-
Aurelie Moeremans rilis buku Broken Strings sebagai terapi penyembuhan trauma.
-
Menulis memoar membantu otak mengatur emosi melalui proses cognitive reappraisal.
-
Riset membuktikan terapi menulis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang.
Dari yang tadinya merasa sebagai korban yang hancur, seseorang bisa melihat dirinya sebagai penyintas yang tangguh melalui tulisan.
Dr. James W. Pennebaker, psikolog pelopor terapi menulis melalui karyanya Opening Up: The Healing Power of Expressing Emotion, menyebutkan bahwa menulis tentang hal-hal negatif justru memberikan pelepasan emosional yang melegakan.
Bahkan, riset Pennebaker menunjukkan hal yang luar biasa, yakni orang yang mampu menuliskan pikiran dan perasaan terdalam mereka mengenai pengalaman traumatis mengalami peningkatan kekebalan tubuh dibandingkan mereka yang hanya menulis hal-hal remeh.
Kuncinya, seseorang harus menulis dengan jujur, terbuka, dan jangan mengkhawatirkan tata bahasa atau ejaan.
Menulis memoar membantu kita menyusun kembali ingatan yang terfragmentasi menjadi cerita yang utuh.
Seperti kata para ahli, tulisan tidak memanipulasi masa lalu, tapi memperbarui pengertian kita sehingga alarm trauma di otak tidak lagi berbunyi terlalu keras.