The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita

Fabiola Febrinastri

Rabu, 12 November 2025 | 15:57 WIB
The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita
The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025. (Dok: BWCF)

Kehadiran Dr. Samah Sabawi menjadi sorotan istimewa dalam BWCF tahun ini. Lahir di Gaza dan besar di pengasingan, Samah kini tinggal di Melbourne dan dikenal luas sebagai penyair, dramawan, dan aktivis perdamaian. Karyanya melintasi batas geografi dan bahasa, menyuarakan luka, cinta, dan keteguhan manusia Palestina dalam menghadapi penindasan.

Samah adalah penulis naskah drama terkenal seperti Tales of a City by the Sea, Them, dan I Remember My Name — karya yang telah dipentaskan di berbagai negara dan diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Buku terbarunya, Cactus Pear for My Beloved (Penguin Australia, 2024), menelusuri perjalanan keluarganya selama satu abad, masuk dalam daftar pendek Stella Prize 2025 serta Douglas Stewart Prize di bawah NSW Premier’s Literary Awards.

Sejumlah penghargaan bergengsi lain yang pernah diterima Samah antara lain Australian Writers’ Guild Award (2021) dan Green Room Award (2020), serta dikenal sebagai salah satu suara perempuan Palestina yang paling berpengaruh di panggung sastra dunia. Kehadiran Samah Sabawi di BWCF 2025 memiliki makna simbolik yang kuat: ia membawa suara perlawanan dan spiritualitas ke dalam ruang budaya Indonesia, menjembatani pengalaman Palestina dan Islam Nusantara dalam satu kesadaran kemanusiaan. Di tengah dunia yang retak oleh perang dan krisis, puisinya mengingatkan kita bahwa ziarah terbesar manusia adalah mencari kedamaian dalam hati dan dunia.

Tribute untuk arkeolog Uka Tjandrasasmita

Festval kali ini merupakan tribute terhadap almarhum arkeolog UI yang di masa hidupnya sangat menekuni penelitian mengenai nisan-nisan nusantara, yaitu Uka  Tjandrasasmita  (1934-2010).  Buku almarhum:  Arkeologi  Islam  Nusantara merupakan buku wajib bagi mereka yang melakukan studi terhadap arkeologi Islam Nusantara. Semasa hidupnya, Uka banyak melakukan penelitian di Banten lama (Kesultanan Banten), Cirebon (Kasultanan dan tradisi Islam pesisir), Trowulan (hubungan Majapahit dengan awal Islam),· Giri Kedaton dan Gresik (Sunan Giri,

Sunan Maulana Malik Ibrahim), Gampong Pande – Aceh (nisan dan jejak Islam awal). Uka bisa disebut adalah seorang arkeolog yang memperjuangkan agar peninggalan Kesultanan Islam — nisan, masjid tua, kota pelabuhan — diperlakukan sebagai situs arkeologi yang bernilai akademis. Dialah yang pertama kali memetakan arkeologi Islam di Indonesia secara sistematis.

Beliau dikenal sebagai penggagas bidang Arkeologi Islam di Indonesia, yang sebelumnya belum diperlakukan sebagai bidang studi tersendiri. Beliaulah yang menunjukkan bahwa bentuk dan ornamentasi nisan dapat menjadi indikator jalur penyebaran Islam apakah itu dari Gujarat, Bengal, Cina dan lain-lain.

Berkaitan dengan tribut terhadap Uka Tjandrasasmita ini, secara khusus pada malam opening BWCF 2025 akan dihadirkan Pidato Kebudayaan yang akan membahas salah satu penelitian yang pernah dilakukan oleh Uka Tjandrasasmita. Pidato kebudayaan akan dibawakan oleh Dr Helene Njoto, seorang sejarawan seni dan arsitektur dari Perancis. Judul pidato kebudayaanya Adalah: Tribute untuk Uka Tjandrasasmita Membaca Kembali Sendang Duwur Dan Masjid-Masjid Kuno Nusantara.

Sendang Duwur Adalah situs purbakala Islam yang terletak di Desa Sendang Duwur, Kecamatan dan Kawedanan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Situs ini juga dikenal dengan nama Masjid Sendang Duwur atau Makam Sunan Sendang. Di situ terdapat masjid kuno dan mimbar, batu nisan keramat, gapura, pendapa dan tiang berukir dan lain-lain. Uka Tjandrasasmita pernah meneliti Sendang Duwur dan pada tahun 1975 tulisannya tentang situs tersebut pernah terbit dalam Bahasa Inggris: Islamic Antiiquity of Sendang Duwur . Dalam pidato kebudayaannya di BWCF, Dr Helen Njoto yang juga melakukan penelitian Situs Sendang Duwur akan membaca ulang penelitian Uka Tjandrasasmita tersebut.

baca juga

Diharapkan BWCF kali ini menjadi sebuah festival yang dari segi content berbobot dan bisa menjadi referensi bagi para mahasiswa, peneliti, dosen, sastrawan, seniman dan sebagainya. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:45 WIB

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Relate Banget! Novel Berpayung Tuhan tentang Luka, Hidup, dan Penyesalan

Relate Banget! Novel Berpayung Tuhan tentang Luka, Hidup, dan Penyesalan

Your Say | Minggu, 26 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Refleksi Diri lewat Berpayung Tuhan, Saat Kematian Mengajarkan Arti Hidup

Refleksi Diri lewat Berpayung Tuhan, Saat Kematian Mengajarkan Arti Hidup

Your Say | Senin, 06 Oktober 2025 | 06:14 WIB

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Membongkar Patriarki dan Kekerasan Simbolik

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Membongkar Patriarki dan Kekerasan Simbolik

Your Say | Jum'at, 19 September 2025 | 16:28 WIB

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:59 WIB

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Indonesia Punya Potensi Besar Kembangkan Kripto Syariah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:55 WIB

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Ringan untuk Remaja Sekolah yang Hasilnya Natural dan Tidak Dempul sesuai Review

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Rekam Jejak Jebolan Liga India yang Jadi Pelatih Anyar Bhayangkara FC Gantikan Paul Munster

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Kata BMKG, Penurunan Kualitas Udara Pekanbaru Bukan karena Karhutla

Riau | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:30 WIB

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi, SAR Masih Cari Korban

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:29 WIB

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

Bos BI Berganti, Grace Natalie PSI Tegaskan Independensi Institusi Tak Boleh Goyah

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:26 WIB

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

DPRD DKI Soroti Izin Penjualan Miras di Festival Musik, Buntut Kasus Viral The Sounds Project

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Bosan Lari Gitu-Gitu Aja? Coba 5 Spot Jogging di Jogja Ini, Suasananya Asri Banget!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×