Suara.com - Viral di Twitter atau kini X sebuah cuitan yang menyebutkan bahwa tahun 2025 belum makan rambutan.
Adalah akun @tokopedijee yang mengunggah sebuah foto bergambar rambutan yang bertuliskan, “Ngerasa nggak sih di tahun 2025 kita belum makan rambutan sama sekali?”
Postingan ini sontak dibanjiri beragam komentar karena banyak netizen yang merasa relate. “Belum musim min,” ujar seorang warganet. Warganet lain pun menimpali, “Lah iya belom pernah makan ini.”
“Pengen banget aku juga lagi, belum ada musim,” ujar yang lain.
Sebenarnya kapan musim rambutan datang? Atau jangan-jangan tahun 2025 tidak akan ada musim rambutan?
Melansir sejumlah sumber, puncak musim rambutan di Indonesia berkisar pada akhir tahun hingga Januari di tahun berikutnya.
Untuk daerah dengan curah hujan rendah, musim rambutan biasanya terjadi mulai November-Desember.
Rambutan merupakan salah satu buah khas negara tropis. Rasanya yang manis membuatnya digemari banyak orang. Di samping itu, buahnya gampang tumbuh dan harganya terjangkau di pasaran.
Waktu panen rambutan memang tidak selalu sama di seluruh wilayah di Indonesia. Faktor utama yang memengaruhinya adalah iklim dan curah hujan.
Rambutan biasanya mulai berbunga setelah melalui musim kemarau dan berbuah ketika hujan mulai turun secara teratur.
Selain itu, varietas rambutan juga berperan besar. Beberapa jenis rambutan seperti rambutan binjai dan rapiah memiliki umur panen yang berbeda dibandingkan dengan varietas lain.
Dengan demikian, meskipun ditanam di waktu bersamaan, masa panen tidak selalu berbarengan. Ketinggian lokasi tanam pun turut menentukan. Pohon rambutan yang tumbuh di dataran rendah cenderung lebih cepat berbuah dibandingkan yang ditanam di dataran tinggi.
Awal tahun, yang biasanya merupakan puncak musim rambutan, adalah waktu terbaik untuk menikmati buah ini. Di musim ini, buah rambutan banyak yang telah matang langsung dari pohonnya.
Dalam periode tersebut, harga rambutan juga cenderung lebih terjangkau karena pasokan melimpah.
Misalnya, pada musim sebelumnya, harga rambutan di beberapa pasar tradisional hanya berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan di luar musimnya yang bisa mencapai dua kali lipat.
Selain rasanya yang lezat, rambutan juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Buah ini kaya akan vitamin C, zat besi, dan serat yang baik untuk pencernaan serta membantu menjaga daya tahan tubuh.
Karena kandungan airnya yang tinggi, rambutan juga bisa menjadi pilihan buah untuk menjaga hidrasi tubuh di cuaca panas. Pada musim panennya nanti, masyarakat disarankan untuk mengonsumsi rambutan segar dan tidak menyimpannya terlalu lama agar cita rasanya tetap terjaga.
Untuk yang awam soal buah rambutan dan ingin membelinya di pasar, Anda bisa menerapkan beragam tips agar tetap mendapatkan produk yang segar.
Kendati harga rambutan memang murah namun ada baiknya apabila Anda tidak hanya tergiur dengan harga yang sekadar murah. Pastikan pula kualitas dari rambutan sebelum Anda membayarnya.
Sebagai gambaran, pilih buah rambutan yang kulitnya berwarna merah merata serta masih memiliki rasa elastis saat ditekan.
Hindari membeli rambutan yang tampak kering atau pucat. Agar rambutan tak mudah busuk, simpan di suhu ruang.
Namun, lebih disarankan agar baru membeli ketika akan menikmatinya. Terlebih, kandungan air di dalam rambutan akan sangat enak apabila buah ini dinikmati dalam keadaan segar.
Jadi tunggu apalagi, mumpung mendekati musimnya, persiapkan diri untuk menikmati durian sepuasnya. Buah yang cocok untuk dimakan sembari mengobrol santai bersama sahabat.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni