-
Puasa Syakban sekaligus qadha Ramadan hukumnya diperbolehkan dan sah secara agama.
-
Ulama Syafii menyebut penggabungan niat ini memberikan pahala untuk kedua ibadah.
-
Tersedia panduan niat bahasa Arab, Latin, dan artinya untuk memudahkan pembaca.
Pilihan Niat Lainnya
Jika Anda ingin fokus pada satu niat saja, berikut adalah pilihannya:
1. Niat Puasa Qadha Ramadhan Saja
Jika Anda hanya ingin berniat membayar utang puasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā.
Artinya: "Saya berniat berpuasa besok untuk mengqadha kewajiban puasa Ramadan karena Allah Ta’ala."
2. Niat Puasa Syaban Saja
Jika Anda tidak memiliki tanggungan utang puasa dan hanya ingin puasa sunnah:
Baca Juga: 6 Rekomendasi Skincare Viva untuk Anti-Aging, Harga Mulai Rp13 Ribuan
نَوَيْتُ صَوْمَ الشَّهْرِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma syahri syabana sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa bulan Syaban sunnah karena Allah Ta’ala."
Keutamaan Puasa di Bulan Syaban
Anjuran puasa Syaban didasarkan pada hadits sahih. Aisyah RA pernah bercerita mengenai kebiasaan Rasulullah SAW:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban." (HR. Bukhari dan Muslim).