Profil Ram Chandra Poudel, Presiden Nepal yang Mundur usai Badai Demo dan Kontroversi

Husna Rahmayunita, Rosiana Chozanah

Kamis, 11 September 2025 | 16:49 WIB
Profil Ram Chandra Poudel, Presiden Nepal yang Mundur usai Badai Demo dan Kontroversi
Mantan Presiden Nepal Ram Chandra Poudel (X)

Suara.com - Nepal kembali diterpa gelombang krisis politik yang memuncak pada pengunduran diri Presiden Ram Chandra Poudel pada Selasa, 9 September 2025.

Keputusan mengejutkan ini datang hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli juga meletakkan jabatannya, menyusul demonstrasi besar-besaran yang berujung ricuh di ibu kota Kathmandu.

Kejadian ini tak hanya meninggalkan Nepal tanpa pemimpin eksekutif, tetapi juga menyisakan cerita kelam insiden penggerudukan rumah para pejabat, termasuk kediaman sang presiden.

Profil Singkat Ram Chandra Poudel: Veteran Politik Nepal

Lahir di Bahunpokhara pada 6 Oktober 1944, Ram Chandra Poudel merupakan Presiden Nepal ketiga yang menjabat sejak 13 Maret 2023.

Sosok yang akrab disapa Poudel ini meniti karier politik sejak usia muda, aktif dalam agitasi menentang kudeta raja dan pembubaran parlemen pertama. Ram Chandra meraih gelar Sarjana Sansekerta pada 1967 dan Magister Seni pada 1970.

Sepanjang kariernya, Poudel pernah menduduki berbagai posisi penting, termasuk Ketua Asosiasi Pelajar Sansekerta Nepal, Ketua Komite Publisitas dan Kampanye Politik Distrik Tanahu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (1994-1998), Menteri Dalam Negeri (1999-2002), dan Menteri Perdamaian dan Rekonstruksi (2007-2008).

Berkat kontribusinya, Ram Chandra menerima sejumlah penghargaan, termasuk "The Grand Cordon of the Order of the Rising Sun" dari Jepang pada 2022.

Api Protes Membakar Kathmandu: Puncak Korupsi dan Pembungkaman Suara

baca juga

Aksi demonstrasi yang melanda Nepal dipelopori oleh kelompok anak muda, yang menyebut diri mereka "Protes Gen Z". Selama dua hari, ribuan massa turun ke jalan memprotes praktik korupsi yang meluas di kalangan pejabat pemerintah.

Amarah massa semakin tersulut oleh kebijakan pemerintah yang memblokir 26 platform media sosial, termasuk Facebook, X, Instagram, dan YouTube, sebuah langkah yang dianggap sebagai upaya pembungkaman.

Situasi dengan cepat memburuk menjadi kerusuhan. Bentrokan antara demonstran dan polisi mengakibatkan sedikitnya 19 orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka.

Rumah Perdana Menteri Oli, beberapa menteri, hingga gedung parlemen menjadi sasaran amuk massa dan dibakar.

Salah satu insiden paling mencolok dari kerusuhan ini adalah penggerudukan kediaman Presiden Ram Chandra Poudel. Sekelompok demonstran menerobos masuk kawasan rumahnya, membakar, dan menjarah barang-barang berharga.

Sebuah video viral menunjukkan massa yang marah memasuki rumah tersebut, dengan salah satu demonstran mencopot foto Presiden Poudel dari dinding dan melemparkannya ke lantai sambil melontarkan sumpah serapah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sharma Oli Tumbang oleh Gen Z, Manmohan Adhikari Tetap di Hati: Membandingkan Warisan Dua PM Nepal

Sharma Oli Tumbang oleh Gen Z, Manmohan Adhikari Tetap di Hati: Membandingkan Warisan Dua PM Nepal

News | Kamis, 11 September 2025 | 15:32 WIB

Momen Pejabat Nepal Mohon Ampun ke Demonstran Agar Rumahnya Tak Dibakar, Berakhir Tragis

Momen Pejabat Nepal Mohon Ampun ke Demonstran Agar Rumahnya Tak Dibakar, Berakhir Tragis

Lifestyle | Kamis, 11 September 2025 | 15:15 WIB

Krisis Nepal Membara! Parlemen Hangus, Pemerintah Jatuh, Militer Ambil Alih

Krisis Nepal Membara! Parlemen Hangus, Pemerintah Jatuh, Militer Ambil Alih

News | Kamis, 11 September 2025 | 14:26 WIB

Terkini

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Kayu Terus Tergerus, Hutan Kehilangan Penyimpanan Karbon Alami

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Menang Harga Mati, Ini Skenario Lolos Timnas Indonesia dari Fase Grup FIFA ASEAN Cup

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 08:20 WIB

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

BEI Resmi Gelar RUPSLB Akhir Oktober 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:09 WIB

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Ngawur! Anak Buah Prabowo Bicara Konspirasi Jelang Partai Hidup Mati Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:06 WIB

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Kabut Asap Pekat, Kualitas Udara Palangka Raya Masuk Kategori Berbahaya

Foto | Rabu, 30 September 2026 | 08:00 WIB

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

Qatar Jadi Penengah Rahasia Konflik Panas AS-Iran

News | Rabu, 30 September 2026 | 07:58 WIB

×