The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Rabu, 12 November 2025 | 15:57 WIB
The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025, Mengenang Arkeolog Uka Tjandrasasmita
The 14th Borobudur Writers and Cultural Festival 2025. (Dok: BWCF)

Suara.com - Nisan-nisan di Nusantara merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam arkeologi Islam di Indonesia, karena selain sebagai tanda tempat peristirahatan terakhir, nisan-nisan tersebut juga menyimpan simbol-simbol religius dan filosofis serta ornamen-ornamen estetis yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan.

Di Nusantara, budaya lokal juga mempengaruhi ornamen-ornamen nisan. Dan gaya khas sebuah nisan lokal bisa menyebar melebihi batas wilayahnya. Tipologi nisan-nisan dari zaman Iskandar Muda Kesultanan Aceh misalnya memiliki pengaruh signifikan terhadap nisan-nisan di Asia Tenggara. Bahkan nisan-nisan itu menjadi penanda status sosia dan di masa kini menjadi data arkeologis akan adanya jaringan maritim yang kuat dari Nusantara ke Asia Tenggara.

BWCF (Borobudur Writers and Cultural Festival) ke 14 tahun 2025 ini bekerja sama dengan Majelis Seni dan Tradisi Cirebon (Mesti) dan Perhimpunan Ahli Epigrafi Indonesia (PAEI) didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata Kota Cirebon berusaha menampilkan tema arkeologi nisan-nisan di Nusantara.

April lalu di Museum Nasional Jakarta, Kementrian Kebudayaan mengadakan pameran besar sejarah Islam Nusantara bertema: Misykat, Cahaya Peradaban Islam Nusantara. Di dalam pameran itu kita bisa menyaksikan abklats (cetakan kopi) nisan-nisan kuno Aceh. Museum Nasional memiliki lebih dari 2000 abklats nisan-nisan kuno Aceh yang simbol-simbol dan ornamen-ornamen serta epitafnya bermakna filosofis tinggi yang semuanya belum dikaji secara memadai.

Meneruskan semangat ini, BWCF di Kraton Kacirebonan akan mengundang banyak ahli untuk membahas pemaknaan ketuhanan yang terdapat pada simbol-simbol dan aksara berbagai makam tua Nusantara. Diharapkan para ahli ini dapat memberikan publik pemahaman mengenai betapa pada nisan pun terdapat ornamen estetika dan aspek-aspek puitis ajaran-ajaran ketuhanan.

Dalam sebuah nisan pun juga dapat dilacak hubungan interkultural nusantara dengan peradaban luar. BWCF akan menghadirkan misalnya Prof Dr Daniel Perret, arkeolog asal Perancis yang dikenal meneliti nisan-nisan kuno Aceh dan pengaruhnya di pernisanan di Malaysia. BWCF juga akan menghadirkan Bastian Zulyeno Phd, ilmuawan dari Universitas Indonesia yang lama studi di Iran dan menguasai Bahasa Iran dengan baik. Beliau dikenal meneliti epitaph nisan-nisan Nusantara yang memiliki larik-larik berasal dari puisi-puisi Ketuhanan Iran.

Acara BWCF tahun ini sepenuhnya akan berlangsung di Kraton Kacirebonan, Kota Cirebon. Dipilihnya Cirebon sebagai tempat penyelenggaraan BWCF ke 14 adalah karena Cirebon selain memiliki tinggalan arkeologis masa islam yang cukup signifikan, Cirebon juga memiliki sejarah panjang dalam syiar islam di Pulau Jawa.

Cirebon memainkan peran vital dalam politik dan kekuasaan bergaya islam di abad ke-15 dan 16. Pengaruhnya begitu penting, sehingga menjadi akar kesultanan-kesultanan Islam di Pulau Jawa, salah satunya adalah Kesultanan Banten. Sebagai kota pusaka yang bersejarah, Cirebon memiliki warisan cagar budaya yang cukup berlimpah, mulai dari kompleks kraton (Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan), masjid kuno, kompleks taman, dan makam-makam islam kunonya. Makam-makam tersebut hingga kini masih menjadi destinasi yang cukup digemari sebagai wisata religi.

Cirebon juga dikenal memiliki banyak manuskrip-manuskrip kuno. Manuskrip-manuskrip yang berkaitan dengan ajaran ketuhanan para wali. Di antaranya Adalah manuskrip-manuskrip yang bertautan dengan ajaran ketuhanan Tareqat Syattariyah seperti konsep Martabat Tujuh. Syattariyah adalah tarekat (ordo tasawuf) yang berkembang di India pada abad ke-15, lalu menyebar ke Asia Tenggara pada abad ke-16/17. Nama Syattariyah berasal dari kata Arab yang berarti “cepat” atau “seketika”. Maknanya merujuk pada jalan “cepat” untuk mencapai makrifat kepada Allah.

