- Merawat kulit selama masa kehamilan memang membutuhkan perhatian ekstra.
- Ada beberapa kandungan skincare yang harus dihindari bagi ibu hamil.
- Lantas, kandungan skincare apa saja yang aman untuk ibu hamil?
Walaupun belum ada studi besar khusus yang membahas benzoyl peroxide pada ibu hamil, produk ini dianggap relatif aman untuk digunakan selama kehamilan, terutama jika digunakan dengan hati-hati dan sesuai petunjuk.
3. Asam Salisilat
Asam salisilat atau salicylic acid sering ada dalam produk jerawat dan kosmetik sebagai eksfolian. Penyerapan sistemiknya bisa bervariasi tergantung formulasi dan konsentrasi.
Studi besar tentang penggunaan aspirin dosis rendah selama kehamilan tidak menunjukkan peningkatan risiko cacat lahir, kelahiran prematur, atau berat badan lahir rendah.
Namun, belum banyak penelitian yang secara spesifik melihat eksposur topikal asam salisilat selama kehamilan.
Oleh karena itu, meskipun kemungkinan risikonya rendah, dianjurkan agar penggunaannya dibatasi hanya pada area kecil dan tidak berlebihan.
4. Asam Glikolat
Glycolic acid adalah bagian dari kelompok alpha hydroxy acids (AHA) yang populer dalam skincare untuk eksfoliasi dan mengatasi jerawat.
Penelitian pada hewan menunjukkan efek reproduksi hanya terjadi pada dosis yang jauh lebih tinggi daripada yang digunakan dalam produk kosmetik topikal manusia.
Hingga kini, belum ada studi besar pada manusia hamil yang mengindikasikan adanya risiko signifikan dari penggunaan glycolic acid topikal.
Oleh karena itu, dibandingkan dengan aktivitasnya yang bermanfaat, produk glycolic acid yang digunakan dalam konsentrasi wajar dianggap aman selama kehamilan.
5. Hydroquinone
Hydroquinone digunakan klinis untuk kondisi seperti melasma atau chloasma, dan secara kosmetik sebagai agen pemutih kulit.
Hal yang penting diketahui, yaitu sekitar 35–45% hydroquinone dapat diserap secara sistemik setelah penggunaan topikal. Ini relatif tinggi dibanding bahan aktif lainnya.
Meski ada satu studi kecil yang tidak menemukan peningkatan efek merugikan selama kehamilan, ukuran sampelnya masih terlalu kecil untuk teman-teman menyimpulkan bahwa hydroquinone sepenuhnya aman.
Oleh karena itu, meskipun tidak ada data yang tegas melarang, sebaiknya penggunaannya diminimalkan dan dilakukan hanya bila sangat diperlukan dan di bawah pengawasan profesional.
6. Sunscreen
Tabir surya atau sunscreen adalah salah satu produk skincare yang hampir selalu direkomendasikan selama kehamilan.
Penyerapan dermal dan sistemik bahan dalam sunscreen sangat terbatas dan tidak ada bukti kuat bahwa penggunaan sunscreen selama kehamilan menyebabkan kerusakan atau cacat.
Demikian juga dengan selftanning seperti dihydroxyacetone dengan kandungannya rendah (biasanya 115%) dan penyerapan sistemiknya sangat minimal.
Produk ini umumnya dianggap aman apabila digunakan sesuai petunjuk dan tidak ditelan atau diaplikasikan di area yang sangat besar tanpa ventilasi yang baik.
Tips Aman Memilih Skincare saat Hamil
Berikut beberapa tips aman dalam memilih skincare saat hamil.
1. Periksa label dan bahan aktif: hindari penggunaan retinoid topikal, hydroquinone, dan bahan berat lainnya bila memungkinkan.
2. Gunakan produk dengan konsentrasi rendah dan area terbatas: uji coba terlebih dahulu di area kecil seperti telinga belakang atau rahang.
3. Pilih produk dengan sunscreen mineral dan pelembap yang menenangkan untuk menjaga skin barrier.
4. Konsultasikan dengan dokter kulit atau bidan jika ragu, terutama jika memiliki riwayat jerawat berat atau kulit sangat sensitif.
Demikian informasi kandungan skincare yang aman atau harus dihindari ibu hamil. Semoga informasi ini bermanfaat.