10 Cara Efektif Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying

Ruth Meliana

Senin, 24 November 2025 | 17:19 WIB
10 Cara Efektif Mencegah Anak Menjadi Pelaku Bullying
Ilustrasi Perundungan (Pexels)

Suara.com - Bullying masih menjadi persoalan besar bagi anak-anak usia sekolah. Tidak sedikit orang tua fokus melindungi anak dari menjadi korban, namun lupa bahwa mencegah anak menjadi pelaku juga sama pentingnya.

Ibu tentu sudah melakukan yang terbaik untuk mendidik anak bertumbuh menjadi anak yang baik. Namun, tidak ada salahnya juga untuk mengajarkan pada anak mengenai betapa seriusnya perilaku bullying, baik secara fisik maupun verbal.

Berikut adalah rangkuman langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak terlibat dalam perilaku perundungan.

1. Tegaskan Sejak Awal: Bullying Tidak Bisa Ditoleransi

Anak perlu tahu bahwa bullying bukan sekadar “nakal”, tetapi tindakan yang membawa konsekuensi serius di rumah, sekolah, dan lingkungan sosial. Orang tua dianjurkan menetapkan aturan tegas dan konsisten.

Jika anak melakukan kekerasan fisik atau verbal, segera hentikan dan berikan hukuman yang tepat dan bermakna, misalnya mencabut akses gadget bila bullying dilakukan lewat pesan atau media sosial.

2. Jelaskan Pentingnya Sikap Hormat dan Kesopanan

Anak harus diajarkan bahwa perbedaan fisik, agama, ras, kemampuan, gender, atau latar ekonomi bukan alasan untuk mengejek atau merendahkan orang lain. Orang tua bisa melatih empati dengan mengajak anak berbaur dalam kegiatan komunitas, sehingga mereka terbiasa berinteraksi dengan orang yang berbeda dari dirinya.

3. Kenali Lingkungan Pergaulan Anak

baca juga

Pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap perilaku anak. Orang tua disarankan berkomunikasi dengan guru, konselor, dan orang tua teman sebaya untuk mengetahui apa saja tekanan sosial yang mungkin dialami anak. Jika anak berada dalam kelompok yang gemar mendominasi atau mengintimidasi orang lain, kondisi ini perlu segera ditangani.

4. Bangun Komunikasi Rutin dengan Anak

Meluangkan waktu berbicara setiap hari membantu orang tua memahami apa yang sedang dirasakan dan dialami anak. Tanyakan bagaimana hari mereka berjalan, apakah ada masalah dengan teman, atau pelajaran apa yang sedang membuat mereka stres. Komunikasi terbuka memungkinkan orang tua menangkap sinyal awal perilaku negatif.

5. Beri Pujian Ketika Anak Berperilaku Positif

Penguatan positif sering kali lebih efektif daripada hukuman. Saat anak mengambil keputusan baik, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, atau menunjukkan belas kasih, berikan apresiasi. Hal ini membantu membentuk motivasi internal untuk berperilaku baik dan mendorong mereka memilih cara yang lebih sehat dalam mengatasi masalah.

6. Ajarkan Cara Mengelola Emosi

Banyak anak melakukan bullying karena kesulitan mengendalikan emosi seperti marah, frustrasi, atau rasa tidak aman. Ajari anak strategi menenangkan diri seperti menarik napas, menjauh sejenak dari situasi panas, atau mengungkapkan perasaan dengan kata-kata. Bila anak terus kesulitan mengontrol amarah, bantuan profesional bisa menjadi opsi tepat.

7. Awasi Perilaku Anak di Rumah

Bullying seringkali berawal dari dinamika keluarga. Jika anak sering memukul, mengejek, atau meremehkan saudara kandung, segera hentikan sebelum menjadi kebiasaan. Aturan tentang saling menghormati harus diterapkan di rumah, bukan hanya di sekolah.

8. Jadilah Teladan yang Baik

Anak belajar langsung dari apa yang mereka lihat. Bila orang tua sering berteriak, mengejek, atau menunjukkan agresivitas, anak berisiko menirunya. Orang tua perlu menunjukkan cara menyelesaikan konflik dengan sehat serta memperlakukan semua orang—termasuk keluarga—dengan hormat.

9. Kerja Sama dengan Pihak Sekolah

Jika bullying terjadi di sekolah, orang tua perlu bekerja sama dengan guru dan staf sekolah untuk membuat rencana penanganan. Anak yang tahu bahwa komunikasi antara rumah dan sekolah berjalan baik akan lebih berhati-hati dan lebih mungkin memperbaiki perilakunya.

10. Cari Bantuan Ahli Jika Diperlukan

Jika anak menunjukkan pola perilaku agresif berulang, sulit mengontrol kemarahan, atau punya riwayat masalah perilaku, evaluasi dari psikolog atau terapis dapat membantu. Pendampingan profesional memungkinkan anak mempelajari cara baru dalam mengelola emosi dan memperbaiki keterampilan sosial.

Mencegah anak menjadi pelaku bullying membutuhkan kombinasi antara aturan jelas, komunikasi terbuka, dan keteladanan orang tua. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat belajar membangun hubungan yang sehat, memahami perbedaan, dan tumbuh menjadi individu yang empatik serta bertanggung jawab.

Bullying tidak akan berhenti dengan sendirinya — tetapi dengan tindakan yang tepat, orang tua dapat membuat perubahan besar sejak dini.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak

Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak

News | Minggu, 23 November 2025 | 16:19 WIB

Menteri Dikdasmen Targetkan Permen Antibullying Rampung Akhir 2025, Berlaku di Sekolah Mulai 2026

Menteri Dikdasmen Targetkan Permen Antibullying Rampung Akhir 2025, Berlaku di Sekolah Mulai 2026

News | Minggu, 23 November 2025 | 15:32 WIB

Masalahnya Bukan di Netflix, tapi di Literasi Digital Kita

Masalahnya Bukan di Netflix, tapi di Literasi Digital Kita

Your Say | Minggu, 23 November 2025 | 09:25 WIB

Terkini

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Belajar Membatik Langsung di Trusmi, Cara Anak Muda Mengenal Warisan Budaya Cirebon

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:33 WIB

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

5 Perbedaan Lipstik Maybelline Superstay Matte dan Vinyl, Kenali Formula hingga Ketahanannya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:32 WIB

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Review Film The Doll Ghawiah: Misteri Boneka Berdarah Paling Menakutkan!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Cara Membuat Paspor Anak Terbaru: Syarat Lengkap, Biaya, dan Prosedurnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 12:29 WIB

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

Taktik Tak Biasa! Anggota Polisi dan BNN Tumpangi KRL demi Tembus Sarang Narkoba Kampung Bahari

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:28 WIB

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Andrea Bocelli Hadirkan Malam Penuh Harmoni di Tengah Kemegahan Candi Borobudur

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:23 WIB

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

Polemik Film 'Pesta Babi' Dandhy Laksono, Menteri HAM Dorong Polisi Tempuh Restorative Justice

News | Minggu, 01 November 2026 | 12:20 WIB

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Sinopsis Gajab Raat, Film Kriminal Manoj Bajpayee di Netflix

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:15 WIB

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Konser 30 Tahun Ungu: Tennis Indoor Jadi Panggung Karaoke Massal

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 12:11 WIB

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

×