Terasi Udang: Bumbu Tradisional yang Terus Beradaptasi di Era Modern

M. Reza Sulaiman

Kamis, 19 Juni 2025 | 19:17 WIB
Terasi Udang: Bumbu Tradisional yang Terus Beradaptasi di Era Modern
Terasi udang modern. (Dok. King's Fisher)

Suara.com - Di antara ragam bumbu khas Nusantara, terasi udang menempati posisi istimewa. Aroma dan cita rasanya yang khas telah menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai masakan Indonesia, mulai dari sambal terasi, tumis kangkung, hingga nasi goreng rumahan.

Terasi, yang berasal dari fermentasi udang kecil atau rebon, telah dikenal sejak ratusan tahun lalu oleh masyarakat pesisir Indonesia. Catatan sejarah menyebutkan bahwa proses pengawetan hasil laut melalui fermentasi ini sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat sejak zaman kerajaan-kerajaan maritim di Nusantara.

Meski berakar dari tradisi, eksistensi terasi tidak luntur oleh waktu. Justru di era digital saat ini, terasi mengalami kebangkitan melalui platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Generasi muda mulai bereksperimen dengan terasi dalam berbagai resep modern, mulai dari mie instan pedas kekinian hingga sambal instan rumahan.

"Di TikTok, kami sering lihat anak muda bikin sambal instan atau kreasi mie pedas pakai terasi — itu keren banget," kata Sherry, Creative Digital Executive King’s Fisher, dalam keterangan yang diterima Suara.com, ditulis Kamis (19/6/2025).

"Makanya kami bikin kemasan yang simpel dan praktis, supaya nggak ribet dipakai kapan aja," lanjutnya.

Pernyataan Sherry ini menggambarkan bagaimana terasi kini tidak lagi dianggap sebagai bumbu 'jadul' milik generasi orang tua, tetapi justru menjadi bumbu yang semakin relevan di dapur masa kini.

Di tengah arus globalisasi dan tren makanan fusion, terasi tetap memiliki tempat khusus dalam identitas kuliner nasional. Menurut sejumlah peneliti kuliner, terasi mencerminkan akar budaya masyarakat pesisir dan menjadi simbol kekayaan cita rasa lokal yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Tak hanya di dalam negeri, diaspora Indonesia di luar negeri juga kerap menjadikan terasi sebagai pengingat akan kampung halaman. Bahkan di beberapa komunitas, terasi menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya melalui masakan.

Fenomena kebangkitan bumbu tradisional seperti terasi tidak hanya merefleksikan nostalgia, tetapi juga peluang ekonomi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor produk olahan laut Indonesia—termasuk terasi dan bahan penyedap lainnya—mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh permintaan dari komunitas diaspora dan tren kuliner global yang mulai melirik rasa Asia Tenggara.

baca juga

Dalam beberapa tahun terakhir, produsen terasi di Indonesia juga mulai merespons perubahan gaya hidup masyarakat. Kemasan praktis dan modern mulai diperkenalkan, menggantikan bentuk tradisional terasi batangan yang kerap dianggap kurang higienis atau merepotkan untuk digunakan.

Salah satu produsen yang mengadaptasi hal ini adalah King’s Fisher, yang mengembangkan terasi dalam kemasan siap pakai namun tetap mempertahankan kekhasan rasa. "Terasi itu bukan cuma bumbu, tapi bagian dari identitas kuliner Indonesia," ungkap Ricky, Direktur Utama PT. Bali Maya Permai (King’s Fisher).

"Kami ingin orang tetap bisa merasa dekat dengan rasa masa kecil, walau hidup di zaman yang serba cepat," sambungnya.

Produk terasi modern, seperti yang ditawarkan oleh King’s Fisher, kini dibuat dari udang segar pilihan dan diproses secara higienis dengan standar industri. Produk ini juga telah mengantongi sertifikasi halal, sehingga dapat menjangkau lebih banyak kalangan, dari ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga para profesional urban yang ingin memasak cepat tanpa kehilangan rasa autentik.

Inovasi dalam bentuk, kemasan, dan strategi pemasaran menjadi kunci agar bumbu lokal seperti terasi dapat terus bersaing, baik di pasar domestik maupun mancanegara. Namun di balik semua transformasi tersebut, satu hal tetap tak berubah: aroma khas terasi yang membangkitkan selera dan menghadirkan kehangatan rasa Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Barbeque on the Head: Sensasi BBQ dengan View 360 Derajat di INNSiDE by Meli Yogyakarta

Barbeque on the Head: Sensasi BBQ dengan View 360 Derajat di INNSiDE by Meli Yogyakarta

Your Say | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:15 WIB

Bisnis Nasi Goreng Legendaris Makin Pesat Karena Adaptasi Digital

Bisnis Nasi Goreng Legendaris Makin Pesat Karena Adaptasi Digital

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 20:07 WIB

Nine Chicken Jambi, Surganya Pecinta Ayam Pedas Kekinian di Kota Jambi

Nine Chicken Jambi, Surganya Pecinta Ayam Pedas Kekinian di Kota Jambi

Your Say | Selasa, 17 Juni 2025 | 13:26 WIB

Terkini

Bahaya Maut Di Balik Karhutla, Ketika Asap Bisa Jadi Mesin Pembunuh Diam-diam

Bahaya Maut Di Balik Karhutla, Ketika Asap Bisa Jadi Mesin Pembunuh Diam-diam

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO

Daftar Harga HP Xiaomi Agustus 2026, Lengkap Redmi dan POCO

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup

Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:44 WIB

×