Fosil Reptil Laut Berleher Panjang dari Zaman Purba Ditemukan di China

Ruth Meliana Suara.Com
Rabu, 19 November 2025 | 19:54 WIB
Fosil Reptil Laut Berleher Panjang dari Zaman Purba Ditemukan di China
Rekonstruksi nothosaurus sekitar 240 juta tahun lalu yang mengungkap keragaman tersembunyi dari China barat daya: Lijiangosaurus yongshengensis (tengah), Nothosaurus yangjuanensis (kiri atas), Nothosaurus luopingensis (kanan atas), Brevicaudosaurus jiyangshanensis (kiri bawah), dan Lariosaurus hongguoensis (kanan bawah). (Kelai Li)

Suara.com - Tim peneliti paleontologi di China mengumumkan penemuan fosil reptil laut berleher panjang yang hidup sekitar 247 hingga 241 juta tahun lalu. Spesies baru ini diberi nama Lijiangosaurus yongshengensis dan ditemukan di Formasi Beiya, Provinsi Yunnan, China. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Communications Biology dan dinilai membuka babak baru dalam pemahaman evolusi reptil laut purba.

Mengutip Sci News (17/11/2025), makhluk purba ini berasal dari kelompok nothosaurus, bagian dari clade besar Sauropterygia, yang mendominasi lautan sejak awal hingga pertengahan periode Trias.

Sauropterygia sendiri dikenal sebagai kelompok reptil laut penting yang bertahan sekitar 180 juta tahun dan mencakup berbagai sub kelompok, mulai dari placodont hingga pistosaur — leluhur dari plesiosaurus yang lebih terkenal.

Menurut Dr. Qinghua Shang dan rekan-rekannya, Lijiangosaurus yongshengensis memiliki panjang tubuh lebih dari 2,5 meter dan struktur tubuh yang mirip dengan nothosaurus lain: tengkorak pipih, tubuh ramping, serta empat tungkai berbentuk dayung untuk berenang. Namun apa yang membuatnya istimewa adalah lehernya yang luar biasa panjang.

Mengutip Sci News (17/11/2025), fosil menunjukkan spesies ini memiliki 42 tulang leher (vertebra servikal), dua kali jumlah rata-rata reptil laut sezamannya.

Dalam dunia paleontologi, jumlah lebih dari 30 tulang leher sudah dikategorikan sebagai “leher panjang ekstrem”.

Dengan demikian, spesies ini menjadi sauropterygian paling awal yang menunjukkan perkembangan leher panjang sebelum kemunculan plesiosaurus dan pistosaurus.

Leher panjang memang menjadi ciri ikonik plesiosaurus—reptil laut raksasa yang sering digambarkan dalam buku-buku sejarah alam.

Namun banyak ilmuwan sebelumnya menduga struktur tersebut baru berkembang pada keturunan pistosaurus yang lebih muda. Penemuan ini membalik dugaan tersebut dan menunjukkan bahwa evolusi leher panjang ternyata dimulai jauh lebih awal.

Baca Juga: Desak Transisi Bersih, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di PLTGU Muara Karang

Para peneliti juga mencatat bahwa Lijiangosaurus yongshengensis memiliki struktur sendi tambahan yang unik pada tulang lehernya. Struktur ini diperkirakan berfungsi untuk mengurangi goyangan tubuh saat berenang, menjadikannya lebih stabil di air. Temuan ini dinilai menambah wawasan baru tentang keragaman anatomi dan kemampuan adaptasi sauropterygia pada tahap awal evolusi mereka.

Nothosaurus secara umum memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding pachypleurosaurus, tetapi masih lebih kecil dari pistosaurus dan plesiosaurus. Mereka biasanya merupakan predator lincah yang memangsa ikan dan cumi-cumi menggunakan gigi runcing dan rapat seperti sisir—yang cocok untuk menangkap mangsa licin di laut dangkal pada masa Trias.

Lokasi penemuan fosil ini juga mencuri perhatian. Situs tersebut berada di pinggir Dataran Tinggi Tibet bagian timur, cukup jauh dari wilayah fosil laut purba yang lebih terkenal di perbatasan Yunnan dan Guizhou. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan laut Trias dulunya jauh lebih luas daripada dugaan sebelumnya, sekaligus memperkaya peta sebaran fauna laut purba di China.

Dengan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa perkembangan anatomi ekstrem seperti leher panjang bukanlah ciri khas spesifik plesiosaurus saja, tetapi sudah muncul lebih awal di antara nenek moyang sauropterygia.

Mereka juga menekankan bahwa vertebra reptil laut pada masa itu sangat fleksibel dan mampu berevolusi cepat menyesuaikan kebutuhan ekologis.

Penemuan Lijiangosaurus yongshengensis bukan hanya menambah daftar spesies baru, tetapi juga memperluas pemahaman tentang dinamika evolusi hewan laut setelah kepunahan massal akhir Permian.

Fosil ini menjadi bukti bahwa alam sedang bereksperimen dengan berbagai bentuk tubuh pada masa pemulihan ekosistem tersebut.

Para ahli berharap penelitian lanjutan di Formasi Beiya dapat menemukan fosil tambahan yang mungkin memberi gambaran lebih jelas tentang bagaimana hewan ini bergerak, berburu, dan beradaptasi dalam lingkungannya.

Untuk saat ini, Lijiangosaurus yongshengensis berdiri sebagai salah satu penemuan paling menarik tahun ini di dunia paleontologi, terutama bagi mereka yang mengamati perjalanan panjang evolusi reptil laut berleher panjang.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI