PBB Tegaskan: Transisi Energi Kunci Hadapi Krisis Iklim

Bimo Aria Fundrika

Senin, 28 Juli 2025 | 14:57 WIB
PBB Tegaskan: Transisi Energi Kunci Hadapi Krisis Iklim
Ilustrasi kincir angin langkah transisi energi. [Pfüderi/Pixabay]

Suara.com - Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, kembali menyerukan pentingnya transisi energi bersih yang tidak hanya tak terelakkan, tetapi juga dapat diandalkan dan layak diinvestasikan.

Dalam pidato utamanya, ia menegaskan bahwa dunia belum bergerak cukup cepat dan belum cukup adil dalam meninggalkan bahan bakar fosil, meski energi bersih seperti matahari dan angin kini hampir selalu menjadi sumber listrik termurah di dunia.

Menurut Guterres, banyak pemerintah masih memberi sinyal yang membingungkan: satu hari mereka menetapkan target energi terbarukan, keesokan harinya memperluas subsidi bahan bakar fosil. Ketidakkonsistenan ini menghambat investasi dan memperlambat momentum global.

Guterres menekankan bahwa transisi energi bukan sekadar upaya mengurangi emisi, tetapi juga peluang besar untuk meningkatkan ketahanan energi dan memperluas akses listrik bagi ratusan juta orang. Sayangnya, energi fosil masih mendominasi 60 persen bauran energi global.

Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)
Pembangkit listrik Tenaga angin. (Pexels/Kervin Edward Lara)

Padahal, laporan terbaru menunjukkan bahwa energi terbarukan telah menyumbang lebih dari 92 persen kapasitas listrik baru sepanjang 2024.

Menjelang batas waktu 24 September 2025, PBB meminta semua negara segera memperbarui rencana iklim nasional mereka (NDC) dengan target yang ambisius dan inklusif.

Hingga kini, baru 30 dari 195 negara yang menyetor rencana terbarunya, sementara negara-negara penghasil emisi besar seperti Tiongkok, India, dan Uni Eropa belum memberikan pembaruan.

Presiden COP30 asal Brasil, André Corrêa do Lago, mendukung seruan ini dengan menambahkan bahwa rencana iklim harus menjadi alat penciptaan pekerjaan, pengurangan ketimpangan, dan peningkatan kesejahteraan. Menurutnya, inklusi bukan pelengkap ambisi iklim, melainkan fondasinya.

Dalam pidatonya, Guterres juga menyoroti peran industri teknologi. Ia meminta seluruh pusat data global beralih ke 100 persen energi terbarukan sebelum tahun 2030.

baca juga

Ini penting, mengingat pusat data global diperkirakan akan mengonsumsi lebih dari dua kali lipat energi pada akhir dekade ini seiring pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan.

Transisi energi bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga menyangkut keadilan sosial, kesehatan publik, dan masa depan ekonomi global. Rencana dan kebijakan hari ini akan memengaruhi kualitas hidup masyarakat dunia dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.

Dengan COP30 tinggal beberapa bulan lagi, kini saatnya bagi negara-negara untuk menetapkan arah baru menuju sistem energi yang lebih bersih, lebih adil, dan lebih tangguh menghadapi masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA Ajak Anak Berperan Aktif Lawan Perubahan Iklim

Menteri PPPA Ajak Anak Berperan Aktif Lawan Perubahan Iklim

News | Senin, 28 Juli 2025 | 09:50 WIB

Dari Konsep PES hingga Clean Label, Solusi Ketahanan Iklim dan Ekonomi Sabu Raijua

Dari Konsep PES hingga Clean Label, Solusi Ketahanan Iklim dan Ekonomi Sabu Raijua

Lifestyle | Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:55 WIB

Selamat Hari Raya Jadi Tema Pesta Bebas Berselancar 2025

Selamat Hari Raya Jadi Tema Pesta Bebas Berselancar 2025

Lifestyle | Jum'at, 25 Juli 2025 | 12:22 WIB

Terkini

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Apa Bedanya Lip Balm dan Lip Serum? Ciptakan Bibir Sehat dan Cantik

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:15 WIB

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Tak Lagi Cuma untuk Olahraga, Ini Alasan Athleisure Makin Jadi Andalan Outfit Harian

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:32 WIB

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

8 Cara Merawat Sepatu Lari agar Awet dan Tetap Nyaman Digunakan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:47 WIB

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

7 Tips agar Outsole Sepatu Lari Awet, Tidak Cepat Gundul dan Tetap Nyaman Dipakai

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:42 WIB

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:20 WIB

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 16:20 WIB

Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama

Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48 WIB

Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan

Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48 WIB

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:38 WIB

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:15 WIB