Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?

Chyntia Sami Bhayangkara

Sabtu, 29 November 2025 | 15:43 WIB
Penyebab Banjir Sumatera, Cuaca Ekstrem atau Eksploitasi Alam Berlebihan?
Penyebab Banjir Sumatera (bnpb.go.id)

Suara.com - Beberapa titik daerah di Provinsi Sumatera, kini tengah mengalami bencana banjir bandang. Selain menelan banyak korban jiwa, peristiwa tersebut juga menyebabkan berbagai kerusakan rumah, hingga hanyutnya fasilitas umum. Sejumlah warga kini harus mengungsi di tempat yang lebih aman.

Tak tinggal diam, pemerintah langsung bergerak cepat untuk mengatasi bencana yang terjadi di Sumatera. Bantuan pun terus disalurkan. Lantas apa penyebab banjir Sumatera? Berikut ini Suara.com telah merangkum penyebab utamanya.

Penyebab Banjir Sumatera

Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Dirjen PDASRH), Dyah Murtiningsih, penyebab banjir besar di Sumatera karena hujan ekstrem akibat fenomena siklon tropis.

Lebih lanjut, Dyah menyatakan bahwa sebagian besar Daerah Aliran Sungai (DAS) terdampak terletak di Areal Penggunaan Lain (APL). Karena kondisi inilah, ia mengklaim jika wilayah itu lebih rentan mengalami bencana hidrometeorologi.

Meski demikian, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Sumatera Utara (Sumut) menilai bahwa penyebab banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga dan Tapanuli tidak sepenuhnya karena cuaca ekstrem. Menurut WALHI, bencana itu tidak bisa lepas dari campur tangan manusia.

Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Sumut Jaka Kelana Damanik menentang anggapan jika bencana yang mengetikan itu, hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi tanpa keterlibatan tangan manusia.

Jaka memaparkan saat banjir terjadi, berbagai material terutama kayu yang sebelumnya sengaja ditebang terbawa arus. Citra satelit pun menunjukkan kondisi hutan di sekitar lokasi bencana yang tampak gundul. Jaka Kelana mengklaim, campur tangan manusia juga terjadi melalui keputusan politik serta kebijakan yang berlandaskan pada pembangunan serta ekonomi di wilayah tersebut.

Oleh sebab itu, bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sibolga-Tapanuli bukan hanya sekadar fenomena alam biasa, namun merupakan bencana ekologis. Jaka menganggap jika negara telah gagal mengelola lingkungan hingga menyebabkan krisis ekologis yang berujung pada kerusakan alam.

Mengingat, banjir bandang dan longsor di Sibolga–Tapanuli bukanlah pertama kali terjadi. Jaka menuturkan, bahwa bencana serupa muncul setiap tahun, terutama ketika memasuki musim hujan.

baca juga

Terjadinya bencana ini, membuat WALHI Sumut gencar mendesak pemerintah untuk memberi perhatian intens terhadap ekosistem Batang Toru yang kadi hutan tropis terakhir di wilayah Sumut. Ekosistem tersebut tersebar di Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, serta kaya akan flora dan fauna yang tergolong langka.

Dapat disimpulkan bahwa, selain faktor cuaca, kerusakan lingkungan akibat alih fungsi lahan jadi penyebab signifikan banjir di wilayah Sumatera.

Wilayah yang Terdampak Banjir dan Jumlah Korban

Banjir bandang setidaknya menerjang 13 daerah di Sumatera Utara, antara lain yaitu Langkat, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Mandailing Natal. Lalu ada Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Binjai, Medan, dan Deli Serdang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memaparkan perkembangan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Data terbaru BNPB menunjukkan total ada 35 orang di Aceh yang meninggal dunia akibat terdampak banjir bandang. Berikut adalah data terkini korban yang dipaparkan BNPB:

  • Bener Meriah: 11 tewas dan 13 hilang
  • Aceh Tenggara: 6 tewas, 7 hilang dan 5 luka-luka
  • Aceh Tengah: 15 tewas
  • Gayo Lues: 1 tewas dan 2 hilang
  • Aceh Tamiang: 3 luka-luka
  • Subulussalam: 1 tewas
  • Lhokseumawe: 1 tewas dan 3 hilang.

Demikian uraian mengenai penyebab banjir Sumatera. Kini pemerintah terus berupaya keras menyalurkan bantuan darurat.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Sumatera Tidak Ditetapkan sebagai Bencana Nasional, Kenapa? Ini Kata BNPB

Banjir Sumatera Tidak Ditetapkan sebagai Bencana Nasional, Kenapa? Ini Kata BNPB

Lifestyle | Sabtu, 29 November 2025 | 12:58 WIB

Mendarat di Jakarta, Ji Chang Wook Sampaikan Duka untuk Korban Bencana di Sumatera

Mendarat di Jakarta, Ji Chang Wook Sampaikan Duka untuk Korban Bencana di Sumatera

Entertainment | Jum'at, 28 November 2025 | 19:57 WIB

Banjir Sumatera Telan Banyak Korban, Kementerian ESDM akan Perketat Amdal

Banjir Sumatera Telan Banyak Korban, Kementerian ESDM akan Perketat Amdal

Bisnis | Jum'at, 28 November 2025 | 19:16 WIB

Terkini

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Prof Ahmad Fadli Terpilih Jadi Rektor Unri Periode 2026-2030

Riau | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Relationship Burnout: Hubungan yang Harusnya Nyaman Justru Menguras Energi

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:36 WIB

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Keamanan Timur Tengah Jadi Sorotan, PSSI Pertimbangkan Ganti Lawan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:35 WIB

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

ISPA di Wilayah Karhutla Tembus 277 Ribu Kasus

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Cemburu! Suami di Metro Tega Bakar Istri yang Sedang Hamil Saat Tidur Pulas

Lampung | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Review The Pet Cemetery Murders: Hantu, Pembunuhan, dan Sejarah yang Kelam

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:30 WIB

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

4 Sepeda Lipat Murah di Bawah Rp2 Juta untuk Kerja, Praktis Dibawa ke Kantor

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Tertibkan Kawasan Hutan, Satgas PKH Setor Rp57,1 Triliun ke Kas Negara

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:28 WIB

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Pakistan Desak AS dan Iran Patuhi MoU Islamabad di Tengah Ketegangan Timur Tengah

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:27 WIB

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Legenda Kosmetik Indnesia Martha Tilaar Meninggal Dunia

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:25 WIB

×