7 Cara Mengurangi Waktu Bermain Media Sosial Tanpa Terasa Menyiksa

Ruth Meliana | Suara.com

Senin, 15 Desember 2025 | 19:39 WIB
7 Cara Mengurangi Waktu Bermain Media Sosial Tanpa Terasa Menyiksa
Ilustrasi menonton Reels Instagram (Pexels)

Suara.com - Mengurangi waktu bermain media sosial sering terdengar seperti nasihat klise. Namun langkah sederhana ini bisa berdampak nyata pada kesehatan mental, terutama bagi anak muda

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open menemukan bahwa membatasi penggunaan media sosial selama satu minggu saja dapat menurunkan gejala kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur secara signifikan. Menariknya, perubahan ini tidak selalu berarti meninggalkan ponsel sepenuhnya, melainkan mengubah cara kita menggunakannya.

Berdasarkan temuan para peneliti dan rekomendasi para ahli kesehatan mental, berikut sejumlah cara praktis dan realistis untuk mengurangi waktu bermain media sosial tanpa harus merasa terputus dari dunia.

1. Tentukan Waktu Khusus untuk Membuka Media Sosial

Salah satu penyebab utama kita terjebak scrolling tanpa henti adalah kebiasaan membuka media sosial tanpa tujuan. Psikolog menyarankan untuk menetapkan jadwal tertentu, misalnya dua atau tiga kali sehari dengan durasi 10–15 menit. Dengan begitu, penggunaan media sosial menjadi aktivitas yang disadari, bukan refleks otomatis setiap kali tangan memegang ponsel.

Kebiasaan ini membantu otak memahami batasan waktu, sehingga kecil kemungkinan kita “terseret” ke konten lain yang tidak direncanakan. Banyak orang melaporkan bahwa cara ini membuat mereka tetap update tanpa kehilangan waktu berjam-jam.

2. Sembunyikan Aplikasi dari Layar Utama

Akses yang terlalu mudah seringkali menjadi pemicu utama kebiasaan membuka media sosial. Memindahkan aplikasi ke folder tersembunyi atau halaman terakhir ponsel dapat menciptakan jeda kecil sebelum membuka aplikasi. Jeda ini terlihat sepele, tetapi cukup efektif untuk membuat kita berpikir ulang: “Perlu sekarang atau nanti saja?”

Beberapa ahli juga menyarankan untuk logout setiap selesai menggunakan media sosial. Proses login ulang memang terasa merepotkan, namun justru itulah tujuannya—membuat scrolling menjadi pilihan sadar, bukan kebiasaan instan.

3. Matikan Notifikasi yang Tidak Penting

Notifikasi adalah undangan tanpa henti untuk kembali ke media sosial. Bunyi, getaran, atau pop-up sering kali memecah fokus, bahkan saat kita sedang bekerja atau beristirahat. Dengan mematikan notifikasi non-penting, kita mengambil kembali kendali atas perhatian kita sendiri.

Alih-alih langsung membuka aplikasi setiap ada notifikasi, kita bisa memeriksanya di waktu yang sudah ditentukan. Cara ini terbukti mengurangi rasa cemas karena tidak lagi merasa “harus” selalu online.

4. Lindungi Waktu Tidur dari Scrolling Malam

Salah satu dampak terbesar media sosial adalah gangguan tidur. Kebiasaan scrolling sebelum tidur dapat menunda waktu istirahat dan menurunkan kualitas tidur. Cahaya layar juga menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh mengantuk.

Para ahli merekomendasikan setidaknya satu jam bebas teknologi sebelum tidur. Mengganti waktu scrolling dengan membaca buku ringan, menulis jurnal, atau sekadar berbincang dengan orang terdekat bisa membantu otak beristirahat. Untuk remaja, orang tua juga dianjurkan menjadikan kamar tidur sebagai zona bebas gawai di malam hari.

