Apa Itu EEHV? Virus Herpes Gajah yang Dikenal Mematikan, Begini Cara Penularannya

Minggu, 07 Desember 2025 | 13:08 WIB
Apa Itu EEHV? Virus Herpes Gajah yang Dikenal Mematikan, Begini Cara Penularannya
Seekor anak gajah sumatera bersama induknya berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Riau, Minggu (20/9/2020). Anak gajah Sumatera berkelamin betina dengan berat 81kg yang terlahir dari induknya bernama Nia pada Jumat (18/9/2020) lalu. (wahyudi)
Baca 10 detik
  • EEHV adalah virus herpes yang menyerang anak gajah.
  • Virus ini bisa menyebabkan penyakit hemorragik akut dan kematian dalam 24 jam.
  • Belum ada vaksin resmi, tapi isolasi gajah sakit dan antiviral agents dapat membantu meringankan gejala.

Suara.com - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (BTNTN) baru-baru ini mengumumkan kabar duka bahwa anak gajah bernama Kalistha Lestari atau yang akrab dipanggil Tari, meninggal dunia pada 10 September 2025.

Beberapa hari kemudian, melalui akun Instagram resmi BTNTN, diumumkan bahwa penyebab kematian Tari adalah infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) atau virus herpes gajah.

Sebelumnya, pada 2023, anak gajah dari induk yang sama bernama Ryu juga meninggal akibat dugaan infeksi virus yang sama. Lantas, apa sebenarnya EEHV dan mengapa virus ini sangat berbahaya?

Gajah sumatera bernama Tari yang ditemukan mati di Taman Nasional Tesso Nilo [ANTARA/Ho-Balai TNTN]
Gajah sumatera bernama Tari yang ditemukan mati di Taman Nasional Tesso Nilo [ANTARA/Ho-Balai TNTN]

Mengenal EEHV

Melansir dari jurnal World Organisation for Animal Health (WOAH), EEHV adalah virus DNA untai ganda yang termasuk dalam keluarga Herpesviridae, subfamili Betaherpesvirinae, genus Proboscivirus, dan spesies Elephantid betaherpesvirus.

Virus ini dikenal menyebabkan penyakit hemorrhagic akut yang mematikan pada anak gajah Asia maupun Afrika, baik yang hidup di alam liar maupun dalam penangkaran.

Jika infeksi EEHV berlangsung parah, kematian dapat terjadi dalam 24 jam. Mengingat gajah Asia termasuk spesies yang terancam punah, EEHV menjadi ancaman serius bagi upaya konservasi.

Genotipe EEHV dan Spesies Target

EEHV memiliki delapan genotipe berbeda (EEHV1 hingga EEHV6), dengan tingkat keganasan yang bervariasi. Beberapa genotipe menunjukkan preferensi spesies tertentu, antara lain sebagai berikut.

  • EEHV1, EEHV1A, EEHV1B: Gajah Asia
  • EEHV2, EEHV6: Gajah Afrika
  • EEHV3: Gajah Asia dan Afrika
  • EEHV4, EEHV5: Gajah Asia

Virus ini telah dilaporkan menyerang anak gajah di Amerika Utara, Eropa, Afrika, dan Asia, termasuk negara seperti India, Thailand, Myanmar, dan Kamboja.

Cara Penularan EEHV

Penularan EEHV terjadi melalui beberapa jalur, antara lain sebagai berikut.

Baca Juga: Benteng Terakhir yang Terkoyak: Konflik Manusia dan Negara di Jantung Tesso Nilo

  • Kontak langsung dengan cairan tubuh gajah yang terinfeksi, seperti air liur atau cairan dari luka kulit.
  • Inhalasi aerosol dari gajah yang terinfeksi.

Peran penularan tidak langsung melalui benda atau fomites belum sepenuhnya ditentukan. Perlu dicatat, virus ini tidak menular ke manusia dan tidak menimbulkan risiko kesehatan publik.

Pencegahan dan Penanganan

Saat ini, belum tersedia vaksin atau pengobatan resmi untuk EEHV. Namun, beberapa langkah dapat dilakukan sebagai berikut.

Protokol Saniter

  • Isolasi gajah yang sakit (jika berada di penangkaran) hingga gejala klinis mereda.
  • Anak gajah sebaiknya tidak dipisahkan dari induknya kecuali untuk perawatan sementara.

Protokol Medis

  • Penggunaan antiviral agents seperti famciclovir atau ganciclovir dapat membantu meringankan gejala pada beberapa kasus.

Dampak EEHV

Meskipun EEHV sangat mematikan bagi anak gajah, virus ini tidak menular ke manusia. Artinya, EEHV tidak menimbulkan risiko kesehatan publik dan tidak termasuk penyakit zoonotik.

Sedangkan untuk sektor pertanian atau hewan ternak lain, dampak EEHV belum sepenuhnya diketahui. Peneliti masih meneliti kemungkinan interaksi virus ini dengan ekosistem dan hewan lain di sekitarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI