Dianggap Sekadar 'Tugas Sekolah', Beda Kelas Animasi Merah Putih One for All vs Jumbo

Farah Nabilla

Minggu, 10 Agustus 2025 | 20:08 WIB
Dianggap Sekadar 'Tugas Sekolah', Beda Kelas Animasi Merah Putih One for All vs Jumbo
Beda Kelas Animasi Jumbo vs Merah Putih One for All (m.21cineplex.com)

Suara.com - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, sebuah film animasi lokal berjudul Merah Putih: One for All resmi meluncur. Tapi animasi ini malah banjir kritik dan dinilai menjadi antiklimaks animasi Jumbo yang sudah sukses sebelumnya.

Mengusung semangat nasionalisme, film ini bercerita tentang delapan anak dari latar belakang budaya berbeda yang bersatu mencari bendera pusaka sebelum upacara 17 Agustus dimulai.

Ide ceritanya sederhana namun sarat pesan kebersamaan yakni mengatasi perbedaan demi tujuan yang sama, mengibarkan Sang Saka di hari bersejarah.

Sayangnya, alih-alih menuai pujian, film garapan Perfiki Kreasindo ini justru banjir kritik setelah cuplikan trailernya beredar di media sosial.

Reaksi publik menunjukkan bahwa penonton Indonesia kini tidak lagi mudah terpukau hanya dengan label “karya anak bangsa.” Standar mereka sudah terlanjur naik dan salah satu penyebabnya adalah kesuksesan besar film animasi Jumbo beberapa bulan lalu.

Trailer Merah Putih: One for All, yang diunggah di kanal YouTube Historika Film, memperlihatkan petualangan Tim Merah Putih yaitu delapan anak yang harus menembus hutan, menyusuri sungai, melawan badai, hingga menghadapi berbagai rintangan demi menemukan bendera pusaka yang hilang tiga hari sebelum peringatan kemerdekaan.

Namun, meskipun premisnya terdengar menggugah, eksekusinya dianggap jauh dari memuaskan. Banyak warganet menilai desain karakternya kaku, animasinya datar, dan kualitas grafis terasa jadul, seolah diproduksi terburu-buru untuk mengejar momen 17 Agustus.

Alhasil tak sedikit yang membandingkan film ini dengan Jumbo, yang menghadirkan animasi dengan kualitas mendekati standar internasional. “Benchmark masyarakat buat menilai kualitas animasi ya pakenya Jumbo. Udah nggak bisa lagi jualan cuma pakai kalimat sakti ‘karya anak bangsa’,” tulis salah satu pengguna X.

Bahkan ada komentar yang lebih pedas, menyebut film ini “mirip proyek tugas sekolah” atau “lebih membosankan dari menatap kursi bioskop kosong selama dua jam.” Ada pula spekulasi bahwa sebagian suara karakter diisi menggunakan teknologi AI, yang semakin memperkuat anggapan bahwa proses produksinya kurang serius.

baca juga

Jumbo: Standar Baru Animasi Lokal

Poster Film Jumbo (IMDb)
Poster Film Jumbo (IMDb)


Kontras dengan Merah Putih: One for All, film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy telah mencatatkan rekor luar biasa. Dalam waktu kurang dari sepekan, film ini menembus lebih dari satu juta penonton, menjadikannya animasi Indonesia terlaris sepanjang masa. Pencapaian tersebut menjadikan Jumbo sebagai standar animasi lokal. 

Alasan kenapa Jumbo bisa jadi standar ialah karena hasil produksinya memuaskan. Produksinya memakan waktu lima tahun, melibatkan lebih dari 400 kreator, dan menghasilkan kualitas visual yang membuat penonton Indonesia bangga.

Bahkan, Jumbo berhasil tayang di 17 negara, membuktikan bahwa animasi lokal mampu bersaing ditingkat global jika digarap dengan komitmen tinggi.

Kesuksesan Jumbo membuat penonton kini memiliki ekspektasi yang jauh lebih tinggi terhadap film animasi lokal. Standar ini menuntut kualitas visual, alur cerita, dan pengisi suara yang solid, bukan sekadar pesan moral yang baik.

Merah Putih: One for All sebenarnya memiliki niat baik yakni merayakan kemerdekaan dengan mengangkat semangat persatuan. Namun, melihat hasilnya, ada kemungkinan dugaan netizen ada benarnya, seperti kekurangan waktu atau sumber daya untuk meningkatkan kualitasnya. 

Respon negatif yang diterimanya menjadi pengingat bahwa industri animasi nasional saat ini lebih membutuhkan konsistensi kualitas daripada label ‘karya anak bangsa’. 

Penonton masa kini sudah terlatih oleh berbagai tontonan global. Mereka tidak lagi cukup dengan semangat kebangsaan sebagai satu-satunya nilai jual. Visual, alur cerita, suara, dan eksekusi teknis harus selaras agar mampu menjadi tontonan yang nyaman untuk ditonton masyarakat.

Nyaman yang dimaksudkan di sini adalah memastikan pengalaman menonton yang memuaskan dari segi teknis dan estetika. Dengan begitu, karya animasi Indonesia bisa membuat penonton menikmati dan bangga dengan kualitasnya, seperti yang dilakukan Jumbo.

Demikian itu ulasan beda kelas animasi Jumbo vs Merah Putih: One for All. Semoga dapat dipahami. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

"Merah Putih One For All": Gagal Total? Netizen Lebih Pilih Versi AI yang Lebih Keren

"Merah Putih One For All": Gagal Total? Netizen Lebih Pilih Versi AI yang Lebih Keren

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 19:20 WIB

Habiskan Rp 6,7 Miliar, Siapa Dalang di Balik Film Animasi 'Merah Putih' yang Viral Dihujat Netizen?

Habiskan Rp 6,7 Miliar, Siapa Dalang di Balik Film Animasi 'Merah Putih' yang Viral Dihujat Netizen?

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 18:56 WIB

Kontroversi Film Merah Putih One For All: 5 Aspek Krusial Proyek Rp6,7Miliar Dikebut 2 Bulan

Kontroversi Film Merah Putih One For All: 5 Aspek Krusial Proyek Rp6,7Miliar Dikebut 2 Bulan

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:21 WIB

Kunto Aji Pertanyakan Biaya Produksi hingga Sosok Di Balik Film Merah Putih One For All

Kunto Aji Pertanyakan Biaya Produksi hingga Sosok Di Balik Film Merah Putih One For All

Entertainment | Minggu, 10 Agustus 2025 | 17:30 WIB

Terkini

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Kalbar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:25 WIB

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji

Dasco dan Muhadjir Effendy Bertemu, Upayakan Perpendek Masa Tunggu Jemaah Haji

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:16 WIB

×