5. Ganti Scroll dengan Gerak Tubuh

Banyak orang membuka media sosial saat bosan. Dalam kondisi ini, aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, stretching, atau bersepeda santai bisa menjadi alternatif yang lebih menyehatkan. Psikiater menyebut bahwa aktivitas fisik dapat memicu pelepasan dopamin yang lebih stabil dibandingkan scrolling.

Memang, dorongan awal untuk bergerak terasa lebih berat. Namun seiring waktu, tubuh justru merespons lebih positif. Banyak orang merasa suasana hati mereka membaik setelah mengganti waktu scrolling dengan aktivitas fisik singkat.

6. Lakukan “Detoks Media Sosial” Singkat

Detoks media sosial tidak harus ekstrem. Studi menunjukkan bahwa jeda satu minggu sudah cukup memberikan manfaat nyata. Dalam penelitian terhadap ratusan anak muda, waktu penggunaan media sosial turun dari sekitar dua jam per hari menjadi hanya 30 menit selama masa detoks.

Hasilnya, peserta mengalami penurunan gejala kecemasan, depresi, dan insomnia. Menariknya, total waktu layar mereka tidak berkurang drastis karena mereka tetap menggunakan ponsel untuk aktivitas lain. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada layar, melainkan pada media sosial itu sendiri.

7. Perhatikan Kondisi Mental yang Lebih Dalam

Bagi sebagian orang, penggunaan media sosial berlebihan berkaitan dengan kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, atau ADHD. Dalam kasus ini, mengurangi media sosial memang membantu, tetapi bukan satu-satunya solusi.

Para ahli menyarankan untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika merasa penggunaan media sosial sudah mengganggu fungsi sehari-hari. Terapi atau konseling dapat membantu menemukan akar masalah sekaligus strategi yang lebih personal untuk mengelola kebiasaan digital.

Kontributor : Gradciano Madomi Jawa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Diabaikan, Ini 6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Telinga

Jangan Diabaikan, Ini 6 Langkah Penting untuk Menjaga Kesehatan Telinga

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 13:25 WIB

Tukar Akar Jadi Ruang Pulih Anak Muda Menemukan Teduh Untuk Tumbuh

Tukar Akar Jadi Ruang Pulih Anak Muda Menemukan Teduh Untuk Tumbuh

Your Say | Senin, 15 Desember 2025 | 11:20 WIB

Teman Sintas, Ruang Aman Berbasis Komunitas untuk Mendampingi Penyintas

Teman Sintas, Ruang Aman Berbasis Komunitas untuk Mendampingi Penyintas

Your Say | Minggu, 14 Desember 2025 | 06:45 WIB

Terkini

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

5 Pilihan Pelembab Wajah Tanpa Alkohol dan Parfum yang Aman Dipakai saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:03 WIB

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

3 Moisturizer Shinzui untuk Mencerahkan Wajah dan Pudarkan Noda Hitam

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:50 WIB

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Cari Serum Anti Aging Lokal yang Bagus? Ini 5 Pilihan Aman Mulai Rp23 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:35 WIB

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

4 Rangkaian Skincare Shinzu'i di Indomaret untuk Cerahkan Wajah, Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 19:28 WIB

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

6 Sabun Cuci Muka Purbasari untuk Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:44 WIB

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

3 Bedak Padat Purbasari yang Bisa Samarkan Noda Hitam di Wajah Berminyak

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:05 WIB

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

5 Rekomendasi Parfum Mykonos yang Cocok buat Ngantor: Wangi Tahan Lama, Kesan Profesional

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:45 WIB

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Bangga, Kostum Bali dan Padang Buatan Desainer Cilik Indonesia Melenggang di Jepang!

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:15 WIB

Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet

Bedak Tabur Apa yang di Bawah Rp50 Ribu? Ini 5 Rekomendasi Produk Lokal yang Awet

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:05 WIB

UMKM Wajib Tahu: Cara Naik Kelas ke Level Global dengan Modal Beasiswa

UMKM Wajib Tahu: Cara Naik Kelas ke Level Global dengan Modal Beasiswa

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:55 WIB