Berkaitan dengan Syattariyah, Cirebon menduduki posisi unik. Yaitu selain ajaran-ajarannya terhubung dengan pesantren-pesantren, tareqat ini juga terkoneksi dengan kraton-kraton yang ada di Cirebon antara lain Kraton Kasepuhan, Kraton Kanoman dan Kraton Kacirebonan yang menjadi tempat festival BWCF berlangsung. Baik Kraton Kasepuhan, Kraton Kanoman dan Kraton Kacirebonan memiliki sejumlah koleksi manuskrip-manuskrip tua yang berkaitan dengan pemikiran Syattariyah. Namun belum banyak peneliti yang melakukan studi terhadap manuskrip-manuskrip Syattariyah di kraton-kraton Cirebon.

Untuk itulah tema BWCF kali ini selain membahas nisan-nisan nusantara juga akan mengangkat soal dunia manuskrip Tarekat Syattariyah di Cirebon. Terkhusus akan dibahas bagaimana gerakan Syattariyah juga di masa lalu memiliki kontribusi untuk mengilhami perlawanan-perlawanan terhadap kolonialisme Belanda. Prof Dr

Peter Carey, misalnya dalam kesempatan BWCF ini akan mengemukakan bagaimana Diponegoro juga terpengaruh oleh gerakan Syattariyah, sehingga ia berani menghadapi Belanda.

Dr Samah Sabawi dan Malam Puisi Cirebon-Gaza

Sebagaimana festival-festival BWCF sebelumnya selain acara utama simposium dan lecture-lecture, maka terdapat progam berkaitan dengan sastra dan seni pertunjukan. Di Cirebon, BWCF akan menghadirkan para penyair terkemuka Indonesia yang sering mengolah tema-tema spiritual Islam dalam sajak-sajaknya antara lain Zawawi Imron, Acep Zamzam Noer, Hikmat Gumelar dan Nenden Lilis – untuk membacakan puisinya dalam Malam Puisi untuk Palestina.

Hikmat Gumelar, penyair asal Majalengka baru saja mendapat penghargaan bergengsi Palestine World Prize for Literature. Dalam malam puisi tersebut, BWCF akan mengundang seorang penyair diaspora Palestina. Penyair perempuan dan penulis naskah drama keturunan Palestina Dr Samah Sabawi bersedia hadir untuk membacakan sajak-sajaknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Misteri Abad ke-20 Terpecahkan: Lubang Aneh di Peru Diduga sebagai Pasar Kuno

Tekno | Selasa, 11 November 2025 | 18:45 WIB

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Himne Babilonia Berusia 3.000 Tahun Berhasil Diungkap Peneliti

Lifestyle | Jum'at, 31 Oktober 2025 | 17:33 WIB

Relate Banget! Novel Berpayung Tuhan tentang Luka, Hidup, dan Penyesalan

Relate Banget! Novel Berpayung Tuhan tentang Luka, Hidup, dan Penyesalan

Your Say | Minggu, 26 Oktober 2025 | 17:35 WIB

Refleksi Diri lewat Berpayung Tuhan, Saat Kematian Mengajarkan Arti Hidup

Refleksi Diri lewat Berpayung Tuhan, Saat Kematian Mengajarkan Arti Hidup

Your Say | Senin, 06 Oktober 2025 | 06:14 WIB

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Membongkar Patriarki dan Kekerasan Simbolik

Film Tuhan Izinkan Aku Berdosa: Membongkar Patriarki dan Kekerasan Simbolik

Your Say | Jum'at, 19 September 2025 | 16:28 WIB

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

Misteri Gunung Padang Makin Terkuak, Pilar Ruang Bawah Tanah dan Struktur Raksasa Ditemukan!

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 22:00 WIB

Terkini

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 23:07 WIB

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Kecantikan Masuk Era Regeneratif, Perawatan Kulit Kini Fokus ke Kesehatan Sel Jangka Panjang

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:47 WIB

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

5 Potret Gaya Hidup Mewah Vanessa Nabila, Wanita yang Dekat dengan Gubernur Ahmad Luthfi

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:59 WIB

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lipstik Orange Cocok untuk Kulit Apa? Ini 5 Pilihan yang Murah dan Bagus

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:05 WIB

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

6 Shio Paling Beruntung pada Rabu 13 Mei 2026, Ada Shio Babi dan Kuda

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:39 WIB

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Urutan Basic Skincare Wardah untuk Kulit Berjerawat, Wajah Jadi Bersih dan Sehat

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:10 WIB

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Organisasi Jepang Gelar Sayembara Cari Rumah Angker di Indonesia, Siapkan Imbalan Rp50 Juta

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:52 WIB

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Zulfan Hasdiansyah Bagikan Wawasan di Middle East Youth Summit 2026

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:29 WIB

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

YBB Umumkan Pemenang Middle East Youth Summit 2026 di Makkah

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:42 WIB

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Dialami Ayu Aulia, Benarkah Aborsi Bisa Sebabkan Wanita Kehilangan Rahim?

Lifestyle | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:29 WIB