Viral Tren Sleepmaxxing untuk Meningkatkan Kualitas Tidur, Ketahui Bahaya di Baliknya

Yasinta Rahmawati

Rabu, 24 September 2025 | 14:52 WIB
Viral Tren Sleepmaxxing untuk Meningkatkan Kualitas Tidur, Ketahui Bahaya di Baliknya
Tren Sleepmaxxing kini tengah jadi perbincangan.

Suara.com - Dalam beberapa waktu terakhir, muncul banyak tren di media sosial yang berkaitan dengan kesehatan, salah satunya adalah sleepmaxxing. Istilah ini memiliki arti sejumlah kegiatan yang bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas tidur.

Konten terkait sleepmaxxing pun ramai diperbincangkan di platform seperti TikTok dan X. Banyak unggahan yang menyoroti berbagai cara unik hingga ekstrem untuk mendapatkan tidur yang disebut-sebut sebagai cara tidur yang sempurna.

Namun, para ahli kesehatan menegaskan bahwa sebagian besar praktik ini tidak memiliki dasar ilmiah dan bahkan berpotensi membahayakan kesehatan. 

Melansir dari laman Medical Express, salah satu metode yang sempat viral adalah menggantungkan tubuh dengan tali atau sabuk di leher yang diklaim mampu menyembuhkan insomnia. Video tentang praktik ini telah ditonton lebih dari 11 juta kali di media sosial.

Metode lainnya adalah menempelkan pita di mulut (mouth taping) ketika tidur agar pernapasan berlangsung melalui hidung. Para influencer menyebut hal ini dapat memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan kesehatan mulut, hingga mengurangi dengkuran.

Namun, penelitian dari George Washington University menegaskan bahwa klaim tersebut tidak didukung oleh bukti medis.

Bahkan, para ahli dari George Washington University menyebut kegiatan sleepmaxxing ini berisiko fatal bagi penderita sleep apnea, yakni gangguan tidur akibat saluran pernapasan yang tersumbat.

ilustrasi tidur malam (freepik.com)
ilustrasi tidur malam (freepik.com)

Selain itu, tren sleepmaxxing juga mempromosikan berbagai kebiasaan lain, seperti penggunaan kacamata berlensa biru atau merah, selimut berbobot, hingga mengonsumsi dua buah kiwi sebelum tidur.

Walau tampak sepele, efektivitasnya tidak dapat dipastikan secara ilmiah.

baca juga

Dampak Psikologis dan Risiko Kesehatan Sleepmaxxing

Menurut Kathryn Pinkham, pakar insomnia asal Inggris, sleepmaxxing ini justru bisa menjadi kontraproduktif bagi siapapun yang menginginkan kualitas tidur. Alih-alih membantu, saran-saran tersebut dapat menambah kecemasan bagi penderita insomnia kronis.

Hal serupa disampaikan Eric Zhou dari Harvard Medical School. Ia menekankan bahwa tren ini berpotensi memicu orthosomnia, yaitu kondisi ketika seseorang sulit tidur karena terobsesi untuk mendapatkan tidur sempurna.

Ia menyebut bahwa banyak orang yang menginginkan untuk tidur nyenyak itu suatu hal yang wajar, tetapi menjadikannya standar kesempurnaan justru berbahaya.

Faktanya, kualitas tidur manusia memang bervariasi dari malam ke malam. Mengabaikan tentang dinamika kualitas tidur ini justru dapat memperburuk gangguan tidur. 

Uniknya, sebagian besar unggahan di media sosial tentang sleepmaxxing justru lebih menekankan pada penampilan fisik ketimbang kesehatan. Hal ini memperlihatkan keterkaitan erat dengan tren looksmaxxing, yaitu dorongan untuk melakukan berbagai cara, bahkan yang berisiko, demi meningkatkan daya tarik. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Tren Makanan yang Diprediksi Bakal Booming di Tahun 2025, Ada Favoritmu?

10 Tren Makanan yang Diprediksi Bakal Booming di Tahun 2025, Ada Favoritmu?

Lifestyle | Rabu, 24 September 2025 | 10:00 WIB

Padel: Olahraga Hits yang Naik Daun di Kalangan Gen Z

Padel: Olahraga Hits yang Naik Daun di Kalangan Gen Z

Your Say | Sabtu, 20 September 2025 | 19:51 WIB

Tren Aneh Foto Ala ODGJ, Ini Prompt Gemini AI dan Tutorial Mudahnya

Tren Aneh Foto Ala ODGJ, Ini Prompt Gemini AI dan Tutorial Mudahnya

Tekno | Sabtu, 20 September 2025 | 13:49 WIB

Terkini

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

3 Mandat Baru dari Prabowo untuk OJK di Momen 17 Agustus, Apa Saja?

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:56 WIB

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Harmoni Dalam Persatuan: Semangat NHM Membangun Gosowong Maju di Hari Kemerdekaan

Jakarta | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:55 WIB

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

PNM Peduli Bergerak Cepat Bantu Korban Gempa di Nusa Tenggara Timur

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:47 WIB

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:39 WIB

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:36 WIB

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:26 WIB

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:24 WIB

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×