Indonesia Serius Garap Pariwisata Hijau, Kunci di Kualitas SDM

Agung Pratnyawan

Rabu, 08 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Indonesia Serius Garap Pariwisata Hijau, Kunci di Kualitas SDM
Ilustrasi wisata alam (pexels.com/Oziel Gómez)

Indonesia berkomitmen untuk menjadi pelopor dalam pariwisata hijau (green tourism) dengan menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. 

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) baru saja meluncurkan studi bertajuk Tourism Snapshot Vol. 1 No. 2  2025 yang membahas implementasi pariwisata berkelanjutan.

Pendekatan ini menekankan pada keseimbangan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal. 

Pemerintah berusaha memastikan tidak hanya membantu perekonomian tetapi bisa berkontribusi pada  keberlanjutan alam dan budaya daerah. 

Studi ini menggaris bawahi tiga pilar utama: pekerjaan hijau, keterampilan hijau, dan kualitas hijau.

Menurut I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Asisten Deputi Pengelolaan Strategis Kemenparekraf, keberhasilan transisi ke pariwisata hijau sangat bergantung pada kompetensi SDM yang memiliki standar keterampilan berkelanjutan.

Dewi menekankan bahwa transisi ini bukan hanya kebutuhan nasional, tetapi juga permintaan global.

Dengan perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengarah pada destinasi yang ramah lingkungan, Indonesia berusaha untuk memenuhi standar internasional dalam pariwisata berkelanjutan.

Pada rencana ini edisi Snapshot kali ini membuat tema Green Jobs, Green Skills and Green Quality dengan maksud transisi hijau sektor pariwisata dengan menonjolkan tiga pilar utama, yakni green jobs, green skills, dan green quality (kualitas hijau).

baca juga

Bagian pekerja hijau dengan tujuan mengkaji peluang dan proyeksi bagi tenaga kerja ramah lingkungan di sektor pariwisata. Selain itu, membahas juga kurikulum, pelatihan, dan kompetensi sumber daya manusia dalam mendukung ekonomi hijau.

Kualitas hijau memfokuskan pada jaminan mutu dan sertifikasi tenaga kerja pariwisata sesuai dengan standar keberlanjutan global.

Menurut Dewi, transisi menuju pariwisata hijau bukan hanya kebutuhan nasional, tetapi juga tuntutan global.“Komitmen ini sejalan dengan visi mitra pembangunan internasional yang menggap transisi hijau sebagai suatu keharusan,” ujarnya. 

Bahwa perubahan perilaku wisatawan saat ini lebih menyukai destinasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sebagai langkah lanjutan dalam memperkuat sektor pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah menyusun 34 standar kompetensi nasional di bidang pariwisata. 

Standar ini mencakup Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) yang dirancang untuk memastikan bahwa kualitas tenaga kerja di sektor pariwisata sejalan dengan kebutuhan industri yang berkembang pesat.

Dalam upaya ini, Kemenparekraf juga berfokus pada pemutakhiran kurikulum pariwisata berbasis masyarakat. Kurikulum ini diharapkan dapat memberikan pendidikan yang relevan dan praktis, sehingga para peserta didik siap untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. 

Selain itu, pengembangan sertifikasi bagi pekerja di tingkat manajerial strategis menjadi salah satu prioritas. Sertifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga kerja, yang pada gilirannya dapat mendukung pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi.

Kerjasama yang erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pelaku industri menjadi kunci dalam mempercepat adopsi praktik berkelanjutan di sektor pariwisata. 

Dengan kolaborasi ini, diharapkan standar dan praktik terbaik dapat diterapkan secara luas, sehingga semua pihak dapat berkontribusi terhadap tujuan bersama dalam menciptakan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pemerintah juga berencana untuk mempersiapkan harmonisasi standar kepariwisataan di tingkat ASEAN dan global. 

Ini mencakup pembaruan kurikulum pariwisata berbasis masyarakat (CBT) serta pengembangan sertifikasi untuk pekerja di tingkat manajerial strategis, yang akan membantu Indonesia bersaing di pasar pariwisata internasional.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan keterampilan hijau, dan sertifikasi kompetensi yang berkualitas, Indonesia berharap bahwa pariwisata hijau dapat tumbuh secara inklusif. 

Ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. Dengan demikian, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kontributor : Laili Nur Fajar Firdayanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Wajah Baru Wisata Jakarta yang Serba Ada: Dari Liburan Keluarga hingga Pusat Gaya Hidup Urban

Ini Wajah Baru Wisata Jakarta yang Serba Ada: Dari Liburan Keluarga hingga Pusat Gaya Hidup Urban

Lifestyle | Rabu, 08 Oktober 2025 | 11:49 WIB

10 Destinasi Wisata Tersembunyi yang Diprediksi Trending di 2026

10 Destinasi Wisata Tersembunyi yang Diprediksi Trending di 2026

Lifestyle | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:22 WIB

Wisata ke Sulawesi Kini Makin Mudah, Rute Baru Buka Akses ke Wakatobi hingga Toraja

Wisata ke Sulawesi Kini Makin Mudah, Rute Baru Buka Akses ke Wakatobi hingga Toraja

Lifestyle | Kamis, 02 Oktober 2025 | 13:22 WIB

Terkini

0859 Nomor Apa? Ini Provider dan Daftar Kode Prefix XL Axiata

0859 Nomor Apa? Ini Provider dan Daftar Kode Prefix XL Axiata

Tekno | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:29 WIB

Kala Memutuskan WFH di Kampung, Namun Bagaimana dengan Koneksi Internetnya?

Kala Memutuskan WFH di Kampung, Namun Bagaimana dengan Koneksi Internetnya?

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:25 WIB

Gus Kikin Pimpin PBNU, Ini Respon Sekjen Partai Golkar

Gus Kikin Pimpin PBNU, Ini Respon Sekjen Partai Golkar

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:21 WIB

Bukan Indonesia, Negara Ini Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan

Bukan Indonesia, Negara Ini Hukum Mati Pelaku Pembakaran Hutan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:11 WIB

Bertabur Visual! Kenalan dengan 4 Cowok Idaman yang Rebutan Hati Roh Jeong Eui di Crushology 101

Bertabur Visual! Kenalan dengan 4 Cowok Idaman yang Rebutan Hati Roh Jeong Eui di Crushology 101

Your Say | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

Prakiraan Cuaca Pekanbaru: Diguyur Hujan Ringan Hari Ini

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:04 WIB

Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat

Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Gus Yahya Klaim PBNU Tak Lagi Kejar Politik Elektoral, Kini Fokus Kawal Nilai

Gus Yahya Klaim PBNU Tak Lagi Kejar Politik Elektoral, Kini Fokus Kawal Nilai

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:58 WIB

Meski Pendapatan Naik, Tapi Rugi WIKA Masih Rp1,48 Triliun

Meski Pendapatan Naik, Tapi Rugi WIKA Masih Rp1,48 Triliun

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:54 WIB

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini di Level Rp17.754/USD

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43 WIB

×