Kedekatan dengan Luhut itulah yang memberikan Purbaya pengalaman langsung dalam menangani isu-isu strategis, mulai dari politik, keamanan, hingga kemaritiman.
Tepat sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, jabatan terakhir yang diemban Purbaya adalah Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Sebagai pimpinan LPS, Purbaya dinilai berhasil memperkuat fungsi lembaga itu dalam menjaga stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
Sempat Tidak Percaya Jadi Menkeu
![Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan yang baru. [Dok. Antara]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/7Bi8Y2UnTjefSKLtARZ2Dk6CwyJcvL5w.png)
Menariknya, momen pelantikan Purbaya ke publik tak lepas dari cerita menarik. Dia mengaku sempat terkejut dan bahkan tak percaya saat mendapat panggilan dari Istana Kepresidenan. Purbaya bahkan mengira panggilan tersebut hanya penipuan.
"Ini juga kan kaget, ini kagetan juga. Saya dikasih tahu baru jam setengah satu," kata Purbaya setelah dilantik.
"Saya pikir ditipu, saya cek yang nelepon, nomor teleponnya bener apa enggak. Ternyata betulan, baru saya datang," imbuhnya.
Meski demikian, Purbaya menduga pilihannya didasarkan pada rekam jejaknya sebagai ekonom yang dianggap mumpuni.
"Kan waktu sarasehan, saya peserta di sana. Mungkin kelihatannya saya cukup jago kelihatannya," tambahnya.
Apalagi Purbaya sudah menjadi ekonom selama 25 tahun, turut dalam Komite Ekonomi Nasional, dan turut membantu Presiden ke-7 Joko Widodo mengatasi pandemi Covid-19. "Jadi saya di samping Pak Jokowi persis waktu itu," ucapnya.
Sebagai bendahara negara yang baru, Purbaya kini mengemban tugas berat. Dia langsung diminta oleh Presiden Prabowo untuk berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Sekarang kan bisa dibilang ekonomi agak melambat. Kelemahannya ke depan akan kita perbaiki," ujar Purbaya.
Purbaya menargetkan, perbaikan ini akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan. Dia berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 8% agar bisa menjadi negara maju.
"Sekarang kan bisa dibilang ekonomi agak melambat. Kelemahannya ke depan akan kita perbaiki," ucap Purbaya.
"Jadi itu enggak terlalu sulit kita perbaiki. Ya Anda lihat nanti mungkin 2 bulan, 3 bulan dari sekarang yang bisa cerah, kelihatan lagi," tandasnya.
Kontributor : Trias Rohmadoni