Suara.com - Kabar mengenai penangkapan Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi perbincangan hangat. Dirinya terkena OTT pada sebuah operasi di hari Senin, 3 November 2025 lalu.
Dikabarkan pernah menjadi cleaning service, berikut perjalanan karier Gubernur Riau Abdul Wahid yang meniti langkahnya dari nol.
OTT yang dilakukan ini terhitung adalah kali ke enam sepanjang tahun 2025, setelah sebelumnya lima OTT dilakukan di beberapa daerah dan kementerian yang ada Indonesia.
Daftar tersangka yang ditangkap pun cukup panjang, dengan berbagai kasus yang disangkakan pada mereka.
Terakhir, KPK mengamankan sejumlah pihak dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan, yang juga menyeret nama Ebenezer Gerungan selaku Wakil Menteri Ketenagakerjaan.
Sekilas Perjalanan Karier Gubernur Riau Abdul Wahid
![Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (5/11/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/05/47721-gubernur-riau-abdul-wahid.jpg)
Dikenal sebagai figur yang sederhana, Abdul Wahid ternyata meniti karier politiknya dari bawah. Sambil berkuliah, ia bekerja sebagai cleaning service di kampusnya.
Selain itu ia tercatat pernah menjadi kuli bangunan demi menyambung pendidikan tinggi dan mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Berangkat dari lingkungan santri dan kehidupan perkuliahan yang sudah keras, karakter gigihnya terbentuk dan tumbuh jadi sosok yang rendah hati, dekat dengan rakyat, dan aktif di berbagai kegiatan sosial.
Pergaulannya di kampus pun membuka jalan baginya untuk mengenal dunia politik. Hal ini dimulai dengan aktivitasnya di organisasi kepemudaan dan sosial keagamaan, hingga kemudian bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Sejak bergabung dengan PKB, karier politiknya melesat. Ia terjun ke dunia legislatif dan berhasil terpilih sebagai Anggota DPR RI pada Pemilu 2019 lalu. Ia menempati satu dari tiga belas kursi wakil rakyat Riau yang duduk di parlemen.
Selama berada di kursi DPR RI, dirinya vokal memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau, utamanya di sektor pembangunan infrastruktur dan pendidikan. Ia juga dipercaya memegang peran strategis sebagai pimpinan di Baleg DPR RI.
Ia kembali mendapatkan kursi DPR RI pada Pemilu 2024 lalu, dan tercatat mendapatkan suara terbanyak dibandingkan seluruh calon anggota DPR RI di dapil Riau.
Dukungan masyarakat yang kuat membuatnya membulatkan tekad mencalonkan diri sebagai Gubernur Riau.
Pada awal tahun 2025 lalu, Abdul Wahid resmi dilantik sebagai Gubernur Riau untuk periode 2025 hingga 2030.
Dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, hal ini juga menjadi tanda bahwa dirinya belum sampai satu tahun menjalankan tugasnya.
Penangkapan yang Mengagetkan

Penangkapan Abdul Wahid cukup mengagetkan masyarakat Riau. Sosok yang dielukan sebagai salah satu putra daerah yang berhasil, kini justru menjadi pesakitan karena tudingan korupsi.
Tidak sedikit yang menjadikan momen penangkapan ini sebagai pengingat bahwa perjuangan melawan korupsi masih panjang, dan bahwa orang yang dikenal baik dan merakyat juga memiliki potensi untuk terjerat kasus korupsi ketika dedikasi yang dimilikinya dapat dibeli dengan sejumlah rupiah.
Kasus Abdul Wahid
Abdul Wahid ditangkap bersama dengan dua orang lain, yakni Muhammad Arief Setiawan dan Dani M Nursalam.
KPK menyatakan telah menemukan alat bukti, dan menetapkan ketiganya sebagai tersangka dengan barang bukti uang senilai Rp1,6 miliar dalam pecahan dolar AS, pound sterling, dan rupiah, yang berhasil disita dari OTT tersebut.
Kasus ini berawal dari Gubernur Riau Abdul Wahid yang, melalui Muhammad Arief Setiawan, mengancam akan mencopot para Kepala UPT jika tidak memberikan "jatah preman" sebesar 5% atau setara Rp7 miliar.
Fee ini diberikan atas adanya penambahan anggaran 2025 yang dialokasikan pada UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP.
Itu tadi sedikit penjelasan karier Gubernur Riau Abdul Wahid yang tertangkap OTT KPK, sejak mahasiswa dan menjadi cleaning service, hingga terjerat operasi pembersihan oleh lembaga antirasuah. Semoga bermanfaat!
Kontributor : I Made Rendika Ardian