Stop Gesekan di Kantor! 5 Langkah Empati untuk Menyatukan Ritme Kerja Antara Milenial dan Gen Z

Dinda Rachmawati | Suara.com

Sabtu, 15 November 2025 | 15:42 WIB
Stop Gesekan di Kantor! 5 Langkah Empati untuk Menyatukan Ritme Kerja Antara Milenial dan Gen Z
Stop Gesekan di Kantor! 5 Langkah Empati untuk Menyatukan Ritme Kerja Milenial dan Gen Z (Dok. Istimewa)
  • Gen Z dan Milenial berbeda gaya kerja, tetapi bisa saling melengkapi bila dikelola dengan empati.
  • Generasi muda mengutamakan purpose dan fleksibilitas, sehingga perlu penyelarasan komunikasi di tempat kerja.
  • Program Migunani & Co. membantu menjembatani perbedaan generasi agar kolaborasi lebih efektif.

Suara.com - Kolaborasi lintas generasi kini menjadi realitas yang tak terhindarkan di berbagai organisasi. Di ruang-ruang kerja, Baby Boomers, Gen X, Millennials, dan Gen Z hadir dengan gaya komunikasi, ritme kerja, serta nilai yang berbeda. 

Jika tidak dikelola, benturan ekspektasi mudah berubah menjadi friksi. Namun, ketika diatur dengan empati dan struktur yang tepat, keberagaman ini justru menghadirkan potensi kolaborasi yang lebih kaya.

Laporan Deloitte Gen Z & Millennial Survey 2025 menunjukkan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z dan Milenial tidak lagi hanya mengutamakan gaji, tetapi mencari purpose, kesejahteraan, dan pertumbuhan karier sebagai prioritas utama. 

Sementara itu, Randstad Asia Pacific Workmonitor 2025 mencatat bahwa perbedaan ekspektasi mereka dengan generasi yang lebih senior semakin terlihat, terutama dalam gaya komunikasi, fleksibilitas kerja, dan bentuk apresiasi.

Perbedaan inilah yang sering kali muncul dalam dinamika Gen Z dan Milenial, meskipun keduanya sama-sama dikenal progresif dan adaptif. Milenial tumbuh di era transisi digital, sementara Gen Z lahir langsung ke dunia yang serba instan dan serba terkoneksi. Perbedaan konteks ini membentuk perilaku kerja yang tidak selalu seragam.

Gen Z vs Milenial: Berbeda Dalam Ritme dan Harapan

1. Cara berkomunikasi

Milenial cenderung menyukai penjelasan lengkap dan komunikasi yang terstruktur. Sementara Gen Z lebih nyaman dengan pesan singkat, cepat, dan langsung.

“Gen Z itu real-time communicator,” ungkap beberapa fasilitator Migunani & Co. Mereka menginginkan respons cepat dan interaksi yang lebih dinamis, sedangkan Milenial lebih memberi ruang untuk proses dan konteks.

2. Tujuan vs Proses

Milenial terbiasa bekerja dengan sistem dan metodologi tertentu. mereka menghargai proses. Gen Z lebih menekankan efisiensi dan hasil. Bagi mereka, cara tidak sepenting tujuan, asalkan target tercapai.

3. Batasan Kerja dan Kesejahteraan

Keduanya sama-sama peduli dengan work-life balance. Namun Milenial sering melihat keseimbangan sebagai pola jangka panjang, sedangkan Gen Z melihatnya sebagai kebutuhan harian yang nyata.

Perlu Jembatan, Bukan Pembeda

Melihat dinamika tersebut, Migunani & Co. merancang program Bridging Generations at Work, yang mengajarkan lima langkah praktis untuk menyatukan ritme lintas generasi, mendengarkan sebelum merespons, menyamakan bahasa komunikasi, fokus pada tujuan bersama, merayakan kekuatan perbedaan, dan menciptakan ruang percakapan yang aman.

CEO Migunani & Co., Ninien Irnawati, menekankan bahwa masalah kolaborasi bukan hanya soal gaya komunikasi, tetapi soal empati.

“Tempat kerja saat ini adalah perpaduan nilai dan perspektif yang kaya. Ketika dikelola dengan empati, keberagaman usia dapat memperkuat budaya dan performa organisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sheilla Quinita, CCO Migunani & Co., menambahkan bahwa pendekatan mereka tidak bertujuan mengunggulkan satu generasi di atas lainnya.

“Kami tidak ingin menonjolkan satu generasi di atas yang lain. Tujuan kami adalah membangun konektivitas manusia,” tuturnya.

