Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang

Husna Rahmayunita, Rosiana Chozanah

Jum'at, 08 Agustus 2025 | 11:07 WIB
Mengenal Jugun Ianfu, Kekerasan Seksual di Masa Penjajahan Jepang
Ilustrasi kekerasan seksual (freepik.com)

Suara.com - Kekerasan seksual terhadap perempuan bukan lagi isu yang bisa dianggap sepele. Di tengah kemajuan teknologi dan meningkatnya kesadaran publik, kasus-kasus kekerasan justru menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.

Dalam kurun waktu satu setengah bulan terakhir saja, lebih dari 5.500 kasus baru dilaporkan di Indonesia. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bahkan menyebut situasi ini telah memasuki fase darurat.

Fenomena ini mencerminkan bahwa perempuan masih menjadi kelompok rentan yang belum sepenuhnya terlindungi, baik di ruang publik maupun dalam lingkup pribadi.

Namun, sebenarnya kasus ini bukan hal baru. Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang dahulu dan itu terjadi di Tanah Air.

Pada zaman penjajahan Jepang, salah satu bentuk kekerasan seksual adalah Jugun Ianfu. Istilah tersebut mengacu pada perempuan penghibur yang dijadikan budak seks oleh pemerintah Jepang saat Perang Dunia Kedua.

ilustrasi kekerasan seksual (freepik)
ilustrasi kekerasan seksual (freepik)

Jugun Ianfu tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh tanah jajahan Jepang. Perempuan-perempuan pribumi dipaksa menjadi 'pelayan' untuk memenuhi hawa nafsu para tentara Jepang.

Selain menghibur, keberadaan jugun ianfu di setiap negara jajahan Jepang diyakini dapat meningkatkan kinerja serta moral para tentara.

Berdasarkan buku Kamus Kaji Modern Jepang-Indonesia, istilah "jugun ianfu" terdiri dari lima buah kanji, yakni yang berarti "pembantu" atau "pengikut", berarti "tentara", berarti "penghibur", berarti "tenang" atau "senang", dan berarti "perempuan".

Menurut riset oleh ilmuwan Hirofumi Hayashi, Jugun Ianfu terdiri dari perempuan Jepang, Korea, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Indonesia, Myanmar, Vietnam, India, Eurasia, Belanda, dan penduduk kepulauan Pasifik.

baca juga

Dari data di atas, diketahui bahwa mayoritas perempuan yang dijadikan Jugun Ianfu berasal dari Taiwan, Cina, berbagai wilayah Asia Tenggara, dan terutama Korea.

Rupanya, hal itu berkaitan dengan pandangan Jepang terhadap status etnis, yang mencerminkan sikap rasisme.

Jepang saat itu memiliki ambisi untuk setara dengan bangsa-bangsa Barat, sekaligus memandang bangsa-bangsa Asia lainnya sebagai inferior atau berada di bawah mereka.

Sikap rasis terhadap negara-negara Asia itu membuat Jepang menganggap perempuan dari wilayah-wilayah tersebut layak dijadikan jugun ianfu dan ditempatkan dalam posisi yang rendah sesuai dengan pandangan diskriminatif mereka.

Cara Jepang merekrut Jugun Ianfu di Indonesia umumnya sama seperti di Jepang dan Korea. Awalnya, tentara Jepang menawarkan beasiswa atau pekerjaan sebagai janji manis.

Menurut Ketjee Ruizeveld, seorang Jugun Ianfu asal Belanda, para gadis dijanjikan uang untuk mencukupi hidup mereka. Mereka disebut akan bekerja di rumah sakit atau restoran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SMK Waskito Bebas Berkeliaran, Keluarga: Kami Hanya Ingin Keadilan

Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SMK Waskito Bebas Berkeliaran, Keluarga: Kami Hanya Ingin Keadilan

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 21:16 WIB

Alumni Komunikasi Unsoed Desak Copot Guru Besar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

Alumni Komunikasi Unsoed Desak Copot Guru Besar Terduga Pelaku Kekerasan Seksual

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 14:12 WIB

Ibu Sampai Kirim Surat ke Presiden, Ini Alasan Kasus Kekerasan Seksual Anak TKW di Pontianak Mandek!

Ibu Sampai Kirim Surat ke Presiden, Ini Alasan Kasus Kekerasan Seksual Anak TKW di Pontianak Mandek!

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 15:59 WIB

Terkini

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 06:00 WIB

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia

Jabar | Rabu, 04 November 2026 | 22:37 WIB

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Warisan Bukan Sekadar Harta, Habib Jafar Ingatkan Pentingnya Menjaga Masa Depan Keturunan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 22:16 WIB

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

HP Disadap Eks Kapolri, Prabowo Ternyata Tahu dari Sosok Ini

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:15 WIB

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

TNI AL Benarkan Pengerahan Pasukan ke Jakarta, Jumlah Personel Dirahasiakan

News | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan

Health | Rabu, 04 November 2026 | 22:05 WIB

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

Berani Lawan Trump, Inilah Sosok Abdul El-Sayed yang Cetak Rekor Politik AS

News | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Mi Goreng dan Makanan Pedas Jadi Favorit Gen Z, Ini Tren Kuliner yang Menarik Dicoba

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 21:43 WIB

×