4. Untuk High Arch / Supinasi
Kaki dengan lengkungan tinggi butuh sepatu dengan bantalan maksimal agar tekanan saat menapak bisa tersebar merata. Hindari sepatu dengan support terlalu kaku karena bisa memperburuk supinasi.
Pilih sepatu dengan fitur:
Extra cushioning
Lightweight & flexible
Midsole lembut dan responsif
Rekomendasi sepatu:
Hoka One One Clifton
Nike ZoomX Invincible Run
Asics Gel-Nimbus

5. Selalu Coba dan Tes di Toko
Kalau kamu belanja sepatu langsung di toko, jangan ragu untuk mencobanya sambil berjalan atau berlari ringan. Rasakan bantalan, stabilitas, dan apakah ada bagian yang mengganjal. Jangan cuma lihat desain atau merek.
Tips saat mencoba:
Gunakan kaus kaki olahraga yang biasa kamu pakai
Coba di sore hari saat kaki sudah sedikit membesar
Berlari kecil di dalam toko jika diizinkan
6. Sesuaikan dengan Medan Lari
Jangan lupakan juga jenis medan tempat kamu biasa berlari:
Treadmill atau aspal rata: Gunakan sepatu dengan cushioning optimal.
Trail atau jalur tanah berbatu: Gunakan trail running shoes yang punya grip kuat dan pelindung tambahan.
7. Perhatikan Umur Sepatu
Sepatu lari idealnya diganti setiap 500–800 km pemakaian tergantung intensitas latihan. Sepatu yang sudah kehilangan bantalan bisa meningkatkan risiko cedera.
Memilih sepatu lari yang sesuai bentuk kaki bukan hanya untuk kenyamanan, tapi juga untuk menjaga kesehatan kaki dalam jangka panjang. Kenali tipe kaki kamu, pahami kebutuhan support dan cushioning, serta sesuaikan dengan medan lari. Jangan sampai karena salah pilih sepatu, niat hidup sehat malah berujung cedera.
Kalau kamu sedang mencari sepatu lari terbaik sesuai tipe kaki, yuk cek rekomendasi terbaru dari merek seperti Nike, Asics, dan Hoka yang banyak tersedia di toko resmi maupun e-commerce. Selamat berburu sepatu lari yang pas dan nyaman!