Apa Itu SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis? Intip Tugas dan Gajinya

Husna Rahmayunita

Senin, 29 September 2025 | 14:02 WIB
Apa Itu SPPG dalam Program Makan Bergizi Gratis? Intip Tugas dan Gajinya
Makan Bergizi Gratis (indonesia.go.id)

Suara.com - Berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lepas dari peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang menjadi garda terdepan.

Sejak awal peluncurannya pada 2025, program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini menjadi harapan besar untuk menekan masalah gizi buruk di kalangan anak sekolah.

Dari dapur SPPG inilah ribuan porsi makanan bergizi diproduksi, dikemas, dan didistribusikan ke sekolah-sekolah setiap hari.

Namun, belakangan ini muncul sorotan tajam setelah beberapa kasus keracunan massal terjadi, membuat masyarakat bertanya-tanya tentang peran dan tantangan tim penyedia makanan dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apa itu SPPG dalam Program MBG? Intip tugas dan gajinya dalam penjelasan berikut ini.

Apa Itu SPPG?

SPPG adalah unit yang dibentuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis.

SPPG tersebar di hampir setiap kecamatan dan kabupaten, sehingga jangkauan program bisa merata hingga ke pelosok.

Tugas utama SPPG adalah memastikan makanan bergizi bisa diproduksi sesuai standar, diawasi kualitasnya, dan dikirim tepat waktu ke sekolah-sekolah.

baca juga

Dengan kata lain, SPPG berfungsi sebagai dapur pusat MBG yang bertanggung jawab penuh pada rantai penyediaan makanan, mulai dari belanja bahan baku hingga distribusi ke siswa.

Di dalam struktur SPPG, ada beberapa posisi penting, salah satunya adalah karyawan dapur.

Mereka inilah yang terlibat langsung dalam proses memasak makanan untuk anak-anak sekolah. Peran karyawan dapur sangat vital, karena dari tangan merekalah kualitas makanan ditentukan.

Jadi, keberhasilan MBG di lapangan sangat bergantung pada solidnya tim SPPG, khususnya tenaga dapur.

Berapa Gaji SPPG?

Pertanyaan seputar gaji karyawan dapur MBG sering menjadi sorotan masyarakat, terutama bagi mereka yang berminat ikut serta dalam program ini.

Pada tahap awal, tenaga dapur MBG menerima gaji sekitar Rp2 juta per bulan. Gaji tersebut diterima utuh tanpa potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan karena ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.

Seiring berjalannya waktu, tenaga dapur berpeluang diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Jika sudah berstatus PPPK, gaji mereka bisa meningkat signifikan hingga Rp5 juta per bulan.

Bahkan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024, gaji PPPK diatur dalam 17 golongan, dengan rentang dari Rp1,9 juta hingga Rp7,3 juta, tergantung masa kerja dan level golongan.

Artinya, semakin lama mereka bekerja dan semakin tinggi golongannya, semakin besar pula penghasilan yang bisa mereka terima.

Tugas dan Tanggung Jawab SPPG

SPPG, khususnya karyawan dapur MBG punya tanggung jawab yang besar. Mereka bukan hanya memasak, tapi juga memastikan makanan yang sampai ke tangan anak sekolah benar-benar aman, sehat, dan sesuai standar gizi. Berikut rincian tugasnya:

1. Operasional Harian

Setiap hari, tenaga dapur harus menyiapkan makanan dalam jumlah besar. Prosesnya mencakup mencuci dan menyiapkan bahan, memasak sesuai resep gizi, membagi porsi secara merata, hingga mengemas makanan.

Semua ini harus dilakukan maksimal 4-6 jam sebelum makanan dikonsumsi, agar kualitas dan kesegaran tetap terjaga.

2. Pengadaan Bahan Baku

Kepala dapur bertanggung jawab membeli bahan makanan yang segar, aman, dan memenuhi standar nutrisi. Proses pengadaan ini tidak boleh hanya mengejar harga murah, tapi juga mempertimbangkan kualitas terbaik.

3. Distribusi Makanan

Setelah dikemas dalam food tray, makanan dikirim ke sekolah-sekolah menggunakan kendaraan dengan boks tertutup. Petugas distribusi wajib memastikan makanan tiba tepat waktu, dalam kondisi higienis, dan diterima oleh siswa yang berhak.

Dengan beban kerja yang cukup besar, risiko yang dihadapi oleh SPPG juga nyata. Kasus keracunan makanan, misalnya, menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga kualitas dan kehigienisan makanan.

Oleh karena itu, karyawan dapur MBG seharusnya tidak hanya diberikan gaji, tetapi juga pelatihan higienitas, jaminan keselamatan kerja, serta fasilitas pendukung lainnya agar tugas mereka bisa berjalan maksimal.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

JPPI Ungkap 3 Masalah Fundamental Program MBG, Desak Reformasi Badan Gizi Nasional

JPPI Ungkap 3 Masalah Fundamental Program MBG, Desak Reformasi Badan Gizi Nasional

News | Senin, 29 September 2025 | 13:50 WIB

Chef Arnold Ngamuk Lihat Kebersihan Dapur MBG, Kebanyakan Ngonten Ketimbang Jaga Makanan

Chef Arnold Ngamuk Lihat Kebersihan Dapur MBG, Kebanyakan Ngonten Ketimbang Jaga Makanan

Lifestyle | Senin, 29 September 2025 | 13:32 WIB

Tidak Ada yang Ahli Gizi: Ini Latar Pendidikan Tiga Pimpinan BGN di Tengah Sorotan Kasus MBG

Tidak Ada yang Ahli Gizi: Ini Latar Pendidikan Tiga Pimpinan BGN di Tengah Sorotan Kasus MBG

News | Senin, 29 September 2025 | 13:44 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×