3. Dirancang oleh seorang tentara Soviet
Lahirnya AK-47 punya sejarah yang mendalam kendati kini menjadi simbol kejahatan.
Nama 'AK' dalam AK-47 ternyata dipilih untuk menghormati sosok yang melahirkan senjata tersebut.
AK-47 lahir dari tangan sosok tentara Uni Soviet bernama Mikhail Kalashnikov.
Nama 'AK' adalah singkatan dari Avtomat Kalashnikova yang diambil dari nama Kalashnikov.
Lalu '47' adalah tahun pemerintah Uni Soviet meresmikan senjata ini sebagai senjata utama tentara negara tersebut.
4. Dicap sebagai senjata teroris
Label AK-47 sebagai senjata penjahat juga merambah ke dunia nyata.
Berbagai tentara pemberontak dan teroris di dunia nyata kerap tampak dengan senjata ini.
Tercatat, AK-47 dipakai oleh berbagai tentara militan, teroris, dan perompak seperti ISIS hingga Gerakan Aceh Merdeka.
5. Berjaya di Perang Dingin
Citra buruk AK-47 juga tak terlepas dari sejarah Perang Dingin.
Mengutip Independent, label negatif terhadap senjata ini muncul karena Amerika Serikat berduel dengan Uni Soviet dari tahun 60-an hingga akhir 80-an.
Amerika kala itu berusaha memberikan citra buruk ke AK-47 yang banyak dipakai oleh negara-negara pendukung Uni Soviet.
Secara performa, AK-47 juga cocok dipakai dalam perang gerilya yang kerap dilancarkan oleh negara-negara pro Uni Soviet seperti Kuba.
6. Melahirkan berbagai varian
AK-47 hingga kini masih dipercaya sebagai senjata negara-negara eks-Uni Soviet dan juga Federasi Rusia.
Segudang modernisasi dilakukan agar AK-47 bisa bersaing di tengah perkembangan persenjataan terkini.
Akhirnya, lahir beberapa varian modern seperti AKMS dan AK-200 yang lebih canggih.
7. Produser film Merah Putih One for All angkat bicara
Polemik kehadiran AK-47 tersebut akhirnya membuat para produser angkat bicara.
Endiarto selaku perwakilan tim produksi akhirnya menjawab kenapa bisa ada senjata api di film anak-anak.
Endiarto memaparkan dalam keterangannya, Senin (11/8/2025) senjata tersebut bukan senjata asli, melainkan hanya replika.
Replika senjata tersebut hadir sebagai properti acara perayaan 17 Agustus dalam film tersebut.
Kontributor : Armand Ilham