5 Daftar Panjang Kontroversi Bupati Pati: Dulu Didemo kini Ditangkap KPK

Ruth Meliana

Selasa, 20 Januari 2026 | 13:16 WIB
5 Daftar Panjang Kontroversi Bupati Pati: Dulu Didemo kini Ditangkap KPK
Bupati Pati Sudewo (Instagram.com/sudewoofficial)

Suara.com - Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menambah daftar panjang kontroversi Bupati Pati, Sudewo.

Adapun beberapa bulan yang lalu pada tahun 2025, Sudewo menjadi 'objek' unjuk rasa dari warga Pati usai wacana kenaikan pajak.

Setelah selang beberapa bulan, nama Sudewo kembali naik ke permukaan karena dituding terlibat dalam praktik kotor di pemerintahan.

Sudewo juga sempat dimintai keterangan tentang dugaan kasus korupsi yang berbeda.

Lantas, kasus apa yang membuat Sudewo diringkus KPK? Seperti apa daftar panjang kontroversi Sudewo?

1. 'Galak' naikkan pajak dan picu amarah warga

Panasnya kontroversi Sudewo bermula ketika ia melontarkan wacana untuk menaikkan pajak di daerahnya.

Tak ayal, nominal kenaikan tersebut dalam angka yang fantastis, yakni sekitar 250 persen untuk ajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Wacana tersebut bukan tanpa alasan, lantaran Sudewo ingin menggenjot pemasukan daerah untuk APBD demi pembangunan infrastruktur dan membayar gaji honorer serta PPPK di Pati.

baca juga

Cita-cita Sudewo tersebut sayangnya tak diterima dengan baik oleh warga karena jumlah kenaikan pajak dinilai membuat ekonomi masyarakat menjerit.

Sudewo juga menambah 'api' amarah warga ketika ia dinilai menantang masyarakat Pati untuk melakukan unjuk rasa terhadap dirinya.

Pertanyaan tersebut dinilai arogan dan memancing warga untuk benar-benar turun ke jalan demi unjuk rasa.

"Siapa yang akan melakukan aksi, Yayak Gundul? Silakan lakukan, jangan hanya 5.000 orang, 50 ribu orang suruh mengerahkan saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan tetap maju," bunyi pernyataan Sudewo yang dinilai arogan, Agustus 2025 lalu.

2. Minta maaf usai didemo

Warga akhirnya benar-benar melakukan unjuk rasa menentang Sudewo dan wacana kenaikan pajak itu.

Ratusan bahkan ribuan warga memadati Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).

Salah satu tuntutan warga juga mencakup agar Sudewo mundur, imbas wacana dan pernyataan kontroversialnya itu.

Melirik respon warga, Sudewo akhirnya minta maaf dan batalkan wacana kenaikan pajak.

Ia juga secara khusus meminta maaf karena telah melontarkan pernyataan yang dinilai arogan.

"Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan saya 5.000 silakan, 50 ribu massa silakan," papar Sudewo di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (7/8/2025).

Sehari setelah meminta maaf, Sudewo akhirnya resmi menarik wacana dan batal menaikkan pajak bagi warga Pati.

"Saya memutuskan kebijakan kenaikan PBB PP sebesar 250 persen saya batalkan," lanjut Sudewo sehari setelah meminta maaf ke publik.

3. Usaha permakzulan

Permintaan maaf dan pembatalan wacana kenaikan pajak ternyata tak meredakan amarah warga.

Warga masih menuntut agar Sudewo turun dari jabatannya melalui permakzulan.

Panitia khusus (pansus) dibentuk oleh DPRD Pati untuk menilai apakah Sudewo harus dimakzulkan.

Setelah pertimbangan panjang, Sudewo batal dimakzulkan dan masih bisa menjalankan jabatannya.

4. Dicecar KPK terkait dugaan korupsi kereta api

Sudewo ternyata dahulu pernah berurusan dengan KPK untuk kasus yang berbeda.

Adapun kala itu, ia menjadi saksi kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api, pada Agustus 2025 lalu.

KPK mencecar Sudewo dengan pertanyaan terkait aliran commitment fee terkait dengan proyek pembangunan jalur kereta.

5. Kini diduga jual beli jabatan desa

Sudewo kembali menghadap ke KPK usai menjadi 'target' OTT pada Senin (19/1/2026).

Berbeda dengan sebelumnya, KPK menaruh dugaan bahwa Sudewo ambil andil dalam pengisian jabatan Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), dan Sekretaris Desa (Sekdis).

Pengisian jabatan tersebut diduga terdapat praktik 'jual beli' jabatan, sebagaimana yang disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Selasa (20/1/2026).

Sudewo kini dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk dimintai keterangan.

Kontributor : Armand Ilham

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Pecinta SUV Mewah, Ini Isi Garasi Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK

Ternyata Pecinta SUV Mewah, Ini Isi Garasi Bupati Sudewo yang Kena OTT KPK

Otomotif | Selasa, 20 Januari 2026 | 12:26 WIB

Benarkah Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK? Ini Kronologinya

Benarkah Bupati Pati Sudewo Kena OTT KPK? Ini Kronologinya

Lifestyle | Selasa, 20 Januari 2026 | 11:09 WIB

Sudewo Bupati Pati dari Partai Apa? Terjaring OTT KPK

Sudewo Bupati Pati dari Partai Apa? Terjaring OTT KPK

Lifestyle | Selasa, 20 Januari 2026 | 10:47 WIB

Terkini

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Prabowo Puji Peran TNI Dongkrak Produksi Beras, Panen Capai 19,2 Juta Ton hingga Juni 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:09 WIB

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

Bukan Berhenti Total, Ini Tugas Baru Nanik S. Deyang dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:05 WIB

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet Dipakai Bertahun-tahun

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:04 WIB

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Shio Apa yang Cocok untuk Pasangan dengan Shio Naga?

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:53 WIB

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:52 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:51 WIB

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Literasi Kelas Menengah: Saat Hobi Membaca Menjadi Sebuah Privilege

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:50 WIB

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Mengapa Transportasi Umum Jadi Pilihan Terbaik untuk Mobilitas Sehari-hari di Jakarta

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

OJK Restui Merger BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari, Industri Perbankan Syariah Makin Kuat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:49 WIB

×