- USG Education mempersiapkan 37 mahasiswa melalui program UIC BTEC dan UIC–UTS College sebagai jalur transisi studi ke luar negeri.
- Studi internasional memerlukan kesiapan fundamental menghadapi sistem akademik asing yang menuntut kemandirian dan pemikiran kritis.
- USG Education membangun ekosistem terintegrasi mencakup persiapan akademik, pengembangan mental, dan keterampilan global bagi lulusan.
Pendekatan pembelajaran berbasis proyek, program magang dan experiential projects dengan pendampingan langsung dari pelaku industri, hingga pengembangan komunitas bisnis dan inovasi menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang siap menghadapi dunia nyata.
Dua program unggulan yang menjadi sorotan dalam kelulusan kali ini, UIC College BTEC dan UIC–UTS College, dirancang sebagai jalur transisi yang terukur menuju universitas internasional.
UIC College BTEC menerapkan kurikulum Pearson-Edexcel dari Inggris dengan pendekatan real world learning dan industry-based curriculum, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga konteks industri melalui pembelajaran langsung dari praktisi.
Sementara itu, UIC–UTS College menjadi jalur langsung menuju University of Technology Sydney (UTS), Australia, dengan kurikulum pathway yang memungkinkan mahasiswa melanjutkan studi hingga tahun kedua dan meraih gelar sarjana secara lebih mulus.
CEO UTS College, Morwenna Shahani, menyampaikan kebanggaannya terhadap para lulusan yang dinilai telah dipersiapkan dengan pola pikir global.
“Kami bangga melihat para lulusan hari ini beserta pencapaian yang telah mereka raih. Melalui kerja keras yang konsisten, didukung oleh dedikasi penuh para staf UIC–UTS College, para siswa telah dipersiapkan secara matang untuk menghadapi masa depan global—tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan pola pikir,” ujarnya.
Ia meyakini bekal tersebut akan mengantarkan para lulusan meraih kesuksesan dalam melanjutkan studi di UTS sekaligus membuka berbagai peluang di masa depan.
Di balik angka GPA dan berbagai predikat, terdapat perubahan yang paling bermakna namun sering luput terlihat, yakni kepercayaan diri yang lahir dari proses panjang. Ketika siswa memahami cara belajar, cara berpikir, dan cara merespons tantangan, mereka menjadi lebih siap menghadapi lingkungan baru.
Di USG Education, nilai-nilai tersebut dirangkum dalam LEARN Framework dan Noble Scholar Standard yang menjadi fondasi pendampingan siswa, tercermin dalam kebiasaan belajar, ketangguhan mental, serta cara membawa diri di lingkungan global.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan enam unit bisnis pendidikan yang terintegrasi, USG Education telah meluluskan lebih dari 5.000 siswa yang kini tersebar di dalam dan luar negeri serta berkiprah di berbagai sektor industri.
Bagi USG Education, masa depan bukan sesuatu yang ditunggu, melainkan disiapkan sejak dini melalui nilai yang nyata, sistem yang teruji, dan ekosistem yang saling terhubung. Dari ruang kelas di Indonesia hingga panggung global, perjalanan itu dimulai dengan kesiapan yang holistik.