Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan

Vania Rossa

Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:30 WIB
Cerita Perempuan di Dunia Riset, Membuktikan Karier dan Keluarga Bisa Sejalan
Yulia Kristina, R&D untuk produk pembalut wanita. (Dok. Unicharm)
baca 10 detik
  • Yulia Kristina menjadi manajer R&D Unicharm lokal pertama setelah berkolaborasi global dan menyerap etos kerja Jepang.
  • Pengalaman perempuan menjadi modal penting dalam inovasi produk kesehatan, menjawab detail kebutuhan konsumen secara fungsional.
  • Dukungan sistem, pasangan, dan lingkungan kerja setara memungkinkan perempuan menyeimbangkan peran profesional dan domestik secara utuh.

Suara.com - Di balik setiap produk yang menemani keseharian perempuan, ada perempuan lain yang bekerja dengan ketelitian, empati, dan keteguhan. Di laboratorium riset, di ruang diskusi lintas negara, hingga di rumah setelah jam kerja berakhir, peran itu dijalani bersamaan tanpa harus memilih salah satunya.

Bagi Yulia Kristina, dunia riset dan pengembangan bukan sekadar tempat bekerja, melainkan ruang bertumbuh. Bergabung sejak 2013 di divisi Research & Development (R&D) untuk produk pembalut wanita, Yulia kini mencatatkan sejarah sebagai karyawati lokal pertama yang menduduki posisi Manajer di R&D Unicharm, sebuah capaian yang sebelumnya didominasi oleh tenaga ahli dari Jepang.

Perjalanan Yulia bukan proses instan. Lebih dari satu dekade ia mengasah kompetensi, terlibat langsung dalam pengembangan produk, hingga mendapat kesempatan belajar dan berkolaborasi dengan tim global di kantor pusat Jepang. Di sana, ia tak hanya mempelajari standar kualitas internasional, tetapi juga menyerap filosofi kerja monozukuri, etos Jepang yang menjunjung kesempurnaan detail dan dedikasi tinggi dalam menciptakan produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen.

“Kolaborasi lintas negara membuka cara berpikir baru,” tutur Yulia. 

“Kami saling bertukar praktik terbaik, bukan hanya soal teknologi, tapi juga budaya kerja dan tanggung jawab terhadap konsumen,” katanya.

Sebagai perempuan, Yulia membawa perspektif yang sangat personal ke dalam inovasi. Di industri produk kesehatan dan kebersihan perempuan, pengalaman nyata menjadi modal penting. Mulai dari persoalan kenyamanan di cuaca panas, rasa khawatir akan bau, hingga kebutuhan perlindungan saat malam hari—semua diterjemahkan menjadi solusi yang relevan dan fungsional.

“Perempuan memahami detail yang sering kali luput,” ujarnya. 

“Bukan soal perasaan semata, tapi tentang kualitas, keamanan, dan fungsi yang benar-benar menjawab kebutuhan,” papar Yulia.

Namun, pencapaian profesional ini tak datang tanpa tantangan. Menjalani peran ganda sebagai ibu dan pekerja menuntut keseimbangan yang tidak selalu mudah. Bagi Yulia, kunci utamanya adalah sistem pendukung yang solid, yaitu pasangan yang mau berbagi peran di rumah, tim kerja yang saling menguatkan, serta atasan yang memberi ruang dan kepercayaan.

baca juga

Kesempatan itulah yang menurutnya menjadi fondasi penting bagi perempuan untuk berkembang. Lingkungan kerja yang memberi akses pelatihan, mentoring, dan jalur kepemimpinan yang setara membuat perempuan tidak perlu menurunkan ambisi demi peran domestik, karena keduanya bisa berjalan beriringan.

Komitmen ini pula yang digaungkan PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan kepemimpinan bagi karyawatinya. Berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi tak terbatas, perusahaan mendorong lebih banyak perempuan—termasuk ibu bekerja—untuk berani melangkah ke posisi strategis.

Upaya ini sejalan dengan semangat kesetaraan gender dan visi keberlanjutan, di mana pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan pemberdayaan manusia di dalamnya.

 Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 pun mencatat tren positif: perempuan kini mencakup sekitar 50 persen tenaga profesional di Indonesia.

Meski demikian, tantangan keseimbangan peran masih nyata. Psikolog Cecilia Helmina E., M.Psi., menekankan bahwa kualitas kehadiran ibu jauh lebih penting daripada kuantitas waktu. Komunikasi terbuka dengan pasangan, pembagian peran yang adil, serta kebiasaan sederhana seperti berbincang sebelum tidur bisa menjadi jangkar emosional bagi anak.

Kisah Yulia menjadi pengingat bahwa ruang laboratorium dan ruang keluarga tidak harus saling meniadakan. Dengan dukungan yang tepat, kesempatan yang setara, dan keberanian untuk percaya pada diri sendiri, perempuan bisa terus melangkah—menciptakan inovasi, memimpin perubahan, dan tetap hadir utuh dalam peran yang mereka jalani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Ternate untuk Perempuan Tangguh: Program LAKSMI Dorong UMKM Naik Kelas

Dari Ternate untuk Perempuan Tangguh: Program LAKSMI Dorong UMKM Naik Kelas

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:12 WIB

PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan di Maluku Utara

PNM Perluas Pemberdayaan Perempuan di Maluku Utara

Bisnis | Jum'at, 23 Januari 2026 | 11:31 WIB

Yulina Hastuti dan Cerita Perempuan Mengubah Industri Logistik

Yulina Hastuti dan Cerita Perempuan Mengubah Industri Logistik

Lifestyle | Rabu, 21 Januari 2026 | 09:42 WIB

Terkini

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Redmi Note 17 Series Siap Hadir di Indonesia, Apa yang Membuatnya Istimewa?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Modus Pejabat Desa Jual Kawasan Hutan Rp2 M di Bengkalis, Terungkap dari Karhutla

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 10:25 WIB

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Anak Krakatau Sudah Siaga Sejak Juli, Lalu Mitigasi Pemerintah ke Mana?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:23 WIB

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Bahas Chemistry Instan, Le Sserafim Comeback dengan Lagu 'Made My Night'

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

7 Cara Menghilangkan Noda Bekas Setrika yang Nempel di Baju dengan Mudah

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:15 WIB

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 10:13 WIB

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Tak Sehat Minggu Pagi, Masuk Tiga Besar Terburuk di Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

10 Manfaat Rutin Membersihkan Pori-pori Wajah, Mencegah Penuaan Dini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 10:10 WIB

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

Jepang Cetak Sejarah Dunia Bantu Padamkan Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Karhutla 400 Hektare di Kaltim Didominasi Lahan Mineral, BNPB: Sawit Belum Masif

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 10:05 WIB

×