Bukan Kekayaan, Ini 6 Hal yang Membuat Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Senin, 05 Januari 2026 | 12:34 WIB
Bukan Kekayaan, Ini 6 Hal yang Membuat Finlandia Jadi Negara Paling Bahagia di Dunia
Helsinki, Ibukota Finlandia.(Unsplash.com)
Baca 10 detik
  • Finlandia konsisten masuk 5 besar negara paling bahagia.
  • Secara berturut-turut, negara ini berada di peringkat pertama berdasarkan World Happiness Report.
  • Tak cuma kekayaan, berikut beberapa faktor pendukung utama kebahagiaan di Finlandia.

Suara.com - Finlandia secara konsisten menduduki peringkat teratas sebagai negara paling bahagia di dunia. Sejak 2018, ia berada di peringkat pertama World Happiness Report selama beberapa tahun berturut-turut.

Peringkat tersebut kemudian diikuti oleh negara-negara Nordik lainnya seperti Denmark, Islandia, Swedia, dan Belanda.

Banyak orang mungkin bertanya-tanya: apa rahasianya? Apakah karena mereka negara maju? Atau karena pemandangannya alamnya yang indah?

Menariknya, kebahagiaan di Finlandia bukan tentang euforia atau tawa yang meledak-ledak setiap saat. Kebahagiaan mereka lebih bersifat stabil, tenang, dan berakar pada rasa aman.

Berikut adalah 6 alasan utama kenapa Finlandia bisa konsisten menjadi negara paling bahagia di dunia.

1. Budaya "Sisu": Ketangguhan Mental yang Unik

Salah satu pilar utama karakter orang Finlandia adalah "Sisu". Menurut Frank Martela, PhD, seorang peneliti kebahagiaan dari Aalto University, Sisu adalah kombinasi dari ketabahan, keberanian, dan daya tahan yang luar biasa.

Dalam tulisannya di CNBC Make It, Martela menjelaskan bahwa Sisu membantu warga Finlandia tetap tenang saat menghadapi tantangan berat, mulai dari musim dingin yang ekstrem hingga krisis pribadi. Bukannya menyerah, mereka justru mencari jalan keluar dengan kepala dingin.

2. Tingkat Kepercayaan Sosial yang Sangat Tinggi

Baca Juga: 7 Negara Paling Tidak Bahagia di Dunia Tahun 2025, Ada Indonesia?

Finlandia memiliki tingkat kepercayaan antarwarga yang luar biasa. Hal ini dibuktikan oleh eksperimen sosial legendaris bertajuk "Lost Wallet Test" yang dilakukan oleh Reader’s Digest.

Dalam studi global tersebut, para peneliti sengaja menjatuhkan 12 dompet di berbagai kota besar di dunia. Hasilnya, di Helsinki (ibu kota Finlandia), 11 dari 12 dompet dikembalikan ke pemiliknya.

Rasa aman karena dikelilingi oleh orang-orang jujur adalah salah satu faktor utama yang menurunkan tingkat kecemasan masyarakat setempat.

3. Koneksi Mendalam dengan Alam

Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup Finlandia, sekitar 75% wilayah negara ini tertutup hutan. Kedekatan mereka dengan alam didukung oleh hukum unik bernama "Everyman's Right" (Jokamiehenoikeus).

Hukum ini memberikan kebebasan bagi siapa pun untuk menikmati alam liar, seperti memetik buah beri, jamur, atau sekadar jalan kaki di hutan, secara gratis, tanpa peduli siapa pemilik lahannya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI