Suara.com - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah daftar panjang kontroversi Bupati Pati, Sudewo.
Adapun beberapa bulan yang lalu pada tahun 2025, Sudewo menjadi 'objek' unjuk rasa dari warga Pati usai wacana kenaikan pajak.
Setelah selang beberapa bulan, nama Sudewo kembali naik ke permukaan karena dituding terlibat dalam praktik kotor di pemerintahan.
Sudewo juga sempat dimintai keterangan tentang dugaan kasus korupsi yang berbeda.
Lantas, kasus apa yang membuat Sudewo diringkus KPK? Seperti apa daftar panjang kontroversi Sudewo?
1. 'Galak' naikkan pajak dan picu amarah warga
Panasnya kontroversi Sudewo bermula ketika ia melontarkan wacana untuk menaikkan pajak di daerahnya.
Tak ayal, nominal kenaikan tersebut dalam angka yang fantastis, yakni sekitar 250 persen untuk ajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Wacana tersebut bukan tanpa alasan, lantaran Sudewo ingin menggenjot pemasukan daerah untuk APBD demi pembangunan infrastruktur dan membayar gaji honorer serta PPPK di Pati.
Baca Juga: Ternyata Pecinta SUV Mewah, Ini Isi Garasi Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK
Cita-cita Sudewo tersebut sayangnya tak diterima dengan baik oleh warga karena jumlah kenaikan pajak dinilai membuat ekonomi masyarakat menjerit.
Sudewo juga menambah 'api' amarah warga ketika ia dinilai menantang masyarakat Pati untuk melakukan unjuk rasa terhadap dirinya.
Pertanyaan tersebut dinilai arogan dan memancing warga untuk benar-benar turun ke jalan demi unjuk rasa.
"Siapa yang akan melakukan aksi, Yayak Gundul? Silakan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50 ribu orang suruh mengerahkan saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan tetap maju," bunyi pernyataan Sudewo yang dinilai arogan, Agustus 2025 lalu.
2. Minta maaf usai didemo
Warga akhirnya benar-benar melakukan unjuk rasa menentang Sudewo dan wacana kenaikan pajak itu.