Silsilah Keluarga Gus Elham Yahya, Pendakwah Kediri yang Viral Cium Anak Kecil

Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 11 November 2025 | 15:52 WIB
Silsilah Keluarga Gus Elham Yahya, Pendakwah Kediri yang Viral Cium Anak Kecil
Silsilah Keluarga Gus Elham (ist)

Suara.com - Pendakwah asal Kediri, Gus Elham Yahya baru-baru ini jadi buah bibir usai sebuah video yang menunjukkan dirinya tengah berinteraksi dengan seorang anak kecil saat kegiatan dakwah. Dalam video tersebut terlihat Gus Elham Yahya mencium anak kecil tersebut di hadapan jamaah.

Rekaman itu kemudian menyebar cepat melalui berbagai platform media sosial, memicu perdebatan luas dan menimbulkan berbagai reaksi dari publik. Sebagian warganet menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dalam ruang publik, terlebih oleh seorang tokoh agama yang memiliki posisi sebagai panutan.

Di sisi lain, ada pula yang berpendapat bahwa tindakan itu merupakan ekspresi kasih sayang yang lumrah dalam tradisi pesantren.

Menanggapi banyaknya tudingan yang muncul, Gus Elham Yahya memberikan klarifikasi melalui unggahan video, menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat buruk dan menolak anggapan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk pelecehan. Ia menyebut bahwa insiden itu terjadi secara spontan dan tanpa maksud negatif.

Sosok Gus Elham Yahya pun kini diulik oleh warganet. Ia diketahui memiliki latar belakang keluarga pendakwah. Lalu, seperti apa silsilah keluarga Gus Elham Yahya? Simak inilah selengkapnya.

Silsilah Keluarga Gus Elham Yahya

Gus Elham Yahya, atau bernama lengkap Mohammad Elham Yahya Luqman, adalah seorang pendakwah muda asal Kediri yang namanya tengah banyak diperbincangkan. Ia diketahui lahir pada 8 Juli 2001 dan tumbuh di lingkungan pesantren di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kediri, Jawa Timur. Lingkungan tersebut telah lama dikenal sebagai basis pendidikan agama dengan tradisi keilmuan yang kuat.

Ia merupakan putra dari KH Luqman Arifin Dhofir, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1 Kediri, serta cucu dari KH Mudhofir Ilyas, tokoh pendiri pesantren Al Ikhlas.

Dengan garis keturunan tersebut, Gus Elham Yahya tidak hanya mewarisi ikatan keluarga ulama, tetapi juga amanah keilmuan dan tradisi dakwah yang sudah berjalan turun-temurun.

Sejak kecil ia sudah akrab dengan kegiatan keagamaan seperti kajian kitab kuning, pengajian rutin, hingga pembiasaan adab khas pesantren. Akar religius inilah yang membuat perjalanan dakwahnya tidak datang begitu saja, melainkan berangkat dari lingkungan yang telah memupuk pemahaman agama secara mendalam.

baca juga

Dalam pendidikannya, Gus Elham mengenyam proses belajar di pesantren, mulai dari dasar hingga tingkat lanjut. Ia diketahui pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Al Ikhlas, kemudian memperdalam ilmu agama dengan mengikuti jejak keluarga ke beberapa lembaga pendidikan pesantren lainnya di Kediri.

Sejumlah sumber juga menyebutkan bahwa proses belajarnya di pesantren cukup intens, sehingga ia memiliki kemampuan berceramah dan memahami materi agama dengan baik meski usianya masih muda.

Gaya dakwah Gus Elham Yahya dikenal sederhana dan tidak terkesan menggurui. Ia lebih banyak mengemas ceramah dalam bentuk obrolan santai dengan bahasa yang mudah dicerna. Dari sinilah minat generasi muda mulai tumbuh, karena dakwahnya dianggap relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Gus Elham adaptif dengan perkembangan zaman. Ia tidak hanya berdakwah melalui majelis taklim, tetapi juga aktif mengisi konten dakwah di platform digital seperti TikTok, Instagram, hingga YouTube.

Pada tahun 2023, ia mendirikan Majelis Taklim “Ibadallah” sebagai wadah pembinaan jamaah secara lebih terarah. Kehadirannya di media sosial membuat ia cepat dikenal dan memiliki jamaah yang luas, tidak hanya di Kediri, tetapi juga di berbagai daerah lainnya.

Namun, popularitas Gus Elham Yahya ternyata membuat sebuah konsekuensi. Pada awal November 2025, nama Gus Elham Yahya  menjadi bahan pembicaraan setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan dirinya sedang mencium seorang anak kecil dalam sebuah kegiatan dakwah. Dalam rekaman tersebut, terlihat adanya interaksi fisik yang dinilai oleh sebagian netizen tidak tepat dilakukan di ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Gelar Pahlawan, Kisah Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah akan Dibukukan Pemerintah

Setelah Gelar Pahlawan, Kisah Soeharto, Gus Dur, hingga Marsinah akan Dibukukan Pemerintah

News | Senin, 10 November 2025 | 22:32 WIB

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

Usai Soeharto dan Gus Dur, Giliran BJ Habibie Diusulkan Dapat Gelar Pahlawan Nasional

News | Senin, 10 November 2025 | 20:42 WIB

Terkini

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:45 WIB

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:41 WIB

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 17:38 WIB

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:35 WIB

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:34 WIB

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:32 WIB

×