ketersediaan air bagi ekosistem di hulu DAS Balantieng.

Pendampingan petani kopi

Pendampingan terhadap petani kopi bukan dimulai dari nol. Sejak 2016, mitra pendamping dari Koperasi Mitra Cahaya Mandiri sudah membersamai petani kopi. Program pendampingan tersebut menyasar tiga desa. Dua desa berada di Kabupaten Bulukumba, sementara desa lainnya berada di Kabupaten Sinjai.

baca juga

Sekadar informasi, ketiga desa yang mengikuti program pendampingan kopi organik tersebut yakni Desa Kahayya yang terletak di Kecamatan Kindang, Kabupetan Bulukumba; Desa Kindang yang terletak di Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, serta Desa Bonto Tengnga yang terletak di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai.

Nah, pendampingan tersebut semakin ditingkatkan serta dimaksimalkan sejak menjalin program kemitraan dengan Global Enviroment Facility Small Grants Programe (GEF SGP) Indonesia pada 2024. Melalui program tersebut, para petani diganjar fasilitas berupa rumah kaca atau green house yang digunakan untuk pengeringan kopi.

Para petani kopi organik di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Balantieng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.(Dokumentasi pribadi)
Para petani kopi organik di wilayah daerah aliran sungai (DAS) Balantieng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.(Dokumentasi pribadi)

Junaedi mengakui keberadaan green house sangat membantu. Saat curah hujan tinggi, petani bisa menggunakan fasilitas untuk mengeringkan kopi yang sudah dipanen, kendati kapasitas green house memang masih sangat terbatas dari sisi kapasitas penampungan. 

“Di lokasi seperti ini, harus ada fasilitas yang bisa membantu petani mengeringkan kopi meski curah hujan sangat tinggi di wilayah DAS Balantieng. Ya, meski kapasitas (green house–RED) terbatas, minimal itu bisa menjadi contoh dan membangun inisiatif petani, bahwa pengeringan bisa dibantu teknologi green house,” kata Junaedi. 

Selain itu, dalam program pendampingan, para petani juga diberikan pembekalan terkait teori pengolahan tanaman kopi pascapanen. Menurut Junedi, salah satu langkah awal yakni memastikan kualitas hasil panen tanaman kopi sesuai dengan standar atau permintaan pasar, dimulai dari praktik pemetikan yang tepat.

“Petani diedukasi didampingi untuk mengolah kopi mulai dari pemetikan, misalnya kopi itu harus dipetik yang merah atau petik merah, tidak melakukan petik rampasan karena itu akan berpengaruh terhadap kualitas kopi dan harga kopi itu sendiri,” jelas Junaedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lawan Modernisasi, Cerita Remaja Bulukumba Pelestari Tradisi Penyadap Nira

Lawan Modernisasi, Cerita Remaja Bulukumba Pelestari Tradisi Penyadap Nira

Lifestyle | Jum'at, 13 Juni 2025 | 08:31 WIB

12 Desain Warung Kopi Depan Rumah dengan Lahan Terbatas 2X3, Cuma Seluas Teras

12 Desain Warung Kopi Depan Rumah dengan Lahan Terbatas 2X3, Cuma Seluas Teras

Lifestyle | Rabu, 11 Juni 2025 | 19:02 WIB

BABYMONSTER Jadi Brand Ambassador Kopi Lokal! Ini Bukti K-Pop Kuasai Gaya Hidup Indonesia

BABYMONSTER Jadi Brand Ambassador Kopi Lokal! Ini Bukti K-Pop Kuasai Gaya Hidup Indonesia

Lifestyle | Rabu, 11 Juni 2025 | 14:46 WIB

Industri Kopi, Cokelat, Teh dan Wine Targetkan Peluang Pasar Triliunan di CBE 2025

Industri Kopi, Cokelat, Teh dan Wine Targetkan Peluang Pasar Triliunan di CBE 2025

Bisnis | Selasa, 10 Juni 2025 | 13:52 WIB

Inklusivitas dalam Setiap Teguk di Kopi Difabis

Inklusivitas dalam Setiap Teguk di Kopi Difabis

Foto | Senin, 09 Juni 2025 | 18:54 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×