- Studi Burson mengukur reputasi sebagai aset keuangan, menunjukkan potensi laba tahunan pemegang saham hingga 4,78 persen secara global.
- Kualitas lingkungan kerja dan integrasi AI menjadi penentu reputasi utama, mengancam munculnya "pajak reputasi" bagi yang salah kelola.
- Perusahaan reputasi kuat unggul dalam inovasi serta tata kelola; reputasi kini menjadi mata uang bisnis terukur yang nyata.
Hal senada disampaikan HS Chung, CEO Asia-Pasifik Burson. Menurutnya, bagi perusahaan-perusahaan Asia, manajemen reputasi kini menjadi kunci untuk bersaing di tingkat global.
“Reputasi bukan lagi konsep abstrak, melainkan aset terukur dengan dampak langsung pada nilai perusahaan,” ujarnya.
Melalui pendekatan berbasis data, perusahaan dapat memahami bagaimana peristiwa eksternal memengaruhi reputasi dan mengambil keputusan bisnis secara lebih cepat dan terarah.
Di era ketika transparansi, teknologi, dan ekspektasi publik terus meningkat, reputasi tampaknya telah berevolusi menjadi mata uang baru dalam dunia bisnis—tak hanya membangun kepercayaan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi yang nyata.