10 Penyebab Keracunan MBG Sejak Januari 2025: Virus Hepatitis A, Bakteri Salmonella, hingga Ikan Hiu

Ruth Meliana

Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:17 WIB
10 Penyebab Keracunan MBG Sejak Januari 2025: Virus Hepatitis A, Bakteri Salmonella, hingga Ikan Hiu
Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). (ist)

Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai salah satu inisiatif strategis pemerintah kini menuai sorotan tajam. Alih-alih memberikan asupan gizi, program ini justru menimbulkan serangkaian insiden keracunan massal yang membuat publik resah.

Sejak diluncurkan pada Januari 2025, data menunjukkan lonjakan kasus keracunan MBG yang sangat mengkhawatirkan. Menurut data yang dihimpun dari Januari hingga akhir September 2025, tercatat 6.517 siswa menjadi korban keracunan akibat menyantap menu MBG. Lantas apa saja penyebab keracunan MBG sejak Januari 2025? Simak penjelasan berikut ini.

Temuan Bakteri, Virus dan Zat Kimia dalam MBG

Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). (ist)
Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). (ist)

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, turut memberikan penjelasan dari sisi medis. Dalam presentasinya di Rapat Komisi IX DPR, Budi memaparkan bahwa penyebab keracunan sangat beragam, mulai dari kontaminasi bakteri, virus, hingga zat kimia berbahaya.

"Hasil penelitian epidemiologi dari seluruh SPPG yang kita lihat ada keracunan, ini penyebab-penyebabnya secara medis," ujar Budi Gunadi di Rapat Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (1/10/2025).

"Jadi ada yang bakteri, ada beberapa itu virus, dan ini kimia," sambungnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kemenkes, beberapa jenis bakteri, virus dan zat kimia penyebab MBG beracun antara lain:

Bakteri
1. Salmonela: Sering ditemukan pada makanan yang tidak dimasak sempurna, terutama ayam dan telur.
2. Escherichia coli (E. coli): Bakteri yang hidup di usus hewan dan manusia, dapat mengontaminasi makanan melalui sanitasi yang buruk.
3. Staphylococcus aureus: Bakteri yang dapat berkembang biak di makanan yang disimpan terlalu lama pada suhu ruangan.
4. Clostridium perfringens: Sering ditemukan pada hidangan daging yang dimasak dalam jumlah besar dan tidak didinginkan dengan cepat.
5. Serta beberapa bakteri lain seperti Bacillus cereus, Listeria monocytogenes, Campylobacter jejuni, dan Shigella.

Virus
1. Norovirus/rotavirus: Sangat menular dan dapat menyebar melalui makanan yang disiapkan oleh orang yang terinfeksi.
2. Hepatitis A virus: Dapat mengontaminasi makanan melalui air atau sanitasi yang buruk.

Zat Kimia
1. Nitrit: Bahan pengawet yang jika digunakan secara tidak tepat dapat menjadi racun.
2. Scombrotoxin (histamin): Zat yang terbentuk pada ikan yang tidak didinginkan dengan benar, seperti ikan hiu atau tuna.

baca juga

Kasus Ikan Hiu Goreng dan Kelalaian SPPG

Ilustrasi ikan hiu (freepik/wirestock)
Ilustrasi ikan hiu (freepik/wirestock)

Salah satu kasus paling mencolok adalah insiden keracunan di Ketapang, Kalimantan Barat, yang melibatkan menu ikan hiu goreng. Menu ini disajikan di SDN 12 Banua Kayong dan menyebabkan sejumlah siswa jatuh sakit.

Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, mengakui bahwa penetapan menu tersebut adalah murni kelalaian dari pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Saya sempat marah ke ahli gizi. Dia sudah minta maaf dan mengakui hal tersebut murni keteledoran," ucap Agus.

Agus menyesalkan pilihan menu tersebut, mengingat ikan hiu bukan makanan yang umum dikonsumsi anak-anak dan berpotensi mengandung merkuri serta histamin.

Daftar Menu MBG yang Diduga Jadi Pemicu

Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). (ist)
Ilustrasi penampakan menu program makan bergizi gratis (MBG). (ist)

Dari berbagai laporan, teridentifikasi beberapa menu yang diduga menjadi penyebab keracunan di berbagai daerah:

1. Cipongkor: Nasi, ayam, tahu goreng, sambal, sayuran, dan stroberi.
2. Garut: Nasi putih, ayam woku, tempe orek, sayuran, dan stroberi.
3. Tasikmalaya: Mie, ayam semur cincang, kerupuk pangsit, dan sawi hijau.
4. Cianjur: Kentang goreng, tempe, ayam katsu, dan buncis.
5. Rembang: Mie ayam, tahu rebus, dan potongan melon.
6. Ketapang: Nasi, ikan hiu filet saus tomat, oseng kol dan wortel.
7. Palembang: Nasi, ayam katsu, tahu, salad, dan pisang.
8. Kayong Utara: Nasi, ayam kecap, oseng kol, tempe goreng, dan puding.
9. Pugung: Nasi, tahu goreng, ikan lele goreng, dan salak.
10. Tuban: Nasi goreng.
11. Kupang: Nasi, sayur, telur, tahu, dan susu.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keracunan Massal MBG, FSGI: Itu Kesalahan Badan Negara, Korban Berhak Tuntut Ganti Rugi

Keracunan Massal MBG, FSGI: Itu Kesalahan Badan Negara, Korban Berhak Tuntut Ganti Rugi

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 14:04 WIB

Kepala BGN Akui Risiko di Program Makan Bergizi Gratis: Regulasi Lemah Hingga Konflik Kepentingan

Kepala BGN Akui Risiko di Program Makan Bergizi Gratis: Regulasi Lemah Hingga Konflik Kepentingan

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:36 WIB

4 Kontroversi MBG Versi FSGI: Dari Makanan Mubazir hingga Ancaman Tunjangan Guru

4 Kontroversi MBG Versi FSGI: Dari Makanan Mubazir hingga Ancaman Tunjangan Guru

News | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:16 WIB

Terkini

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Banten | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:04 WIB

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Lampung | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:02 WIB

×