Berikut 5 cara praktis untuk membangun kolaborasi yang lebih hangat dan efektif antar generasi:

1. Dengarkan Sebelum Merespons

Setiap generasi membawa konteks pengalaman yang berbeda. Praktik active listening membantu mengurangi asumsi dan membuka ruang dialog yang lebih sehat.

2. Samakan Bahasa Komunikasi

Gen Z mungkin nyaman dengan pesan singkat, sementara generasi sebelumnya terbiasa dengan email formal. Kesepakatan mengenai cara dan gaya komunikasi membantu menyelaraskan ritme kerja.

3. Fokus pada Tujuan, Bukan Gaya Kerja

Alih-alih memperdebatkan metode, perkuat kesepahaman pada tujuan bersama. Fleksibilitas dapat mengurangi konflik dan meningkatkan hasil.

4. Rayakan Perbedaan Sebagai Kekuatan

Generasi lebih senior menyumbang pengalaman dan stabilitas; generasi lebih muda membawa perspektif segar dan kecepatan eksekusi. Keduanya saling melengkapi.

5. Bangun Ruang Percakapan yang Aman

Budaya berbagi pengalaman jauh lebih efektif dibandingkan sekadar sosialisasi kebijakan atau pelatihan satu arah.

Membangun Budaya Kerja Baru yang Lebih Adaptif

Perbedaan antara Gen Z dan Milenial tidak seharusnya dilihat sebagai jurang, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang saling melengkapi. 

Milenial membawa kedalaman pengalaman dan kemampuan memetakan konteks; Gen Z membawa kecepatan eksekusi dan intuisi teknologi yang kuat. Ketika dua perspektif ini bertemu, organisasi bisa bergerak lebih cepat tanpa kehilangan arah.

Melalui rangkaian diskusi berkelanjutan di Jakarta, program Bridging Generations at Work juga menghadirkan kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih dalam cara kerja lintas generasi, sekaligus mengenalkan layanan utama Migunani & Co., mulai dari recruitment services hingga corporate training dan executive coaching—yang berakar pada filosofi people-first dan impact-driven.

Pada akhirnya, kolaborasi antar generasi bukan soal siapa yang lebih benar atau lebih relevan, melainkan bagaimana setiap orang memahami ritme masing-masing dan bergerak menuju tujuan yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Lulusan SMA Bisa Melamar jadi Petugas Bea Cukai

Menkeu Purbaya Buka Lowongan Kerja Besar-besaran, Lulusan SMA Bisa Melamar jadi Petugas Bea Cukai

Bisnis | Jum'at, 14 November 2025 | 20:29 WIB

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

Jurus Baru Prabowo: Ubah Bonus Demografi RI Jadi Solusi Global di Negara 'Aging Society'

News | Jum'at, 14 November 2025 | 13:01 WIB

Paradoks Literasi Gen Z: Mengapa Minat Baca Tinggi tapi Pemahaman Rendah?

Paradoks Literasi Gen Z: Mengapa Minat Baca Tinggi tapi Pemahaman Rendah?

Your Say | Jum'at, 14 November 2025 | 10:15 WIB

Terkini

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Daftar Harga 5 Lipsstik Dior yang Asli, Tahan Lama dan Tak Bikin Bibir Kering

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:10 WIB

6 Ciri Lipstik Maybelline Asli dan Palsu Agar Bibir Tidak Menghitam

6 Ciri Lipstik Maybelline Asli dan Palsu Agar Bibir Tidak Menghitam

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:25 WIB

5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas

5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:25 WIB

Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat

Serum Dulu atau Moisturizer Dulu? Ini Urutan Skincare yang Benar untuk Kulit Sehat

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic

6 Zodiak yang Tak Cocok Jadi Pasangan Gemini, Hubungan dengan Scorpio Bakal Toxic

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:58 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan

9 Rekomendasi Facial Wash Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp15 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:40 WIB

5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja

5 Parfum Travel Size Lokal yang Wanginya Tahan Lama dan Praktis Dibawa Kemana Saja

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:16 WIB

BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru

BRI Promo Spesial Hello Kitty x Jisoo di Kota Kasablanka: Borong Merchandise Dapat Cashback Seru

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:46 WIB

Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya

Shio Apa yang Paling Pelit? Ternyata Ini Juaranya

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:20 WIB

Punya 12 Altar Dewa Dewi Agung, Kelenteng Tian Fu Gong Bakal Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta

Punya 12 Altar Dewa Dewi Agung, Kelenteng Tian Fu Gong Bakal Jadi Wisata Religi Baru di Jakarta

Lifestyle | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:37 WIB