- Program Miss Cimory sejak 2013 telah mendukung lebih dari 10.000 ibu rumah tangga mencapai kemandirian finansial di rumah.
- Para peserta rutin mengikuti Noon Ceremony untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, literasi digital, dan manajemen keuangan.
- Hasilnya, banyak Miss Cimory kini menjadi pengambil keputusan keuangan strategis dan berhasil menyiapkan masa depan keluarga.
Suara.com - Bagi banyak ibu rumah tangga, keinginan untuk mandiri secara finansial sering terasa seperti mimpi yang rumit. Ingin punya penghasilan sendiri, tapi juga tak ingin melewatkan momen tumbuh kembang anak. Ingin produktif, tapi tetap hadir penuh di rumah.
Dilema ini nyata dan dialami oleh banyak perempuan.
Namun perlahan, narasi itu mulai bergeser. Kini semakin banyak ibu rumah tangga yang membuktikan satu hal penting: mandiri finansial tidak selalu berarti harus keluar rumah atau meninggalkan peran domestik.
Dengan sistem yang tepat, dukungan komunitas, dan disiplin yang konsisten, rumah justru bisa menjadi titik awal kemandirian ekonomi.
Perubahan ini tidak datang dari ambisi besar semata, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mulai dari mengatur waktu setelah urusan dapur selesai, belajar berkomunikasi lebih percaya diri, hingga memahami cara mengelola penghasilan dengan visi jangka panjang.
Perlahan, ibu rumah tangga tak lagi sekadar “membantu ekonomi keluarga”, tapi menjadi pengambil keputusan keuangan yang strategis.
Gambaran inilah yang tercermin dalam Miss Cimory Awards 2026, sebuah ajang tahunan yang mengapresiasi lebih dari 460 ibu rumah tangga yang sepanjang 2025 berhasil membangun kemandirian finansial tanpa meninggalkan rumah.
Mereka datang dari berbagai latar belakang, dengan satu kesamaan: konsistensi dan keberanian untuk berkembang.
Program Miss Cimory sendiri telah berjalan sejak 2013 dan kini menaungi lebih dari 10.000 ibu rumah tangga di 17 provinsi. Sistem kemitraan yang ditawarkan sederhana dan inklusif: tanpa modal, tanpa jaminan, dan berbasis kepercayaan.
Baca Juga: Yulina Hastuti dan Cerita Perempuan Mengubah Industri Logistik
Para ibu mendapatkan pendampingan rutin di Cimory Center, tempat yang kerap mereka sebut sebagai “rumah kedua”.
Salah satu rutinitas yang membentuk karakter mereka adalah Noon Ceremony, sesi berkumpul setiap pukul 13.00. Di waktu ini, setelah urusan rumah dan sekolah anak selesai, para ibu belajar banyak hal: komunikasi, kedisiplinan, literasi digital, hingga cara berpikir sebagai pengelola keuangan keluarga. Bukan sekadar soal jualan, tapi soal membangun mental “ibu profesional”.

“Sejak awal, program ini bukan tentang jualan semata,” ujar Hendri Viarta, Direktur Cimory Group.
“Kami percaya ibu rumah tangga adalah CFO keluarga—pengambil keputusan finansial yang paling dekat dengan kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Hasilnya pun terasa nyata. Banyak Miss Cimory kini memiliki penghasilan rata-rata setara UMR, bahkan melampauinya. Namun yang menarik, penghasilan tersebut tak hanya habis untuk kebutuhan harian. Para ibu mulai berpikir lebih visioner: menyiapkan dana pendidikan anak, tabungan kesehatan, jaminan hari tua, hingga membuka usaha keluarga di lingkungan sekitar.
“Yang berubah bukan cuma penghasilan, tapi cara berpikir,” lanjut Hendri.